Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

4 Jenis Atap Rumah yang Ampuh Menangkal Panas, Bikin Hunian Lebih Adem

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 06 Oct 2026 13:10 WIB

Closeup of house rooftop covered with ceramic shingles. Tiled covering of building.
Ilustrasi jenis atap rumah yang ampuh menangkal panas / Foto: Getty Images/Bilanol
Daftar Isi

Belakangan cuaca cukup panas. Tidak hanya terasa ketika berada di luar ruangan, tapi juga dalam rumah.

Paparan sinar matahari yang intens dapat membuat temperatur di dalam hunian meningkat sehingga ruangan terasa gerah bahkan menyerupai sauna. Kondisi tersebut ternyata dapat dipengaruhi oleh pemilihan material atap rumah.

Atap menjadi bagian bangunan yang paling sering berhadapan langsung dengan sinar matahari. Oleh karena itu, material yang digunakan perlu dipertimbangkan agar panas dari luar tidak mudah merambat ke dalam ruangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Beberapa jenis atap seperti seng dan asbes cenderung menyerap panas sehingga dapat membuat rumah terasa lebih menyengat. Jika ingin hunian terasa lebih sejuk, mengganti material atap bisa menjadi salah satu pilihan.

Terlebih saat musim kemarau ketika hujan relatif lebih jarang turun, proses renovasi atap dapat lebih mudah dilakukan. 

Jenis atap rumah yang ampuh menangkal panas

Mengutip detikcom, ada beberapa jenis atap yang dapat membantu menangkal panas.

1. Genteng keramik

Genteng keramik menjadi salah satu pilihan yang dapat membantu menjaga temperatur rumah tetap nyaman. Material ini telah lama digunakan sebagai penutup bangunan karena memiliki kemampuan menahan paparan panas dari matahari.

Perkembangan teknologi juga membuat genteng keramik kini hadir dengan lapisan glazur pada bagian permukaannya. Lapisan glossy tersebut tidak hanya memberikan tampilan yang lebih menarik, tapi juga membantu memperkuat perlindungan terhadap panas.

Saat memasangnya, kemiringan atap perlu diperhatikan dengan baik. Idealnya, kemiringan dibuat sekitar 30 derajat agar air hujan dapat mengalir lancar sekaligus mencegah genteng bergeser.

2. Genteng tanah liat

Bagi pemilik rumah yang menginginkan material atap klasik sekaligus fungsional, genteng tanah liat masih menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Bahan alami ini dikenal mampu meredam panas sehingga suhu di bawah atap tidak cepat meningkat.

Tidak mengherankan jika genteng tanah liat telah digunakan secara luas sejak dahulu. Selain membantu mengurangi hawa panas, genteng tanah liat juga dikenal memiliki daya tahan yang baik.

Meski demikian, ada hal penting yang perlu diperhitungkan sebelum memilihnya, yakni bobot material. Karena relatif berat, konstruksi dan fondasi penopang atap harus cukup kuat agar mampu menahan beban dalam jangka panjang.

3. Atap sirap kayu

Atap sirap kayu mungkin kini tidak sepopuler genteng, tapi material ini memiliki keunggulan tersendiri. Atap itu umumnya lebih mudah ditemukan pada rumah tradisional, gazebo, atau bangunan yang ingin mempertahankan kesan alami.

Materialnya berupa bilahan kayu yang disusun dan ditumpuk secara rapi hingga membentuk lapisan penutup atap. Penggunaan kayu sebagai material atap juga dapat membantu meredam suhu panas secara alami.

Selain fungsinya, sirap kayu memberikan karakter visual yang berbeda pada hunian. Potongan kayu biasanya berbentuk persegi panjang dengan bagian ujung yang meruncing sehingga menghasilkan tampilan atap yang khas dan bernuansa tradisional.

4. Atap dak beton

Atap dak beton banyak digunakan pada rumah bergaya modern yang memiliki bentuk atap datar. Material beton dapat menjadi pilihan untuk hunian di wilayah dengan suhu hangat sekaligus memberikan keuntungan lain karena permukaannya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Area dak dapat dikembangkan menjadi rooftop, tempat menjemur pakaian, maupun lokasi pemasangan panel surya. Bahkan konstruksi yang tepat memungkinkan pemilik rumah menambah lantai di bagian atasnya.

Meski begitu, sistem drainase wajib dirancang dengan baik. Permukaan datar berisiko menimbulkan genangan apabila air tidak mengalir dengan lancar, sementara sampah dan benda yang jatuh juga lebih mudah menumpuk di atasnya.

Jadi, memilih material atap yang tepat bukan hanya soal tampilan rumah, melainkan berkaitan dengan kenyamanan penghuni. Genteng keramik, genteng tanah liat, sirap kayu, hingga dak beton dapat menjadi pertimbangan untuk membantu mengurangi panas di dalam hunian, namun tetap menyesuaikan konstruksi, anggaran, dan kondisi lingkungan rumah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda