Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Intip Kontrakan Rp20 Ribu di Jakarta, Begini Kondisinya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 15 Oct 2026 13:10 WIB

Sejumlah warga menempati kontrakan petak di kawasan Jati Baru, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (13/10/2026).



Di kawasan permukiman padat tersebut, sebagian pemilik kontrakan mulai menerapkan sistem pembayaran harian untuk memudahkan penyewa mengatur pengeluaran. Salah satunya Oni, yang telah memberlakukan sistem tersebut selama tiga bulan terakhir dengan tarif Rp30 ribu per hari.
Ilustrasi kontrakan / Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Jakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang menjadi tujuan banyak orang untuk mencari pekerjaan hingga melanjutkan pendidikan. Sebagai pusat perekonomian, Jakarta menawarkan banyak peluang bagi masyarakat dari berbagai daerah, Bunda.

Namun, di balik gemerlapnya gedung-gedung tinggi dan pesatnya perkembangan kota, terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah tingginya biaya hidup di Jakarta.

Salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi bagi setiap orang yang datang ke Jakarta adalah tempat tinggal. Mereka yang bekerja banyak mencari tempat tinggal dengan harga terjangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun, harga biaya hidup dan sewa rumah yang tak murah menjadi pertimbangan bagi banyak orang untuk mengatur pengeluaran. Tidak sedikit yang akhirnya memilih tinggal di tempat sederhana demi menghemat biaya.

Melihat kebutuhan tersebut, ada banyak hunian murah yang bisa ditempati di Jakarta. Salah satunya adalah kontrakan petak di kawasan Jati Baru, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta.

Di kawasan permukiman padat tersebut, ada kontrakan murah yang menerapkan tarif Rp20 ribu per hari. Sebagian pemilik kontrakan bahkan menerapkan sistem pembayaran harian untuk memudahkan penyewa mengatur pengeluaran.

Salah satu pemilik kontrakan, Oni, telah memberlakukan sistem tersebut selama tiga bulan terakhir. Ia menyewakan kontrakannya dengan tarif Rp30 ribu per hari.

Sistem pembayaran serupa juga diterapkan di kontrakan lain dengan tarif berbeda. Ada Eva yang membayar uang sewa Rp20 ribu per hari, dan Febriyanti yang memilih sistem mingguan dengan biaya Rp140 ribu. Bayaran tersebut sudah termasuk uang untuk kebutuhan listrik dan air, Bunda.

Meski menempati bangunan berbeda, ukuran kamar yang dihuni Eva dan Febriyanti relatif sama. Eva tinggal di ruangan berukuran sekitar 3 x 3 meter bersama tiga anggota keluarganya, yakni anak bungsu, menantu, dan anak sulungnya.

Sementara itu, Eva menempati kontrakan yang terdiri atas deretan kamar di lantai atas dan bawah. Penghuni di kontrakan ini mengakses hunian melalui gang sempit sekitar satu meter yang berada di tepi kali.

Lantas, seperti apa potret kontrakan Rp20 ribu yang ada di kawasan Jati Baru, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda