moms-life
Orang yang Suka Baca Buku Fiksi Cenderung Miliki Mental Lebih Sehat, Ini Penjelasannya
HaiBunda
Senin, 19 Oct 2026 16:30 WIB
Daftar Isi
-
Manfaat membaca buku fiksi baik untuk kesehatan mental
- 1. Kita dapat belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain
- 2. Kita bisa memiliki rentang perhatian yang lebih panjang
- 3. Kita bisa tahu cara menggunakan imajinasi dengan tepat
- 4. Mereka menghabiskan lebih sedikit waktu menatap layar
- 5. Kita dapat melarikan diri dari masalah
- 6. Kita dapat menerima perspektif orang lain
- 7. Kita tidak akan pernah keberatan menghabiskan waktu sendirian
Membaca buku fiksi bukan sekadar cara untuk mengisi waktu luang atau menikmati cerita yang menarik. Kebiasaan ini juga bisa membuat seseorang memiliki mental yang lebih sehat karena mampu mengenali emosi dan perasaan diri sendiri, Bunda.
Banyak orang berpikir buku non fiksi adalah yang terbaik karena lebih mudah untuk mendapatkan pelajaran tentang hidup. Namun pada kenyataannya, buku fiksi bahkan bisa lebih baik untuk kesehatan mental seseorang. Pasalnya dalam cerita fiksi, pembaca diajak menyelami pengalaman yang mungkin belum pernah mereka alami secara langsung.
Manfaat membaca buku fiksi baik untuk kesehatan mental
Ada beberapa alasan kenapa orang yang suka membaca buku fiksi cenderung memiliki mental yang lebih sehat, Bunda. Simak 7 alasannya berikut ini, seperti melansir dari laman Your Tango:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kita dapat belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain
Banyak orang yang suka membaca fiksi mengatakan bahwa sebagian dari daya tariknya adalah kemampuan untuk merasakan pengalaman orang lain. Mereka bisa belajar tentang orang dan tempat baru tanpa harus meninggalkan rumah.
Menurut penelitian dari British Journal of General Practice tahun 2020, orang yang membaca buku fiksi merasa seperti sedang mengalami pengalaman tokoh dalam cerita tersebut. Perasaan larut dalam buku bukanlah sekadar imajinasi. Hal ini tidak hanya membantu mereka memahami orang lain dengan lebih baik, tetapi juga membantu belajar bagaimana bereaksi terhadap berbagai situasi.
2. Kita bisa memiliki rentang perhatian yang lebih panjang
Membaca fiksi dapat memaksa orang untuk fokus pada sesuatu dalam waktu yang lebih lama. Buku setebal 300 halaman membutuhkan perhatian yang jauh lebih besar daripada video pendek Instagram berdurasi 30 detik. Orang yang suka membaca buku fiksi memiliki keterampilan untuk fokus di semua aspek kehidupan.
3. Kita bisa tahu cara menggunakan imajinasi dengan tepat
Kebanyakan orang tidak banyak memikirkan imajinasi mereka setelah dewasa. Membaca fiksi tampak sangat berbeda dari bermain dengan boneka, tetapi tetap mengaktifkan bagian otak dengan cara yang penting.
Segala jenis dunia fiksi membutuhkan seseorang untuk menggunakan imajinasinya. Hal itu membantu pada akhirnya dapat mengembangkan keterampilan yang lebih konkret, seperti pemecahan masalah dan empati.
4. Mereka menghabiskan lebih sedikit waktu menatap layar
Banyak orang lebih suka membaca e-book di tablet. Namun, sulit untuk mengatakan bahwa waktu yang dihabiskan seseorang untuk membaca di tablet sama dengan waktu yang dihabiskan orang lain di TikTok.
Ada bukti bahwa membaca buku fisik lebih bermanfaat daripada membaca buku di layar. Tetapi, apa pun cara membacanya yang dipilih, intinya adalah hal itu memengaruhi kesehatan mental mereka dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan kebiasaan membaca berita negatif di internet.
5. Kita dapat melarikan diri dari masalah
Buku adalah bentuk pelarian yang sehat yang mudah disalahpahami karena orang mengira itu sama dengan penghindaran. Padahal, membaca fiksi bukan berarti seseorang menolak untuk menghadapi masalahnya.
Sebaliknya, ini adalah cara bagi mereka untuk mengalihkan perhatian sejenak. Cerita fiksi membawa pembaca ke dunia lain sehingga mereka dapat melupakan dunia mereka sendiri untuk sementara waktu. Ini adalah cara sederhana untuk menghilangkan stres tanpa benar-benar memperburuk masalah, Bunda.
6. Kita dapat menerima perspektif orang lain
Ketika seseorang terbawa dalam sebuah cerita, mudah untuk melupakan bahwa cerita itu ditulis oleh orang lain yang mungkin tidak memiliki pendapat yang sama. Kita mungkin tidak setuju dengan pendapat orang lain. Tapi di cerita fiksi, perspektif yang berbeda bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.
Memahami bahwa setiap orang memiliki perspektif yang berbeda adalah salah satu bagian mendasar dalam memecahkan masalah. Nah, membaca buku fiksi dapat mengajarkan pelajaran penting kepada pembaca tentang bagaimana menghargai dan menerima perspektif orang lain.
7. Kita tidak akan pernah keberatan menghabiskan waktu sendirian
Bagi sebagian orang, waktu sendirian terdengar seperti siksaan. Tapi tidak bagi orang yang suka membaca buku fiksi, Bunda.
Introspeksi yang muncul saat menyendiri dapat membantu orang-orang ini belajar siapa diri mereka sebenarnya. Di sisi lain, orang mungkin tidak merasa benar-benar sendirian saat membaca tentang karakter favorit mereka, tetapi itu tetap merupakan cara bagi mereka untuk merasa lebih nyaman berada sendirian.
Demikian penjelasan tentang alasan kenapa orang yang suka membaca buku fiksi cenderung memiliki mental yang lebih sehat. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Anniversary Mommies Daily ke-10 Ajak Bunda Lebih Peduli Kesehatan Mental
Mom's Life
10 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Saat Kelelahan Mental, Bisa Jadi Kamu Mengalaminya
Mom's Life
Tanpa Disadari, Ini 6 Tanda Seseorang Sedang Dimanfaatkan Menurut Psikolog
Mom's Life
Tak Hanya Fisik Bun, Kesehatan Mental Juga Penting Dijaga Saat Pandemi
Mom's Life
4 Alasan Orang Tua Perlu Periksa Kesehatan Mentalnya, Bunda Perlu Tahu
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Zhao Lusi Bintang Hidden Love Sebelum Jatuh Sakit hingga Pakai Kursi Roda dan Akui Alami Depresi
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Kebiasaan Kecil yang Bisa Melatih Otak agar Lebih Bahagia
Cara Mengenali Orang Berkelas & Cerdas saat Ngobrol Sehari-hari
Suka Melakukan Ini Saat Ngobrol? Hati-hati, Kamu Bisa Terlihat Kurang Pintar