Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Peneliti Temukan Buah yang Mengandung Radioaktif, Sering Dikonsumsi Orang Indonesia

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Selasa, 20 Oct 2026 09:45 WIB

Cuan-cuan, Ini Ide Bisnis Berbahan Dasar Buah
Ilustrasi Buah-buahan/Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi

Tahukah Bunda, bahwa ada buah yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia ternyata memancarkan radiasi alami? Buah ini adalah pisang yang dikenal kaya nutrisi, mudah ditemukan, dan kerap menjadi pilihan camilan sehari-hari.

Meski terdengar mengkhawatirkan, buah radiasi ini sebenarnya tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Radiasi biasanya identik dengan paparan yang perlu diwaspadai. Namun, tidak semua radiasi berasal dari sumber buatan atau berbahaya. Pisang mengandung unsur alami yang dapat memancarkan radiasi dalam jumlah sangat kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penasaran, mengapa pisang bisa memancarkan radiasi dan bagaimana tingkat konsumsinya di Indonesia? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Bunda.

Buah pisang ternyata mengandung radioaktif

Mengutip dari laman Times of India, pisang memang memancarkan radiasi alami karena mengandung kalium-40 (potassium-40), yaitu isotop radioaktif alami yang terdapat dalam sebagian kecil kalium.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (Environmental Protection Agency/EPA), sekitar 0,012 persen kalium di alam merupakan kalium-40.

Pisang menyerap kalium dari tanah selama proses pertumbuhan. Sebagian kecil kalium tersebut berupa kalium-40 yang kemudian ikut terkandung dalam buah.

Satu buah pisang mengandung sekitar 450 miligram kalium dan menghasilkan peluruhan radioaktif dalam jumlah sangat kecil setiap detiknya.

Dikutip dari McGill University, radiasi sebenarnya terdapat secara alami di lingkungan sekitar, termasuk udara, tanah, beberapa jenis makanan, bahkan tubuh manusia. Hal ini terjadi karena sejumlah atom memiliki sifat tidak stabil dan melepaskan energi ketika meluruh.

Dengan demikian, pisang bukanlah satu-satunya makanan yang memiliki radiasi alami. Bayam, kentang, dan jeruk juga mengandung kalium sehingga dapat memiliki kandungan kalium-40 dalam jumlah tertentu.

Pisang jadi buah yang banyak dikonsumsi di Indonesia

Pisang merupakan salah satu buah yang mudah dijumpai dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Buah ini dapat dimakan langsung maupun diolah menjadi berbagai hidangan, seperti pisang goreng, kolak, kue, dan aneka camilan lainnya.

Berdasarkan publikasi Statistik Konsumsi Pangan 2024 yang diterbitkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, konsumsi pisang di Indonesia tercatat dalam beberapa kelompok, yakni pisang ambon, pisang raja, dan pisang lainnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa konsumsi pisang per kapita pada 2024 mencapai 6,445 kilogram per tahun secara keseluruhan. Angka ini menurun 24,23 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 8,507 kilogram per kapita per tahun.

Sementara itu, konsumsi pisang ambon tercatat sebesar 1,932 kilogram per kapita per tahun, pisang raja sebesar 0,000 kilogram, dan jenis pisang lainnya sebesar 4,513 kilogram per kapita per tahun pada 2024.

Data ini memperlihatkan bahwa pisang tetap menjadi bagian dari pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia, meskipun jumlah konsumsinya dapat berubah dari tahun ke tahun.

Pisang memancarkan radiasi, tapi tidak berbahaya

Meski mengandung kalium-40, radiasi dari pisang sangat kecil sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan berarti ketika dikonsumsi secara normal. Satu buah pisang memberikan paparan radiasi sekitar 0,01 milirem (millirem).

Sebagai perbandingan, paparan radiasi dari pemeriksaan rontgen dada dapat mencapai sekitar 10 milirem, meskipun dosis sebenarnya bergantung pada prosedur yang digunakan.

Tubuh manusia juga secara alami mengandung kalium, termasuk sebagian kecil kalium-40. Tubuh mengatur jumlah kalium melalui proses keseimbangan alami, yaitu menggunakan kalium yang dibutuhkan dan membuang kelebihannya.

Karena mekanisme ini, mengonsumsi pisang dalam jumlah wajar tidak menyebabkan kalium-40 terus menumpuk di dalam tubuh.

Oleh karena itu, Bunda tidak perlu khawatir berlebihan hanya karena pisang termasuk buah yang memancarkan radiasi alami.

Pisang tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang karena mengandung kalium dan zat gizi lainnya. Yang terpenting, konsumsi buah ini dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda