Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Kamis, 15 Oct 2026 09:45 WIB

Lomba tidur di Jepang
Ilustrasi / Foto: Getty Images/janiecbros

Bunda, siapa sangka kegiatan tidur yang biasanya dilakukan untuk rehat dari berbagai kegiatan dapat menjadi ajang lomba dengan jumlah hadiah fantastis. Lomba tidur di Jepang baru-baru ini menarik perhatian publik.

Jepang dikenal sebagai negara yang sibuk dalam urusan bekerja. Tidak sedikit warganya yang kelelahan dan banyak mengorbankan waktu tidur demi pekerjaannya.

Hal ini didukung dengan adanya data Organisation for European Economic Co‑operation (OECD), yang memaparkan bahwa Jepang jadi negara dengan waktu tidur paling sedikit di antara negara-negara yang tergabung di OECD. Rata-rata waktu tidur orang Jepang adalah tujuh jam 24 menit sehari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Latar belakang jam tidur yang sedikit itulah yang membuat perusahaan kasur di Jepang, Koala Mattress, menyelenggarakan lomba tidur di Jepang. Lomba tidur ini dinamai Matt Race.

Pelaksanaan lomba tidur di Jepang, berhadiah Rp233 juta

Awal Oktober tahun ini, puluhan orang berkumpul untuk mengikuti lomba tidur. Melansir laman News on Japan, perlombaan ini terdiri dari tiga balapan dengan sekitar 25 orang di masing-masing, sehingga total sekitar 75 peserta. Para peserta merupakan gabungan pria dan perempuan dari usia 20-an hingga 50-an.

Semua peserta berbaring di kasur masing-masing sambil diberikan alat pelacak tidur selama 90 menit. Penentuan pemenang dipilih berdasarkan seberapa cepat dan nyenyak mereka tidur.

Tempat tidur disusun di seluruh area kompetisi. Para peserta berusaha untuk tertidur setelah lampu diredupkan dan sesi dimulai dengan sinyal selamat malam. Ada beberapa peserta tampak langsung tertidur. Namun, ada pula yang kesulitan karena lingkungan yang tidak dikenal, kamera, dan aktivitas lain di tempat tersebut.

Penyelenggara meminta peserta untuk tidak datang dalam keadaan kurang tidur demi mendapatkan keuntungan. Peserta diharapkan hadir dalam kondisi yang cukup sehat dan istirahat.

Direktur kreatif di penyelenggara Koala Sleep Japan, Riichiro Nakama menyampaikan alasan di balik penyelenggaraan lomba tidur ini. "Jepang sering digambarkan sebagai negara yang mengalami kurang tidur, dan orang-orang di sini sangat rajin," kata Nakama, dilansir Japan Today.

Di dalam ruangan yang remang-remang, peserta tidur dengan monitor di kepala mereka. Beberapa peserta bahkan menggendong boneka di tempat tidur mereka.

"Dengan mengubahnya menjadi acara seperti ini, saya pikir kita bisa membuat orang-orang tidur bersama, meningkatkan minat pada tidur," ujarnya.

Tidak main-main, hadiah untuk pemenang utama lomba tidur di Jepang ini mencapai Rp233 Juta. Suimii, pemenang kontes tidur ini menyampaikan rencananya untuk menggunakan hadiah tersebut. 

"Aku ingin tinggal sendiri, jadi aku pikir aku akan menggunakan uangnya untuk biaya pindahan," kata Suimii.

 "Aku juga ingin tempat tidur seperti putri, jadi aku pikir aku akan membeli tempat tidur itu," sambungnya.

Lomba tidur di Jepang ini bukan sekadar ajang untuk memperebutkan hadiah bernilai fantastis, Bunda. Melalui Matt Race, penyelenggara juga ingin mengajak masyarakat lebih memperhatikan pentingnya tidur bagi kesehatan.

Di tengah kesibukan sehari-hari, tidur yang cukup sering kali terlupakan, padahal tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan energi. Jadi, jangan sampai keinginan menyelesaikan berbagai pekerjaan membuat Bunda mengorbankan waktu tidur, ya!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda