Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Tolong" dan "Terima Kasih", Bunda Perlu Tahu

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Kamis, 15 Oct 2026 14:25 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
Ilustrasi / Foto: Getty Images/iStockphoto/DeanDrobot
Daftar Isi
Jakarta -

Tidak semua orang terbiasa mengucapkan "tolong" atau "terima kasih" ketika mendapatkan bantuan atau menerima sesuatu. Padahal, dua ungkapan sederhana ini bukan sekadar bagian dari sopan santun, tetapi juga bisa mencerminkan perilaku seseorang, Bunda.

Dalam psikologi, kebiasaan mengucapkan "tolong" atau "terima kasih" dapat berkaitan dengan sejumlah aspek kepribadian dan perilaku sosial. Hal ini juga memiliki kaitan erat dengan pengelolaan emosi yang berkaitan dengan relasi hubungan dengan orang lain.

Psikolog berlisensi, Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., mengatakan bahwa kata "tolong" dan "terima kasih" merupakan landasan kohesi sosial, atau bisa juga disebut dorongan biologis agar bisa menjadi bagian dari suatu kelompok. Melansir dari lamanParade, ungkapan tersebut dapat memberikan rasa hormat dan dapat menghindari perselisihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, apa saja ciri kepribadian yang mungkin dimiliki orang yang selalu mengucapkan dua kata tersebut?

Simak penjelasan dari Bubun berikut ini!

Ciri kepribadian orang sering bilang "tolong" dan "terima kasih"

Bunda, berikut penjelasan ciri kepribadian orang yang selalu bilang "tolong" dan "terima kasih" menurut psikologi:

1. Kesadaran sosial tinggi

Jika seseorang mudah mengucapkan kedua ungkapan tersebut, maka ia biasanya memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Mereka adalah orang yang peka dan tahu bahwa perilaku mereka dapat mempengaruhi orang lain. Selain itu, mereka dapat melihat bagaimana orang lain bergerak dan berinteraksi.

"Secara keseluruhan, kesopanan yang kompulsif seringkali menggambarkan kepekaan seseorang terhadap norma sosial beserta dampaknya," ungkap McGeehan.

2. Cenderung mengalah atau patuh

Menurut McGeeHan, orang yang sangat memedulikan bagaimana ia dipandang orang lain seringkali hanya mengikuti keadaan. Akan tetapi, kebiasaan tersebut membuat mereka sulit terbuka untuk menyampaikan keinginan yang otentik dari diri mereka, atau bahkan mereka tidak tau dengan keinginan mereka sendiri.

Mereka akan berusaha menjaga situasi agar tetap aman, nyaman, dan harmonis, daripada menunjukkan diri yang sebenarnya. Dampaknya, karena terlalu sering menyesuaikan diri, mereka akan kesulitan untuk mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan.

3. Menghindari konflik

Kesopanan dengan mengucapkan kedua ungkapan tersebut merupakan upaya untuk menghindari perselisihan. Kata "tolong" dan "terima kasih" berfungsi sebagai alat atau mekanisme untuk mengurangi ketegangan di tengah konflik. Berbeda dengan seseorang yang bertindak atas dasar refleks sosial akan kesulitan dalam mengelola emosi.

4. Tanggung jawab internal yang tinggi

Beberapa individu merasa bertanggung jawab untuk menjaga hubungan interpersonal mereka. Beberapa orang merasa harus memastikan jika orang di sekitarnya tetap nyaman dan hubungan terus berjalan dengan baik tanpa adanya masalah. Terlalu sering mengucapkan "terima kasih" juga menggambarkan seseorang tersebut lebih banyak memikirkan orang lain dibanding dirinya sendiri.

5. Empati yang tinggi

McGeehan mengatakan, orang yang cepat mengucapkan kata "tolong" dan "terima kasih" seringkali memiliki kepekaan yang tinggi. Mereka sering membayangkan bagaimana rasanya ketika mereka diperlakukan dengan serupa. Hingga akhirnya, mereka sangat menghargai dan mengapresiasi sikap tersebut.

6. Terlatih dengan baik

Orang yang mudah mengucapkan "tolong" dan "terima kasih" biasanya sudah terlatih sejak mereka kecil. Kemungkinan anak dibesarkan di lingkungan yang mengutamakan sopan santun.Kebiasaan repetitif ketika kecil tersebut akan terbawa hingga dewasa dan akan muncul secara otomatis.

7. Tangguh

Mengutip Times of India, orang yang tetap mengucapkan kata "tolong" dan "terima kasih" bahkan dalam kondisi sulit atau tertekan merupakan orang yang tangguh. Meski mengalami hari yang buruk, mereka tidak berubah dalam memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Nah, itulah ciri kepribadian orang yang selalu bilang "tolong" dan "terima kasih" menurut psikolog.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda