moms-life
Cara Mengenali Orang dengan Empati Kognitif Tinggi dari Ucapannya
HaiBunda
Jumat, 23 Oct 2026 18:45 WIB
Bunda mungkin pernah bertemu dengan orang yang seolah bisa memahami perasaan orang lain tanpa perlu banyak penjelasan. Mereka peka terhadap perubahan nada bicara, pilihan kata, hingga ekspresi kecil yang menunjukkan kondisi emosional seseorang.
Kemampuan tersebut dapat menjadi tanda seseorang memiliki empati kognitif yang tinggi. Mereka mampu memahami sudut pandang dan perasaan orang lain secara alami, bahkan ketika hal itu tidak disampaikan secara langsung.
Menariknya, empati kognitif juga dapat terlihat dari cara seseorang berbicara. Pilihan kata yang digunakan biasanya membuat lawan bicara merasa didengar, dipahami, dan tidak mudah dihakimi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengenali orang empati kognitif tinggi dari ucapannya
Dilansir Your Tango, berikut beberapa ucapan yang dapat Bunda kenali dari orang dengan empati kognitif tinggi:
1. “Aku mengerti mengapa kamu merasa seperti itu”
Orang-orang dengan kesadaran emosional yang kuat dapat tidak setuju dengan seseorang sambil tetap memahami sudut pandang mereka.
Mereka dapat melihat suatu situasi dari sudut yang berbeda dan menyadari bahwa sesuatu mungkin telah memengaruhi orang lain secara berbeda.
Menunjukkan pemahaman dapat mencegah percakapan berubah menjadi perdebatan. Tanpa memihak atau mengatakan bahwa orang lain benar, mereka memberi ruang bagi perspektif lain, yang dapat membuat orang merasa didengar alih-alih dihakimi.
2. “Itu mungkin tidak mudah bagimu”
Seseorang yang secara alami peka terhadap orang lain mungkin akan menyadari ketika seseorang telah melewati masa-masa sulit, bahkan jika mereka tidak mengetahui keseluruhan ceritanya.
Mereka dapat mengenali ketika sesuatu telah menguras banyak energi seseorang. Ini adalah cara kecil dan bijaksana untuk menunjukkan bahwa mereka memperhatikan.
Membuat orang lain merasa diperhatikan jauh lebih bermakna daripada terburu-buru memperbaikinya atau mengabaikannya begitu saja.
3. “Apa yang ingin kamu lakukan?”
Sebelum memberikan saran atau solusi, orang yang sangat jeli cenderung bertanya apa yang sebenarnya ingin dilakukan seseorang ketika mereka menghadapi masalah.
Hal itu memberi orang lain ruang untuk membuat pilihan mereka sendiri sambil tetap menunjukkan bahwa mereka peduli. Terkadang, orang hanya membutuhkan seseorang yang cukup mempercayai mereka untuk menanyakan pendapatnya.
4. “Sebelumnya saya tidak memahami sudut pandang kamu”
Orang yang mahir membaca orang lain biasanya juga nyaman mengakui ketika mereka melewatkan sesuatu.
Alih-alih bersikap defensif, mereka dapat mundur selangkah dan menyadari bahwa ada sisi lain dari situasi tersebut yang sebelumnya tidak mereka pertimbangkan.
Mereka bersedia mendengarkan dan mempertimbangkan kembali berbagai hal, kemudian memberikan kesempatan yang adil kepada perspektif orang lain. Kemampuan untuk mengakui bahwa mereka tidak melihat sesuatu sebelumnya adalah kualitas yang cukup menyegarkan dalam sebuah percakapan.
5. “Sepertinya ada hal lain yang perlu diketahui”
Ketika cerita yang diceritakan seseorang tidak sepenuhnya menggambarkan keseluruhan gambaran, orang yang sangat berempati mengetahuinya.
Mereka memperhatikan perubahan nada, perilaku, dan bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang lebih terjadi di balik permukaan.
Mereka memastikan untuk tetap membuka pintu agar orang tersebut dapat berbagi lebih banyak jika mereka mau, dan hanya jika mereka mau. Menginterogasi seseorang hanya akan membuat mereka menjauh dan menutup diri.
6. “Aku mengerti maksud kamu”
Mereka dengan pemahaman intuitif tentang orang lain sangat pandai menempatkan diri pada posisi orang lain.
Bahkan, jika mereka melihat sesuatu secara berbeda, mereka tetap memahami alasan di balik pikiran atau emosi seseorang dan tidak langsung menghakimi atau tidak setuju. Keterbukaan semacam itu dapat membuat interaksi terasa lebih santai dan saling menghormati.
7. “Aku juga akan merasakan hal yang sama”
Alih-alih berasumsi bahwa mereka akan menangani suatu situasi dengan sempurna, seseorang yang sangat jeli dalam mengamati orang lain dapat membayangkan apa yang sebenarnya akan mereka lakukan.
Keadaan tertentu mungkin juga akan memunculkan perasaan serupa dalam dirinya, dan tidak takut untuk mengungkapkannya.
Hal itu membuat seseorang merasa tidak terlalu sendirian dalam reaksinya. Mendapatkan kepastian tidak selalu mudah, terutama ketika segala sesuatunya tampak sederhana dari luar.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan oleh orang dengan empati kognitif tinggi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Kata-kata Bijak dalam Bahasa Inggris untuk Memotivasi Bunda
Mom's Life
35 Kata-Kata Rindu Ibu yang Sudah Meninggal, Sampaikan Isi Hati
Mom's Life
45 Kata-kata Bijak Bahasa Inggris dari Orang Terkenal, Bunda Relate?
Mom's Life
50 Kata-Kata Bahasa Inggris Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption Instagram
Mom's Life
35 Kata-Kata Bijak Kecewa pada Pasangan, Semangat Move On Bun
Mom's Life
50 Kata-Kata Bijak Tentang Hubungan Kakak Adik, Ungkapan Rasa Sayang
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Kalimat yang Diucap Orang dengan Kecerdasan Sosial Rendah
9 Kalimat yang Bisa Bikin Orang Narsistik Tersinggung, Padahal Terdengar Biasa
7 Kalimat Orang Cerdas saat Ingin Bilang "Kan, Sudah Dibilang" Tanpa Terdengar Menyebalkan