Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Alasan Negara Mayoritas Muslim Ini Larang Guru dan Siswi Berhijab di Sekolah

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 14 Oct 2026 16:11 WIB

Ilustrasi azerbaijan
Ilustrasi /Foto: Getty Images/sharrocks
Jakarta -

Azerbaijan menjadi sorotan setelah pemerintahnya mengubah aturan seragam sekolah yang berdampak pada penggunaan hijab oleh guru dan siswi. Kebijakan ini memicu perhatian publik, mayoritas penduduk negara tersebut beragam Islam.

Amandemen ketentuan seragam itu disetujui pada bulan lalu. Meski tidak secara eksplisit menyebut larangan hijab, aturan baru tersebut membatasi penggunaan pakaian di lingkungan sekolah yang dinilai bertentangan dengan prinsip sekularisme.

Dilansir detikcom, menurut kantor berita Azerbaijan, Azerbaijan Press Agency (APA), perubahan tersebut bertujuan menyeragamkan standar berpakaian di sekolah negeri agar sejalan dengan prinsip sekuler negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun, konstitusi negara menetapkan Azerbaijan sebagai negara sekuler sekaligus menjamin kebebasan beragama. APA juga menambahkan pakaian yang mencerminkan ‘sejarah, budaya, serta nilai-nilai nasional dan moral rakyat Azerbaijan’ boleh dikenakan dalam acara perayaan, dengan syarat mendapat persetujuan dari Dewan Pedagogis yang berada di bawah naungan Kementerian Sains dan Pendidikan.

Aturan pakaian semacam itu disebut bertujuan untuk memastikan guru mencerminkan ‘standar profesional’ dan akan berdampak positif terhadap ‘reputasi publik sekolah’.

Kebijakan larang siswi dan guru berhijab memicu protes

Keputusan ini memicu protes setelah sejumlah sekolah mulai melarang siswa dan guru mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Seorang guru bernama Zahra Hasanova mengatakan dia tidak boleh lagi mengenakan hijab di sekolah.

“Sejujurnya, saya merasa agak emosional. Saya merasa terluka. (Hijab) adalah pilihan pribadi, dan jika suatu hari nanti saya ingin melepasnya, itu pun seharusnya menjadi pilihan saya sendiri,” ujarnya.

Kebijakan ini juga telah memicu protes serta kampanye di media sosial di Azerbaijan. Beredar video yang memperlihatkan para siswa memeluk guru mereka sambil menangis saat mereka dilarang masuk ke sekolah.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda