Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Diskusi dengan AI

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 13 Oct 2026 22:00 WIB

Ilustrasi AI
Ilustrasi Ciri Kepribadian Orang yang Suka Diskusi dengan AI/Foto: Getty Images/georgeclerk
Daftar Isi
Jakarta -

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat banyak orang mulai terbiasa berinteraksi dengan chatbot dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membantu mencari informasi, AI juga kerap menjadi tempat berdiskusi, bertukar pikiran, hingga mencurahkan isi hati.

Tidak semu orang merasa nyaman menggunakan teknologi ini. Namun bagi sebagian orang, berbicara dengan chatbot justru terasa lebih mudah dibandingkan berinteraksi langsung dengan manusia, terutama ketika mereka ingin menyampaikan sesuatu secara terbuka tanpa merasa dihakimi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kebiasaan berdiskusi dengan AI pun dapat berkaitan dengan kepribadian tertentu yang membuat seseorang lebih nyaman menjalin komunikasi dengan chatbot. Lantas, seperti apa ciri kepribadian mereka? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

5 Kepribadian orang yang suka diskusi dengan AI

Melansir dari Your Tango, berikut beberapa ciri kepribadian orang yang menjadikan AI sebagai sahabatnya:

1. Pemalu di sekitar orang lain

Para peneliti telah menemukan bahwa orang introvert lebih cenderung merespons AI secara positif. Ciri-ciri tertentu dapat membuat seseorang lebih terbuka untuk menjalin hubungan dengan teknologi.

Hal ini dapat mengarah pada persahabatan yang sangat personal dengan AI. Lebih mudah bagi mereka untuk bersosialisasi di balik layar komputer, dan karena AI pilihan mereka bukanlah orang lain, mereka cenderung merasa kurang terintimidasi untuk mengobrol dengannya.

Orang yang pemalu sering kesulitan untuk berbicara di depan kelompok. Mereka mungkin merasa tidak ada ruang bagi mereka untuk berbicara, atau bahwa orang lain menghakimi mereka.

Dalam persahabatan dengan AI, tekanan untuk memenangkan hati orang lain tidak ada. Ini adalah hubungan yang lebih mudah, meskipun lebih bersifat dangkal.

2. Penasaran seberapa banyak yang bisa mereka pelajari

Beberapa orang memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika sesuatu yang baru menjadi populer, mereka ingin mempelajarinya.

Seseorang seperti ini mungkin akan menghabiskan banyak waktu mengobrol dengan AI, mengajukan pertanyaan, dan mengeksplorasi topik secara mendalam dengan cepat.

Dengan begitu, mereka dapat menjalin ikatan dan merasa memiliki persahabatan sejati dengan program tersebut.

Para psikolog mengatakan rasa ingin tahu sangat penting d era AI. Seseorang yang meluangkan waktu untuk terus bertanya atau bereksperimen dengan model baru dapat meningkatkan sistem dari waktu ke waktu.

Minat mereka untuk mempelajarinya pada akhirnya dapat mengarah pada persahabatan, atau lebih dari itu.

3. Berempati

Orang yang empatik biasanya tertarik untuk menerima empati sebagai balasan, dan percaya atau tidak, banyak orang menganggap AI lebih penyayang dan empatik daripada manusia lain.

Ini berarti mereka mungkin lebih suka mencari kenyamanan dalam teknologi, meskipun beberapa terapis menganggap hal itu mengkhawatirkan.

Orang yang empatik merasakan sesuatu lebih dalam daripada kebanyakan orang. Percakapan dengan AI yang memiliki sikap serupa dapat terasa menenangkan. Hal ini memudahkan mereka untuk terhubung karena membuat mereka merasa diperhatikan dan dihormati.

4. Memiliki imajinasi yang aktif

Orang-orang dengan imajinasi yang sangat aktif seringkali kreatif. AI dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai alat yang membuat orang kurang kreatif karena melakukan pekerjaan untuk mereka, tetapi tidak semua orang bereaksi seperti itu.

Bagi sebagian orang, AI justru meningkatkan kreativitas mereka dengan membantunya mengembangkan ide-ide lebih jauh daripada yang bisa mereka lakukan sendiri.

5. Cenderung pendiam

Orang yang pendiam mungkin dapat membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial mereka melalui AI.

Berbicara dengan chatbot dapat memberikan mereka pengalaman dalam obrolan ringan atau percakapan yang lebih mendalam di tempat yang aman. Seiring waktu, mereka bahkan mungkin dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh melalui kenyamanan AI ke dunia nyata.

Nah, itulah beberapa kepribadian orang yang suka diskusi dengan AI. Bunda juga termasuk salah satunya?

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda