moms-life
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengulang Cerita yang Sama
HaiBunda
Sabtu, 10 Oct 2026 22:00 WIB
Daftar Isi
Bunda mungkin pernah merasa bosan ketika seseorang terus mengulang cerita yang sama, bahkan kisah yang sudah didengar berkali-kali.
Meski terdengar sepele, kebiasaan tersebut ternyata dapat mencerminkan sisi tertentu dari kepribadian seseorang.
Bagi sebagian orang, mengulang cerita bukan sekadar ingin didengarkan kembali. Ada kenangan, emosi, atau pengalaman tertentu yang masih terasa bermakna sehingga membuat mereka senang membagikannya kepada orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan ini juga bisa menjadi cara untuk membangun kedekatan dengan orang sekitar. Dari cerita yang terus dibagikan, seseorang dapat menunjukkan hal yang dianggap penting dalam hidupnya sekaligus menjaga hubungan dengan orang-orang yang mendengarkan.
7 Ciri kepribadian orang yang suka mengulang cerita
Dirangkum Your Tango, jika sering mengulang cerita yang sama berkali-kali, kemungkinan Bunda memiliki beberapa ciri kepribadian berikut:
1. Sedikit kurang percaya diri
Orang sering mengulang cerita karena berbagai alasan, tetapi salah satunya mungkin untuk mendapatkan pengakuan.
Hal ini terutama berlaku ketika cerita tersebut melibatkan kesulitan atau masalah yang belum terselesaikan.
Bagi sebagian orang, menceritakan kembali kejadian tersebut adalah cara untuk mendapatkan kepercayaan diri dalam pemahaman mereka tentang apa yang terjadi atau bagaimana mereka menanggapi cobaan emosional.
Mereka membutuhkan pengulangan untuk merasa lebih yakin dengan reaksinya, dan dengan setiap cerita kembali, mereka mendapatkan sedikit lebih banyak kepercayaan diri, terutama ketika mendapat validasi dari orang yang diceritakan.
2. Suka dengan nostalgia
Kenangan indah sering kali membuat kita merasa nyaman. Menceritakan kisah-kisah masa kecil di sekolah bersama teman-teman masa kecil seperti membungkus diri dengan selimut hangat.
Penelitian bahkan menunjukkan bahwa para penjaga kenangan ini seperti lem yang menyatukan dan menghubungkan orang-orang melalui masa lalu yang sama. Mengingat kembali saat-saat bahagia dan menenangkan membawa keteraturan pada kekacauan, terutama ketika kita merasa sedih.
Hal itu memperbaiki suasana hati dan menginspirasi kita untuk membantu orang lain. Yang terpenting adalah hal itu membuat kita ingin berada di dekat orang-orang yang kita cintai.
3. Rajin dan suka membantu
Terkadang, ketika seseorang mengulang sebuah cerita, mereka mencoba mengajarkan kembali pelajaran yang mereka peroleh dari pengalaman tersebut.
Profesor Adam Galinsky dari Columbia Business School menjelaskan bahwa Bunda ingin mengulanginya berulang-ulang, hal itu menciptakan rasa kelancaran, yang meningkatkan pemahaman dan kebenaran, nilai, serta validitas.
Dengan mengulang sebuah cerita berulang kali, pendengar terus menyerap detail-detailnya dan bahkan mungkin menangkap sesuatu yang terlewatkan pada beberapa kali pertama.
4. Berempati dan sensitif
Orang yang empatik dan sensitif merasakan sesuatu secara mendalam. Jika sesuatu telah memengaruhi mereka, baik atau buruk, mereka perlu mengingat kembali cerita dan perasaan tersebut untuk mengatasinya.
Orang yang sangat sensitif juga rentan mengalami apa yang oleh para ahli disebut memori tujuan. Sederhananya, mereka lupa kepada siapa mereka pernah menceritakan kisah sebelumnya.
Manusia pada umumnya mengalami kesulitan dengan memori tujuan, tetapi orang yang sangat sensitif dan empatik, terutama ketika mengalami emosi yang meningkat, lebih kesulitan lagi.
5. Bisa merasa kesepian
Jika semakin tua, bisa terbiasa mengulanginya karena dunia mereka tiba-tiba menjadi sedikit lebih kecil.
Terkadang hal itu bisa terasa kesepian. Ketika hidup menjadi sedikit kurang sibuk dan hiruk pikuk, cerita-cerita lama menjadi lebih berharga, sehingga lebih sering diceritakan.
Ini adalah cara untuk menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Ini adalah cara agar mereka tetap relevan ketika hidup terkadang terasa seperti berlalu begitu saja.
6. Mudah bosan
Mereka berbagi momen-momen menyenangkan dalam hidupnya, dan ketika hidup terasa sedikit membosankan, mereka mengeluarkan kenangan terbaiknya untuk menghadirkan kembali sedikit kebahagiaan.
Mereka ingin berkontribusi secara bijaksana dalam percakapan tanpa berbohong, jadi mereka mengulang cerita yang sudah didengar beberapa kali karena tahu itu cerita yang bagus.
7. Bijaksana
Mengulang cerita dapat menjadi cara untuk merenungkan sesuatu. Penulis Antonio Rossini dan Christos Stubakos menjelaskan dalam bukunya, Repeating Words, Retelling Stories: Repetetion, Variation, and Serial Significance in Literature, bahwa pengulangan tidak hanya berfungsi untuk memperkuat suatu konsep, tetapi juga untuk menciptakan makna baru.
Dengan mengulang sebuah cerita, mereka dapat menganalisisnya lebih lanjut, memahami konteksnya lebih dalam, dan mungkin mengoreksi orang lain dan dirinya sendiri di sepanjang prosesnya.
Ini adalah proses memecahkan masalah secara langsung. Ini hanyalah cara berpikir dan berbagi yang kolaboratif.
Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang yang suka mengulang cerita. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
11 Ciri Kepribadian Orang yang Justru Produktif Menjelang Tidur
Mom's Life
4 Ciri Kepribadian Menarik Orang yang Lahir di Tanggal 26
Mom's Life
Alasan Mengapa Orang dengan Golongan Darah O Jadi yang Terfavorit di Korea
Mom's Life
4 Ciri Kepribadian Orang yang Lahir di Bulan April, Suka Ketenangan tapi Penuh Ide
Mom's Life
10 Ciri Perempuan Tangguh Bisa Lepas dari Masalah, Bisa Mencintai Diri Sendiri
Mom's Life
9 Ciri Kepribadian Dilihat dari Buah Favorit, Bunda Suka yang Mana?
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri Kepribadian Orang yang Sering Kirim Chat, Foto & Link ke WhatsApp Sendiri
Orang yang Suka Mengabaikan Panggilan Nomor Tak Dikenal Punya Ciri Kepribadian Ini
Punya Nama Awalan D? Ini Ciri Kepribadian yang Sering Dikaitkan