Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Membasmi Rayap dengan Air Garam, Mudah Dicoba di Rumah

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 20 Oct 2026 13:35 WIB

Person in gloves spraying detergent onto wooden table indoors, closeup. Space for text
Ilustrasi cara membasmi rayap dengan air garam / Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska
Daftar Isi

Kesal dengan rayap di rumah Bunda? Mari simak cara membasmi rayap dengan air garam yang mudah dicoba di rumah. 

Rayap menjadi salah satu hama rumah yang perlu diwaspadai karena dapat merusak berbagai bagian bangunan secara perlahan. Serangga ini memakan material yang mengandung selulosa, seperti kayu sehingga keberadaannya bisa menyebabkan furniture keropos dan melemahkan struktur rumah.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan akibat rayap dapat menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Salah satu cara rumahan yang sering dicoba untuk mengatasi rayap dengan menggunakan air garam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bahan yang mudah ditemukan di dapur ini dapat membantu membunuh rayap kalau larutannya mengenai tubuh serangga secara langsung. Namun efektivitasnya terbatas dan tidak bisa diandalkan untuk membasmi seluruh koloni, terutama jika rayap sudah bersarang di dalam dinding, tanah, atau bagian bangunan yang sulit dijangkau.

Cara membasmi rayap dengan air garam

Sebelum mencoba metode ini, Bunda perlu mengetahui cara membuat larutan air garam, mengenali tanda-tanda serangan rayap serta memahami kapan penanganan profesional dibutuhkan agar kerusakan rumah tidak semakin parah.

1. Campurkan garam dan air hangat

Mengutip House Digest, cara sederhana yang bisa dicoba dengan membuat larutan garam dengan konsentrasi tinggi. Campurkan garam dan air hangat dengan perbandingan 1:1, lalu aduk hingga garam larut.

Setelah itu, tuangkan larutan ke dalam botol semprot agar lebih mudah digunakan. Larutan dapat disemprotkan secara langsung ke rayap yang terlihat di permukaan atau area yang diduga menjadi tempat kemunculannya.

Meski demikian, cara ini hanya berpotensi membunuh rayap yang terkena cairan secara langsung. Rayap yang bersembunyi di balik kayu atau dalam dinding kemungkinan besar tidak akan terjangkau.

2. Semprotkan pada area yang menjadi jalur rayap

Setelah larutan siap, periksa bagian rumah yang menunjukkan tanda-tanda aktivitas rayap. Bunda bisa memperhatikan celah pada kusen, permukaan kayu, atau area yang terdapat jalur tanah kecil.

Sayap rayap yang terlepas di dekat jendela dan pintu juga bisa menjadi petunjuk adanya aktivitas rayap. Semprotkan larutan secara terarah pada rayap yang terlihat, bukan ke seluruh bagian rumah tanpa pemeriksaan.

Hindari menyemprotkan air garam ke stopkontak, peralatan elektronik, permukaan logam, serta kayu atau material yang sensitif terhadap kelembapan dan garam. Garam dapat meninggalkan residu dan berpotensi menyebabkan korosi pada logam.

3. Gunakan garam batu untuk area luar rumah

Garam batu terkadang disebut sebagai salah satu pilihan untuk membantu menangani rayap di area luar rumah. Namun menaburkan garam di tanah bukanlah metode penghalang rayap yang dapat diandalkan.

Kandungan garam yang berlebihan justru bisa meningkatkan kadar salinitas tanah dan merusak tanaman di sekitarnya. Oleh sebab itu, dibanding menaburkan garam sepanjang pondasi rumah, lebih baik singkirkan kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah, perbaiki kebocoran, dan tutup celah yang memungkinkan rayap masuk.

4. Pertimbangkan garam borat untuk penanganan kayu

Selain garam dapur, terdapat bahan berbasis borat yang digunakan dalam pengendalian rayap. Borat dapat bekerja ketika rayap memakan kayu yang telah diberi perlakuan bahan tersebut. Mekanismenya berbeda dari larutan garam dapur biasa. Penggunaan produk borat sebaiknya mengikuti petunjuk label dan mempertimbangkan lokasi aplikasi. Jika rayap sudah merusak bagian struktural rumah, pemeriksaan oleh tenaga profesional tetap diperlukan.

Mengapa air garam bisa membunuh rayap?

Garam dapur mengandung natrium dan klorida. Dalam kondisi tertentu, larutan garam pekat yang mengenai tubuh rayap atau tertelan dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuhnya. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi dan kematian pada serangga yang terpapar.

Meski demikian, kemampuan tersebut tidak berarti air garam dapat membasmi seluruh koloni rayap. Sebagian besar rayap mungkin berada di dalam tanah, rongga dinding, atau bagian dalam kayu.

Larutan yang hanya mengenai beberapa rayap di permukaan tidak otomatis menjangkau ratu dan anggota koloni lainnya. Damian Marcello, associate certified entomologist di Fox Pest Control, menegaskan bahwa tidak ada satu metode pengendalian yang cocok untuk semua bangunan.

Jadi, tidak ada dua bangunan yang benar-benar sama sehingga metode terbaik untuk masing-masing rumah pun bisa berbeda.

Penyebab rayap bersarang di rumah

Rayap mencari sumber makanan berupa kayu dan material lain yang mengandung selulosa. Kelembapan juga menjadi faktor yang dapat membuat lingkungan rumah lebih menarik bagi beberapa jenis rayap.

Jeremy Logsdon, salah satu pemilik Preventive Pest Control di Houston, Texas, menjelaskan bahwa serangan rayap tanah umumnya bermula ketika koloni yang hidup di tanah menemukan jalan masuk melalui retakan fondasi, celah di sekitar pipa, atau bagian kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah.

Ia juga menjelaskan bahwa rayap kayu kering dapat masuk melalui furnitur yang sudah terinfestasi atau terbang langsung ke dalam bangunan. Masalah kelembapan, seperti pipa bocor, sistem drainase buruk, dan ruang bawah rumah lembap, membuat hunian Bunda semakin menarik bagi rayap.

Cara mencegah rayap kembali ke rumah

Selain menangani rayap yang sudah terlihat, Bunda perlu memperbaiki kondisi rumah agar hama ini tidak mudah kembali. Mengutip Martha Stewart, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

1. Atasi sumber kelembapan

Periksa pipa yang bocor, saluran air, talang, dan sistem drainase di sekitar rumah. Pastikan air hujan mengalir menjauh dari pondasi dan tidak menggenang di sekitar bangunan.

Area yang terlalu lembap dapat mendukung aktivitas rayap tertentu. Oleh sebab itu, memperbaiki kebocoran dan menjaga sirkulasi udara tetap baik menjadi langkah penting dalam pencegahan.

2. Jauhkan kayu dari tanah

Kayu bakar, papan sisa renovasi, dan tumpukan material kayu sebaiknya tidak disimpan menempel pada rumah atau langsung di atas tanah. Bagian kayu bangunan juga sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

Gunakan penyangga yang sesuai untuk pagar atau dek kayu agar akses rayap dari tanah menjadi lebih sulit. Periksa pula tunggul pohon dan sisa kayu yang membusuk di halaman.

3. Tutup celah masuk rayap

Periksa retakan pondasi, sambungan dinding, serta celah di sekitar jalur kabel dan pipa. Gunakan semen, nat, atau bahan penutup yang sesuai dengan jenis permukaan untuk memperbaiki celah tersebut.

Pastikan ventilasi dan bukaan bangunan tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Penutupan celah perlu dilakukan tanpa menghambat aliran udara atau menimbulkan masalah kelembapan baru.

4. Jaga kondisi halaman

Ranting pohon dan tanaman merambat sebaiknya tidak menempel langsung pada dinding atau atap rumah. Pangkas tanaman secara berkala agar bagian luar bangunan lebih mudah diperiksa.

Hindari pula menumpuk mulsa, daun basah, atau kayu lapuk di dekat pondasi. Lingkungan yang lebih kering dan tertata dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung aktivitas rayap.

Kapan harus memanggil jasa pembasmi rayap?

Air garam sebaiknya hanya dianggap sebagai upaya terbatas untuk menangani rayap yang terlihat, bukan solusi utama. Jika rayap terus muncul, ditemukan jalur tanah di banyak lokasi, atau kayu bangunan mulai keropos, Bunda sebaiknya meminta bantuan jasa pengendalian hama.

Ada beberapa metode profesional yang dapat dipertimbangkan, bergantung pada jenis rayap dan kondisi bangunan. Di antaranya dengan penggunaan termitisida cair sebagai penghalang di tanah, sistem umpan yang menargetkan koloni, perlakuan panas untuk serangan tertentu, serta fumigasi profesional pada kasus rayap kayu kering yang meluas.

Cara membasmi rayap dengan air garam memang mudah dicoba, namun hasilnya terbatas pada rayap yang terkena larutan secara langsung.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda