Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Benarkah Ada Tanaman yang Bisa Meringankan Siksa Kubur? Ini Pandangan Islam

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Jumat, 02 Oct 2026 21:30 WIB

Dusk at a winter's English cemetery seen with in-focus flowers in a burial plot. A number of fresh marble headstones can be seen.
Ilustrasi makam / Foto: Getty Images/Nickbeer
Daftar Isi

Benarkah ada tanaman yang bisa meringankan siksa kubur? Mari lihat dari sisi hadist dan ulama.

Menanam tanaman di atas makam menjadi salah satu tradisi yang cukup sering dilakukan umat Islam ketika berziarah. Selain untuk memperindah area pemakaman, ternyata praktik tersebut juga memiliki landasan dalam hadits Rasulullah SAW.

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW pernah meletakkan pelepah kurma yang masih basah di atas dua makam yang penghuninya sedang mendapatkan siksa kubur. Hal itu kemudian memunculkan pemahaman bahwa tanaman atau tumbuhan yang diletakkan di atas makam dapat menjadi sebab diringankannya siksa kubur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai hal ini? Apakah semua jenis tanaman boleh ditanam di atas makam dan benarkah tanaman dapat meringankan siksa penghuni kubur?

Rasulullah SAW pernah meletakkan pelepah kurma di atas makam

Mengutip detikcom, dasar mengenai tanaman atau pelepah yang diletakkan di atas makam salah satunya terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA. Ketika melewati dua kuburan, Rasulullah SAW mendengar suara orang yang sedang mendapatkan siksa di dalam kuburnya.

Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW kemudian mengambil pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua bagian, lalu meletakkan masing-masing bagian di atas kedua makam.

Ketika para sahabat bertanya mengenai tindakan itu, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hal ini diharapkan dapat meringankan siksa keduanya selama pelepah belum mengering.

Hadits yang dimaksud berbunyi:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ ﷺ بِحَائِط مِنْ حِيْطَانِ الْمَدِينَةِ أَوْ مَكَّةَ فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذِّبَانِ فِي قُبُوْرِهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَذِّبَانِ وَمَا يُعَذِّبَانِ فِي كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى كَانَ أَحَدُهُمَا لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَكَانَ الْآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِجَرِيدَةٍ فَكَسَرَهَا كِسْرَتَيْنِ فَوَضَعَ عَلَى كُلِّ قَبْرٍ مِنْهُمَا كِسْرَةً فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ تَيْبَسَا أَوْ إِلَى أَنْ يَيْبَسَا

Artinya:

“Nabi Muhammad SAW berjalan di pinggir salah satu tembok kota Madinah atau Makkah. Beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di kuburnya. Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, ‘Keduanya disiksa dan tidak disiksa karena sesuatu yang besar. Ya, salah satunya tidak menutup (aurat) saat kencing dan orang lain berjalan mengadu domba.’ Nabi lalu meminta pelepah pohon dan beliau membaginya menjadi dua. Tiap satu belahan pelepah itu beliau letakkan di kuburan kedua orang itu. Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa Anda melakukan ini?’ Nabi menjawab, ‘Semoga diringankan siksa untuk keduanya selama kedua bagian pelepah itu masih basah.’” (HR Bukhari)

Hadits ini menjadi salah satu dasar bahwa meletakkan tanaman di atas makam diperbolehkan dalam Islam. Bahkan praktiknya dapat dilakukan bukan hanya dengan pelepah kurma, melainkan juga tumbuhan lain yang sesuai dan mudah ditemukan di lingkungan setempat.

Tanaman disebut bisa bertasbih kepada Allah SWT

Penjelasan mengenai tanaman di atas makam juga berkaitan dengan sifat tumbuhan sebagai makhluk Allah SWT. Dalam buku Fikih Interaktif: Menjawab Berbagai Persoalan Sosial Umat Islam, K.H.M. Yusuf Chudlori menjelaskan bahwa pepohonan dan tanaman bertasbih kepada Allah SWT.

Dengan adanya tumbuhan di atas makam, tasbih yang dilakukan tanaman tersebut diharapkan menjadi sebab diringankannya azab penghuni kubur. Namun perkara tetap merupakan bagian dari keyakinan dan penjelasan keagamaan yang bersandar pada riwayat Rasulullah SAW sehingga hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah SWT.

MUI sebut menanam tanaman di makam hukumnya sunnah

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, menyatakan bahwa menanam tanaman di atas makam hukumnya sunnah. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah meletakkan dan menanam dahan pohon kurma di atas kuburan dengan harapan dapat meringankan siksa ahli kubur.

“Hukum menanam tanaman di atas makam adalah sunnah. Nabi SAW pernah meletakkan dan menanam dahan pohon kurma di atas kuburan agar bisa meringankan siksa ahli kubur,” kata KH Miftahul Huda, mengutip situs resmi MUI.

KH Miftahul Huda juga mengingatkan bahwa tanaman yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan ukuran makam. Artinya, kebolehan menanam tanaman bukan berarti semua jenis pohon cocok ditanam di area pemakaman. Tanaman berukuran besar justru perlu dihindari karena dapat menimbulkan masalah pada struktur makam.

Tidak semua pohon cocok ditanam di atas makam

Menanam tanaman di makam tetap memiliki batasan yang perlu diperhatikan. KH Muhammad Hanif Muslih Lc. dalam buku Hukum Merawat Jenazah: (Dari Memandikan Sampai Memakamkan) Menurut Syariat Islam menjelaskan bahwa meskipun menanam pohon diperbolehkan, jenis tanaman sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan ukuran dan kondisi makam.

Pohon berukuran besar dengan sistem akar yang kuat berpotensi merusak kuburan. Pertumbuhan akar juga dikhawatirkan mengganggu jasad yang berada di dalam tanah.

Untuk itu, tanaman yang pertumbuhannya terkendali lebih sesuai dibandingkan pohon besar yang dapat berkembang luas. Kiai Miftah juga memberikan contoh bahwa pohon seperti beringin sebaiknya tidak ditanam di atas makam karena ukurannya dapat berkembang besar dan berpotensi merusak kuburan.

Bunga bisa diletakkan di atas makam

Tidak harus menggunakan pohon atau tanaman yang tumbuh besar, bunga juga termasuk tanaman yang dapat diletakkan di atas makam. Dalam penjelasan yang dirangkum dari Majalah NU Aula, tumbuhan yang digunakan tidak terbatas pada jenis tertentu.

Bunga bahkan sering menjadi pilihan karena lebih mudah ditempatkan di area makam dan dapat dirawat agar tetap segar. Sebagian orang juga menyiramnya dengan air supaya tanaman tersebut tidak cepat mengering.

Praktik ini masih berkaitan dengan penjelasan mengenai pelepah yang tetap basah dalam hadits Rasulullah SAW. Meski demikian, tujuan utama menanam tanaman di makam tidak semestinya hanya dipahami sebagai kegiatan memperindah kuburan.

Dalam konteks hadits tersebut, terdapat pelajaran mengenai rahmat Allah SWT dan harapan agar siksa penghuni kubur diringankan.

Menyiram makam diperbolehkan

Selain menanam tanaman, menyiram air di atas makam juga dikenal dalam praktik ziarah umat Islam. Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa menyiram makam pernah dilakukan pada masa Rasulullah SAW.

Salah satunya riwayat yang menyebut Nabi SAW menyiramkan air di atas makam putranya, Ibrahim. Dalam riwayat lain dari Jabir bin Abdullah juga disebutkan bahwa makam Rasulullah SAW pernah disiram dengan air.

Sementara itu, Hasan RA berpendapat bahwa tidak ada bahaya dalam menyiram makam dengan air. Riwayat lain dari Abu Ja'far RA juga menyebutkan bahwa menyiramkan air di atas kubur tidak menjadi masalah.

Menurut penjelasan KH Muhammad Hanif Muslih Lc., ulama menjelaskan beberapa tujuan penyiraman makam, antara lain agar kuburan menjadi lebih dingin dan supaya debu atau pasir yang ada di permukaan makam dapat menyatu menjadi tanah.

“Tentu dibolehkan untuk menyiram tanaman tersebut agar tetap tumbuh di atasnya, apalagi musim kemarau,” ujarnya.

Dengan demikian, menyiram tanaman di atas makam tidak hanya berkaitan dengan perawatan tumbuhan, tapi juga dapat dipandang sebagai bentuk menjaga amalan yang dilakukan di area pemakaman. Keyakinan mengenai manfaatnya tetap harus ditempatkan dalam kerangka bahwa Allah SWT yang menentukan segala sesuatu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda