moms-life
Lulusan Ilmu Komputer Disebut Makin Sulit Dapat Kerja, Ini Alasannya
HaiBunda
Selasa, 13 Oct 2026 20:40 WIB
Daftar Isi
-
Alasan lulusan ilmu komputer semakin sulit dapat kerja
- 1. Perusahaan mengharapkan lulusan baru memiliki keterampilan tingkat lanjut
- 3. AI mengambil alih
- 4. Lulusan baru bersaing dengan tuntutan industri yang terus berubah
- 5. Pekerja muda di bidang yang terdampak AI semakin sulit mendapatkan pekerjaan
- 6. Minat terhadap jurusan ilmu komputer mulai mengalami penurunan
Di era yang serba digital seperti sekarang, tampaknya jurusan kuliah ilmu komputer semakin diminati. Namun tahukah Bunda kalau banyak lulusan ilmu komputer disebut semakin sulit dapat kerja. Mengapa hal itu terjadi?
Lulus dari jurusan ilmu komputer selama ini sering dianggap sebagai modal kuat untuk mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi, terutama di industri teknologi. Namun kondisi pasar kerja kini mulai berubah.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), para lulusan baru justru menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan pekerjaan, khususnya di bidang pengembangan perangkat lunak (software development). Situasi ini menjadi tantangan bagi mahasiswa yang memilih ilmu komputer saat industri teknologi sedang mengalami lonjakan kebutuhan tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika sebelumnya perusahaan berlomba-lomba merekrut programmer, kini sebagian pekerjaan yang berkaitan dengan penulisan kode mulai dibantu, bahkan diambil alih, oleh AI. Akibatnya, lowongan untuk pekerja pemula semakin berkurang, sementara perusahaan mengharapkan kandidat memiliki kemampuan yang lebih matang sejak awal bekerja.
Berdasarkan analisis Associated Press (AP), tingkat pengangguran di kalangan lulusan baru ilmu komputer dan teknik komputer mencapai sekitar 7,1 persen. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut karena banyaknya mahasiswa yang masuk ke bidang ini ketika peluang kerja di industri teknologi sedang berkembang pesat.
Kini perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan Google semakin memanfaatkan AI untuk membantu menulis kode. Sementara itu, sejumlah perusahaan besar lainnya, termasuk Amazon, melakukan pengurangan tenaga kerja ketika pengeluaran untuk pengembangan AI terus meningkat.
Analisis Federal Reserve terhadap data situs pencarian kerja Indeed juga menunjukkan bahwa jumlah lowongan di bidang pengembangan perangkat lunak jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Meski demikian,, peluang kerja bagi lulusan ilmu komputer belum sepenuhnya tertutup.
Sejumlah perusahaan di luar industri teknologi, termasuk bisnis berskala kecil, mulai mencari tenaga kerja yang mampu membantu mereka memahami dan memanfaatkan AI. Pergeseran ini turut mendorong perguruan tinggi untuk menyesuaikan kurikulum agar lulusannya memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Alasan lulusan ilmu komputer semakin sulit dapat kerja
Berikut alasan lulusan ilmu komputer semakin sulit mendapat pekerjaan.
1. Perusahaan mengharapkan lulusan baru memiliki keterampilan tingkat lanjut
Berkurangnya pekerjaan untuk pemula bukan satu-satunya tantangan. Perusahaan juga mulai meningkatkan standar perekrutan dengan mengharapkan kandidat mampu menangani tanggung jawab yang sebelumnya diberikan kepada pekerja berpengalaman.
Nicholas Mattei, profesor madya ilmu komputer di Tulane University, mengungkapkan bahwa perusahaan kini meminta perguruan tinggi mempersiapkan lulusan dengan kemampuan yang lebih tinggi.
"Semua perusahaan kembali kepada kami dan mengatakan, 'Oh, kalian perlu melatih orang-orang ini dengan lebih baik lagi. Mereka harus mampu langsung menjalankan peran manajemen tingkat menengah, bukan sekadar menjadi pengembang junior atau pemula,'" ujar Mattei dilansir dari Independent.
Ia menilai tuntutan tersebut cukup mengejutkan karena lulusan baru seharusnya memiliki kesempatan memulai karier dari posisi awal dan mengembangkan kemampuan secara bertahap. Di sisi lain, perkembangan AI membuat perusahaan mencari kandidat yang bisa langsung berkontribusi tanpa membutuhkan terlalu banyak pelatihan.
Akibatnya, lulusan baru menghadapi kesenjangan antara keterampilan yang mereka miliki dan ekspektasi pemberi kerja.
3. AI mengambil alih
Kemampuan AI dalam membantu menulis kode menjadi salah satu perubahan besar yang memengaruhi industri perangkat lunak. Tugas yang sebelumnya dikerjakan programmer, seperti menyusun kode dasar atau membantu proses pengembangan aplikasi, kini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi tersebut.
Perubahan ini tidak berarti seluruh pekerjaan programmer akan hilang. Namun perusahaan mulai membutuhkan tenaga kerja yang mampu menggunakan AI secara efektif, memeriksa hasilnya, serta memastikan teknologi tersebut menghasilkan solusi yang tepat.
Tracy Camp, direktur eksekutif sekaligus CEO Computing Research Association, menjelaskan bahwa industri kini mencari pekerja yang bisa mengawasi penggunaan AI dan tidak menerima hasilnya begitu saja. Menurut Camp, keterampilan tersebut selama ini lebih umum ditemukan pada pekerja yang telah memiliki pengalaman profesional.
Jadi, lulusan ilmu komputer tidak cukup hanya menguasai bahasa pemrograman. Mereka juga perlu memahami cara mengevaluasi hasil kerja AI, menemukan kesalahan, serta menentukan apakah solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
4. Lulusan baru bersaing dengan tuntutan industri yang terus berubah
Perubahan kebutuhan tenaga kerja membuat pencarian pekerjaan menjadi pengalaman yang melelahkan bagi sebagian lulusan baru. Jack Zemke, lulusan ilmu komputer dari Tulane University, bercerita bahwa dirinya telah mengirimkan ratusan lamaran pekerjaan, namun sebagian besar tidak mendapatkan tanggapan.
Jelang kelulusannya, Zemke bahkan sempat mempertimbangkan untuk kembali tinggal bersama orangtua. Kesempatan kerja akhirnya datang ketika ia mempresentasikan proyek kelompok berupa perangkat pencarian berbasis AI dalam sebuah konferensi teknik.
Zemke pun langsung menyambut kesempatan itu. Setelah bekerja selama satu tahun di perusahaan teknik sipil tersebut, ia akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan rintisan teknologi AI pada musim panas tahun ini.
Ia menggambarkan kondisi industri saat ini sebagai situasi yang bergerak sangat cepat dan penuh ketidakpastian.
"Pekerjaan-pekerjaan ini mengharapkan Anda bisa langsung terjun dan bekerja di garis depan perkembangan teknologi. Perubahannya begitu cepat. Ada orang yang terkena PHK, ada pula yang meninggalkan pekerjaan. Saat ini, semuanya benar-benar terasa kacau," ujar Zemke.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa peluang kerja bagi lulusan ilmu komputer masih tersedia, namun jalurnya tidak selalu sesuai dengan gambaran karier yang mereka bayangkan ketika memilih jurusan.
5. Pekerja muda di bidang yang terdampak AI semakin sulit mendapatkan pekerjaan
Dampak AI terhadap pasar kerja juga terlihat dalam data ketenagakerjaan. Menurut Stanford Digital Economy Lab, tingkat pekerjaan bagi pekerja berusia awal 20-an di bidang yang terpapar AI, termasuk pengembangan perangkat lunak, berada 19 persen di bawah tingkat yang diperkirakan akan tercapai jika pertumbuhannya mengikuti bidang pekerjaan yang lebih sedikit terdampak AI.
Badan Sensus Amerika Serikat juga menyamakan penurunan kesempatan kerja tersebut dengan situasi yang dihadapi seseorang ketika lulus kuliah di tengah resesi besar. Angka ini menunjukkan bahwa perubahan teknologi dapat memberikan dampak berbeda berdasarkan tingkat pengalaman pekerja.
Karyawan senior mungkin lebih siap menghadapi perubahan karena telah memiliki pengetahuan praktis, pengalaman menyelesaikan masalah, dan kemampuan mengambil keputusan. Sebaliknya, pekerja pemula biasanya mengandalkan pekerjaan tingkat awal untuk memperoleh pengalaman itu.
Ketika posisi junior semakin terbatas, lulusan baru berisiko kehilangan kesempatan untuk membangun keterampilan yang dibutuhkan agar dapat naik ke jenjang karier berikutnya.
Tracy Camp pun memperingatkan bahwa perusahaan perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan perekrutan mereka.
"Jika mereka tidak mengubah cara perekrutan yang dilakukan saat ini, dalam beberapa tahun ke depan mereka tidak akan memiliki tenaga kerja tingkat menengah dalam karier mereka," kata Camp.
Peringatan menyoroti pentingnya memberi kesempatan kepada lulusan baru. Tanpa jalur masuk yang memadai, perusahaan bisa kesulitan menemukan pekerja berpengalaman yang siap mengisi posisi strategis pada masa mendatang.
6. Minat terhadap jurusan ilmu komputer mulai mengalami penurunan
Ketatnya persaingan kerja juga memengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih jurusan. Setelah jumlah lulusan baru ilmu komputer dan teknik komputer meningkat tiga kali lipat selama sekitar satu dekade hingga mencapai sekitar 362 ribu orang pada 2024, jumlah mahasiswa yang mengambil bidang tersebut mulai menunjukkan penurunan.
Data terbaru dari National Student Clearinghouse Research Center menunjukkan bahwa pada musim semi tahun ini, jumlah mahasiswa ilmu komputer dan informasi di institusi pendidikan tinggi empat tahun di Amerika Serikat turun 8,4 persen.
Perubahan ini mengindikasikan bahwa sebagian calon mahasiswa mulai mempertimbangkan kembali prospek karier di industri teknologi. Mereka tidak hanya melihat potensi gaji dan peluang kerja, tapi juga memperhitungkan perubahan kebutuhan perusahaan akibat perkembangan AI.
Penurunan minat tersebut tidak langsung berarti ilmu komputer kehilangan relevansinya. Justru, kemampuan memahami teknologi masih dibutuhkan oleh berbagai industri, mulai dari bisnis hingga kehutanan.
Tantangan bagi mahasiswa dan perguruan tinggi adalah menyesuaikan keterampilan dengan perubahan kebutuhan pasar kerja. Penguasaan pemrograman tetap penting, namun perlu dilengkapi dengan kemampuan menggunakan AI, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan memahami penerapan teknologi dalam dunia nyata.
Dengan persiapan yang lebih relevan, lulusan ilmu komputer tetap memiliki peluang membangun karier. Di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat, gelar akademik saja semakin sulit menjadi jaminan untuk memperoleh pekerjaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Lulusan Teknik Komputer dan Ilmu Komputer Alami Pengangguran Tertinggi, Ini Kata Riset Terbaru
Mom's Life
5 Kebiasaan di Kantor yang Bikin Kerja Tak Produktif, Kerjaan Jadi Lama Selesai
Mom's Life
10 Cara Bisa Bahagia di Tempat Kerja, Biar Pulang ke Rumah Enggak Ngomel Bun
Mom's Life
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Mom's Life
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Mom's Life
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Pekerjaan yang Cocok untuk Orang Ekstrovert, dari Marketing hingga Public Relations
10 Pekerjaan yang Cocok untuk Shio Tikus, Sesuai Karakter dan Kepribadian
10 Pekerjaan yang Cocok untuk Shio Kelinci, Ada Peluang Bawa Kesuksesan