Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Panduan Healthy Diet 2026 dari WHO, Ini 4 Prinsip Pola Makan Sehat untuk Keluarga

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Sabtu, 31 Oct 2026 20:00 WIB

Closeup image of a young woman eating chicken salad on table in the restaurant
Ilustrasi Healthy Diet 2026 / Foto: Getty Images/Farknot_Architect
Daftar Isi

Tak dimungkiri lagi bahwa banyaknya informasi mengenai nutrisi di media sosial membuat masyarakat semakin mudah menemukan berbagai klaim tentang makanan sehat dan tidak sehat. Namun, informasi yang tidak disertai konteks dapat menimbulkan kebingungan saat memilih pangan untuk keluarga, Bunda.

Padahal, pola makan sehat tidak hanya ditentukan oleh satu kandungan nutrisi, seperti gula, lemak, atau kalori. Kecukupan zat gizi, keseimbangan asupan, moderasi, dan keberagaman makanan juga perlu diperhatikan.

Panduan Healthy Diet 2026 dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menekankan empat prinsip utama yang dapat menjadi acuan dalam membangun kebiasaan makan sehat. Lantas, bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kenali 4 prinsip utama panduan Healthy Diet 2026 dari WHO

Acuan prinsip utama pola makan sehat yang disusun WHO dalam panduan Healthy Diet 2026 terdiri atas prinsip kecukupan (adequacy), keseimbangan (balance), moderasi (moderation), dan keberagaman (diversity). Keempat prinsip ini saling melengkapi dalam membangun pola makan sehat. 

Dalam penerapannya, keluarga perlu memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, membatasi konsumsi gula dan komponen yang berlebihan, memvariasikan jenis makanan, serta menyesuaikan asupan dengan kebutuhan energi tubuh. 

Pemilihan makanan dan minuman pun sebaiknya mempertimbangkan komposisi, nilai gizi, ukuran porsi, dan perannya dalam pola makan sehari-hari.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K) menyampaikan pentingnya pemilihan makanan yang sehat.  

“Kualitas makanan menentukan kepadatan zat gizi: energi, protein, zat besi, zinc, kalsium, vitamin, dan serat. Pilihan yang terlalu tinggi gula, garam/natrium, atau lemak jenuh dapat menggeser makanan yang lebih bergizi. Kebiasaan makan dan minum yang terbentuk sejak dini dapat terbawa ke masa berikutnya,” ujar dr. Diana, dalam acara World Food Day 2026, Kamis (15/10/2026).

Cara menerapkan 4 prinsip pola makan sehat dalam menu keluarga

Dalam menerapkan prinsip pola makan sehat, dr. Diana menyarankan untuk merujuk pada panduan Isi Piringku yang dicanangkan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman ini bisa jadi panduan untuk penuhi kebutuhan gizi yang seimbang.

"Sederhananya, kalau secara standar adalah membagi piring kita. Jadi sepertiga adalah sumber karbohidrat, sepertiga lagi adalah sumber dari sayur-sayuran dan buah-buahan, dan sepertiga bagian lagi adalah untuk sumber protein. Dan tentunya harus terbagi atas protein, lemak  protein hewani dan protein nabati. Itu aja. Jadi prinsipnya arah ke sana,” tutur dr. Diana.

Panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan ini tidak hanya tersedia untuk orang dewasa saja, Bunda. Akan tetapi, tersedia juga untuk anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan porsi serta peran zat gizi yang disesuaikan.

"Bahkan (Isi Piringku) itu tuh tersedia tidak hanya untuk dewasa, tetapi ada yang dari Kemenkes itu ada yang untuk anak-anak, balita, ada yang untuk ibu hamil, ada yang untuk ibu menyusui,” sambungnya.

Lantaran kandungan gizi menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi makanan, dr. Diana menganjurkan Bunda untuk selalu membaca label pada kemasan makanan dan minuman.

Pada kesempatan ini, ia memberikan beberapa langkah yang dapat Bunda ikuti. Berikut di antaranya:

  • Cek bahan: Lihat daftar bahan (ingredients) dan perhatikan, sugar/gula, sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup, maltodekstrin
  • Cek nilai gizi: Lihat total karbohidrat dan gula pada tabel informasi gizi.
  • Cek porsinya: Perhatikan ukuran sajian, hitung berapa sajian yang benar-benar dikonsumsi, dan bandingkan produk berdasarkan kandungan per sajian yang sama.

Kesalahan membaca label gizi yang perlu diperhatikan

Berkaitan dengan pentingnya membaca label gizi pada kemasan makanan dan minuman, dr. Diana juga menjelaskan bahwa ada beberapa kesalahan yang kerap diabaikan.

Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat membaca klaim gizi pada produk pangan.

1. Hanya membaca klaim sepintas di bagian depan

Sebagian orang mungkin terburu-buru atau tidak punya banyak waktu ketika belanja. Untuk itu, cara ini sering kali dilakukan mereka agar lebih cepat selesai.

Meski demikian, Bunda tetap perlu membaca label gizi pada kemasan tersebut dengan teliti.

“Seringkali pembeli hanya melihat klaim di bagian depan kemasan (seperti makanan hebat atau dapat meningkatkan kesehatan) tanpa membaca detail informasi di bagian belakang,” ungkap dr. Diana.

2. Tidak memeriksa komponen dan komposisi makanan

Tidak membaca secara detail apa saja komponen atau kandungan bahan yang ada di dalam produk tersebut, sehingga mudah dipengaruhi stigma bahwa suatu kandungan tertentu selalu berbahaya padahal ada banyak komponen pangan lain yang baik seperti kandungan protein atau lemak baik. 

3. Mengabaikan persentase komposisi (Terutama kandungan gula dan kalori)

Tidak memperhatikan porsi sajian (persaji), total kalori, dan jumlah gram kandungan zat gizi tertentu juga sering dilakukan banyak orang, Bunda.

“Sebagai contoh, jika batas konsumsi gula harian anak terbatas tetapi dalam satu hari menghabiskan seluruh produk sekaligus tanpa memperhatikan takaran gramnya, maka asupan gula bisa menjadi sangat berlebihan,” tutur dr. Diana.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda