Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Pria atau Wanita, Siapa yang Lebih Emosional? Ini Kata Studi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 09 Oct 2026 14:20 WIB

Ilustrasi pasangan
Ilustrasi Pria atau Wanita, Siapa yang Lebih Emosional? Ini Kata Studi/Foto: Getty Images/charnsitr
Daftar Isi
Jakarta -

Pria dan wanita sama-sama memiliki emosi yang dapat memengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak. Namun, anggapan bahwa wanita lebih emosional dibandingkan pria masih sering terdengar hingga kini.

Padahal, sebuah studi menemukan bahwa keduanya mengalami perubahan emosi dengan jumlah yang kurang lebih sama, Bunda.

Perbedaannya justru terlihat dari bagaimana mereka dibiasakan untuk mengekspresikan dan menghadapi perasaan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penelitian ungkap wanita tidak lebih emosional daripada pria

Melansir dari Your Tango, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2021 mengamati 142 pria dan wanita. Selama 75 hari.

Penelitian tersebut melibatkan wanita yang menggunakan kontrasepsi oral maupun yang mengalami menstruasi secara alami.

Hasilnya menunjukkan bahwa pria mengalami perubahan emosi dengan jumlah yang kurang lebih sama seperti wanita.

Perbedaan emosi pria dan wanita

Wanita biasanya lebih didorong untuk membicarakan perasaan mereka, menangis ketik sedih, dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Namun, ada satu emosi yang justru sering dianggap tidak pantas ditunjukkannya, yaitu kemarahan.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menunjukkan kemarahan, bahkan ketika muncul karena menghadapi ketidakadilan, dapat menerima penilaian negatif dan lingkungan serta menghadapi dampak dalam kehidupan profesional.

Sebaliknya, pria sering dianggap hanya boleh menunjukkan kemarahan dan sikap agresif. Ketika memperlihatkan emosi lain, mereka bisa dianggap 'lemah', 'seperti wanita', atau bahkan mendapat ejekan yang mempertanyakan maskulinitasnya. Akibatnya, sebagian pria memilih untuk memendam perasaan.

Dari luar, sikap tersebut mungkin terlihat seperti tidak memiliki emosi. Padahal, berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa emosi yang dipendam tidak akan hilang begitu saja.

Emosi justru dapat semakin kuat hingga akhirnya keluar dalam bentuk tertentu. Karena wanita lebih sering membicarakan dan memproses perasaan, baik melalui terapi maupun hubungan dengan orang lain, beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita cenderung memiliki kemampuan kecerdasan emosional yang lebih baik dan mampu mengendalikan reaksi perilaku dibandingkan pria.

Wanita juga cenderung memikirkan masalah dan mengarahkan emosinya ke dalam diri sendiri. Sementara itu, pria lebih sering melampiaskan perasaannya kepada orang lain.

Mengapa emosi wanita sering dianggap sebagai kelemahan?

Menurut penulis, hal tersebut berkaitan dengan persoalan kendali. Selama berabad-abad, emosi wanita kerap digunakan sebagai alasan untuk membatasi mereka dalam berbagai bidang, termasuk agama, kehidupan sosial, kesehatan, dan pekerjaan.

Dalam berbagai periode sejarah, wanita yang dianggap terlalu sulit diatur atau berani menyampaikan pendapat pernah mendapatkan perlakuan buruk.

Sebagai contoh, Kamala Haris pernah mendapatkan kritik terhadap cara dirinya tertawa, meskipun memiliki pendidikan dan pengalaman yang panjang.

Wanita memang masih menghadapi berbagai ketidaksetaraan. Namun, sebagian berhasil mencapai posisi tinggi dalam perusahaan besar, institusi budaya, hingga pemerintahan.

Menariknya, penelitian mengenai kepemimpinan justru menunjukkan bahwa wanita dalam posisi pemimpin dapat menunjukkan kinerja yang efektif dan tidak selalu lebih reaktif secara emosional.

Mereka menunjukkan kemampuan dalam berbagai aspek, termasuk kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, dan membangun hubungan. Kemampuan tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan pemerintahan.

Dengan begitu, emosi wanita tidak otomatis membuat mereka tidak cocok menjadi pemimpin. Emosinya juga dapat membantu seseorang membangun hubungan, menghadapi pengalaman sulit, serta menyadari ketika dirinya telah diperlakukan melewati batas.

Nah, itulah penjelasan tentang siapa yang paling lebih emosional antara pria dan wanita. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda