Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

3 Cara Membuat Kue Nagasari agar Tidak Keras dan Tetap Lembut

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 20 Oct 2026 17:55 WIB

Ilustrasi nagasari
Ilustrasi Cara Membuat Kue Nagasari agar Tidak Keras dan Tetap Lembut/Foto: Getty Images/Kathleen Juanda Teo
Daftar Isi
Jakarta -

Kue nagasari merupakan salah satu jajanan tradisional yang masih populer hingga kini. Rasanya yang manis dengan tekstur lembut membuat kue ini digemari banyak orang.

Ciri khas kue nagasari terletak pada isian potongan pisang yang manis dan legit. Kue ini biasanya dibungkus dengan daun pisang sehingga memiliki aroma yang khas.

Bunda bisa membuat kue nagasari sendiri di rumah dengan bahan-bahan sederhana. Penasaran bagaimana cara membuatnya? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


3 Cara membuat kue nagasari agar tidak keras dan tetap lembut

Meski terbilang mudah, Bunda perlu memperhatikan langkah-langkahnya dengan tepat agar tidak keras dan lembut. Berikut beberapa resepnya:

1. Resep nagasari

Dikutip dari buku Resep Rumahan Terfavorit (Kue Kering, Kering Keripik, Agar-agar & Puding, Salad & Rujak, Minuman Segar, Jajanan Pasar) karya Mbak Yayuk, berikut cara membuat nagasari.

Bahan:

  • 500 gram tepung beras
  • 100 gram tepung kanji
  • 1 butir kelapa untuk santan
  • 1 sdm gula pasir
  • Pisang raja yang sudah tua secukupnya
  • Daun pisang untuk bungkus secukupnya

Cara membuat:

  1. Pisang dipotong-potong, kira-kira 1 pisang dijadikan empat potong.
  2. Campur kedua tepung dengan santan yang sudah dihangatkan lebih dulu, lalu uleni sampai rata, terus campurkan gula dan garam.
  3. Daun pisang digulung, taruh adonan dalam daun tadi.
  4. Tiap gulung diberi satu potong pisang, kemudian lipat jangan sampai pecah.
  5. Kukus sampai matang, baru angkat dan hidangkan jika sudah dingin.

2. Resep nagasari isi ayam

Bahan adonan tepung:

  • 300 gram tepung beras
  • 50 gram tepung sagu
  • 100 gram gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, ikat
  • 750 ml santan dari 1 butir kelapa

Bahan isi:

  • 1/2 potong daging dada ayam, kukus matang, suwir-suwir, dan tumbuk
  • 200 ml santan dari 1/3 butir kelapa
  • 1 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
  • 1 sdm gula pasir
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu (haluskan):

  • 4 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar sangrai
  • 10 butir merica bulat
  • Garam secukupnya

Bahan pelengkap:

  • Daun pisang, bersihkan, buat menjadi lembaran-lembaran
  • Dandang kukusan, didihkan airnya

Cara membuat:

  1. Buat adonan tepung seperti resep nagasari.
  2. Isi: Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan ayam tumbuk, santan, daun jeruk, dan gula pasir. Masak sambil diaduk-aduk hingga santan meresap dan hampir kering. Lalu, angkat dan biarkan dingin.
  3. Ambil selembar daun pisang, beri 3 sdm adonan panas-panas, pipihkan. Letakkan 1 sdt penuh adonan isi lalu lipat dan bungkus menyerupai bentuk segitiga, sematkan dengan lidi. Lakukan hal yang sama hingga bahan habis.
  4. Kukus nagasari ayam hingga matang selama kurang lebih 45 menit. Setelah itu, angkat dan sajikan setelah dingin.

3. Resep nagasari pandan

Bahan:

  • 200 gram tepung beras putih
  • 350 ml santan
  • 1 sdt garam
  • 100 gram gula pasir
  • 1 helai daun pandan
  • 2 helai daun pisang
  • 2 buah pisang nangka, diiris tipis

Cara membuat:

  1. Campurkan tepung beras putih, santan, garam, gula, daun pandan, dan pasta pandan.
  2. Setelah itu, aduk dan masak sampai mengental.
  3. Ambil daun pisang. Kemudian, isi dengan adonan dan pisang. Kemudian, bungkus.
  4. Kukus selama 15 menit. Setelah itu, angkat dan sajikan.

Nah, itulah beberapa resep nagasari yang dapat Bunda sajikan di rumah sebagai camilan. Selamat mencoba, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda