moms-life
10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia, Ada yang Masuk Kategori Berbahaya
HaiBunda
Rabu, 14 Oct 2026 16:40 WIB
Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia masih menjadi perhatian, terutama akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap. Berdasarkan data pemantauan Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI), beberapa kota tercatat memiliki tingkat polusi yang tinggi dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Daftar kota kualitas udara terburuk dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung pada kondisi lingkungan dan tingkat polusi di setiap wilayah. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, sejumlah kota di Indonesia masih masuk dalam kategori udara tidak sehat hingga parah, bahkan ada wilayah yang mencatat skor AQI di atas 200.
Lalu, kota mana saja yang memiliki kualitas udara terburuk? Yuk, Bunda, simak daftar lengkapnya beserta indikator skor AQI US di artikel berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar 10 kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia
Mengutip data pemantauan kualitas udara dari AQI.in pada Rabu, 14 Oktober 2026, sejumlah kota di Indonesia menunjukkan tingkat polusi yang perlu diwaspadai.
Palembang menempati peringkat kedua dengan skor AQI US sebesar 271 dan masuk kategori parah. Sementara itu, Pekanbaru berada di peringkat ke-10 dengan skor 195 atau kategori tidak sehat.
Berikut daftar 10 kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia berdasarkan data yang terlihat pada pemantauan AQI.in tanggal 14 Oktober 2026:
1. Palembang, Sumatera Selatan
Skor AQI US: 271 (Parah).
2. Jambi, Jambi
Skor AQI US: 207 (Parah).
3. Pekanbaru, Riau
Skor AQI US: 195 (Tidak Sehat).
4. Batam, Kepulauan RiauÂ
Skor AQI US: 170 (Tidak Sehat).
5. Martapura, Kalimantan Selatan
Skor AQI US: 162 (Tidak Sehat).
6. Pontianak, Kalimantan Barat
Skor AQI US: 157 (Tidak Sehat).
7. Sampit, Kalimantan TengahÂ
Skor AQI US: 146 (Buruk).
8. Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Skor AQI US:132 (Buruk).
9. Jakarta
Skor AQI: 98 (sedang)
10. Medan
Skor AQI: 94 (sedang)Â
Buruknya kualitas udara di beberapa wilayah Indonesia juga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 30 September 2026, masih terdapat karhutla seluas 96,07 hektare di enam provinsi yang belum berhasil dipadamkan.
Luas area yang belum padam bertambah di Sumatera Selatan sebesar 4,15 hektare dan di Riau sebesar 0,5 hektare. Kabut asap akibat karhutla sebelumnya turut mengganggu aktivitas masyarakat.
Mengutip laman detikSumbagsel pada Minggu, 4 Oktober 2026, jarak pandang di Kota Jambi dilaporkan hanya sekitar 900 meter. Kondisi serupa juga terjadi di Palembang, dengan asap yang membuat mata terasa perih saat beraktivitas di luar ruangan.
Indikator Skor AQI US
Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kualitas udara berdasarkan kadar polutan. Semakin tinggi skor AQI US, semakin buruk kualitas udara dan semakin besar pula potensi dampaknya terhadap kesehatan.
Berikut kategori skor AQI US beserta penjelasannya:
0–50: Baik.
Kualitas udara tergolong bersih sehingga aktivitas di luar ruangan umumnya dapat dilakukan tanpa kekhawatiran berarti terkait polusi.
51–100: Sedang.
Kondisi udara masih dapat diterima oleh sebagian besar orang. Namun, kelompok yang sensitif terhadap polusi mungkin mengalami ketidaknyamanan.
101–150: Buruk.
Polusi mulai berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi orang yang sensitif atau memiliki masalah pernapasan.
151–200:
Tidak Sehat. Kualitas udara dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi.
201–300: Parah.
Tingkat polusi tinggi dan paparan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius. Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas luar ruangan.
301 ke atas: Berbahaya.
Polusi udara berada pada tingkat sangat tinggi dan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Sebaiknya tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan serta mengikuti anjuran dari otoritas kesehatan setempat.
Bunda, kualitas udara yang buruk perlu menjadi perhatian bersama karena dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Pantau informasi AQI secara berkala, kurangi aktivitas di luar ruangan ketika polusi meningkat, dan gunakan masker yang sesuai jika harus beraktivitas di luar.Â
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Hal Sepele Saat Menggoreng Lauk yang Berbahaya
Mom's Life
Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kasus Kematian Dini, Begini Cara Pantau Kualitas Udara
Mom's Life
Polusi Udara Jakarta-Tangsel Tinggi Pagi Ini, Perhatikan Hal yang Penting Dilakukan
Mom's Life
12 Tips Meminimalkan Paparan Terkena Polusi Udara
Mom's Life
Polusi Tinggi, Amankah Olahraga di Luar Rumah?
5 Foto
Mom's Life
Sherina Munaf Terjun Langsung Bantu Petugas Padamkan Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
UNICEF & KLHK Ungkap Dampak Krisis Iklim pada Anak, Pengaruhi Kesehatan hingga Pendidikan
Ancaman Polusi Udara pada Tumbuh Kembang Anak, Jangan Anggap Sepele Bun
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya