Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang yang Mental dan Emosinya Sehat dari Ucapan Sehari-hari

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 14 Oct 2026 11:35 WIB

Woman sharing her experiences during a mental health group therapy meeting. Multiracial women participate in support group session sitting in a circle.
Ilustrasi cara mengenali orang yang mental dan emosinya sehat dari ucapan sehari-hari /Foto: Getty Images/Portra
Daftar Isi
Jakarta -

Menjadi pribadi yang lebih sehat secara mental dan emosional sering kali diikuti perubahan dalam cara bersikap. Bunda mungkin mulai lebih tegas menetapkan batasan, berani mengatakan tidak, atau memilih menjauh dari hal-hal yang menguras energi.

Perubahan tersebut terkadang membuat orang-orang di sekitar memberikan beberapa komentar tertentu. Ucapan ini bisa menjadi tanda bahwa Bunda sedang berkembang dan semakin memahami kebutuhan diri sendiri.

Dilansir Your Tango, spesialis trauma Annalie Howling membahas hal serupa melalui unggahan di Instagram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ia membagikan sejumlah kalimat yang kerap terdengar dari orang lain ketika seseorang sedang menjalani proses penyembuhan dan membangun kesehatan mental serta emosional yang lebih baik.

5 Kalimat yang sering dilontarkan untuk orang yang sehat secara mental dan emosional

Jika orang sering mengatakan beberapa hal ini, kemungkinan besar Bunda sehat secara mental dan emosional:

1. “Bagaimana kamu bisa sekuat itu?”

Selama menjalani proses penyembuhan, mungkin Bunda pernah mendengar orang berkata, “Bagaimana kamu bisa sekuat itu?”. Namun, menjadi kuat sebenarnya bukan selalu pilihan. Terkadang, seseorang terpaksa kuat karena tidak punya pilihan lain.

Seperti yang ditulis Howling, jika orang lain melihat perjuangan yang telah dilalui, mereka akan tahu bahwa kekuatan tersebut bukan sesuatu yang dipilih dengan sengaja.

2. “Kamu sangat berani”

Kalimat ini mungkin sering muncul di kolom komentar ketika seseorang berani menceritakan pengalaman traumatis atau membela dirinya sendiri.

Membela diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Begitu juga ketika harus menceritakan pengalaman menyakitkan kepada orang-orang terdekat. Banyak orang merasa takut terlihat lemah atau rentan ketika membuka diri.

3. “Dulu kamu sangat baik”

Ini mungkin menjadi salah satu ucapan yang paling membuat frustrasi selama proses penyembuhan mental dan emosional. Namun, perlu diingat bahwa ekspektasi orang lain tidak menentukan apakah Bunda adalah orang yang baik atau tidak.

Howling menjelaskan bahwa dulu ia menganggap menjadi baik dan menyenangkan orang lain adalah sesuatu yang harus dilakukan. Kini, ia tetap bersikap baik, tetapi juga mulai mengucapkan terima kasih dan menetapkan batasan ketika diperlukan.

Menetapkan batasan bukan berarti menjadi orang yang buruk. Hal ini menunjukkan bahwa Bunda mulai menghargai diri sendiri dan menyadari kapan kebaikan sudah dianggap remeh oleh orang lain.

4. “Mengapa aku tidak melihatmu lagi?”

Selama proses penyembuhan, seseorang mungkin mulai menjauh dari orang-orang tertentu. Bukan karena membenci mereka, tetapi karena merasa hubungan tersebut sudah tidak sehat atau tidak lagi memberikan rasa aman.

Penulis menceritakan pengalamannya ketika beberapa orang terdekat menyebarkan rumor tentang seseorang yang sangat ia sayangi.

Ia kemudian menegur mereka dan memilih tidak berhubungan untuk waktu yang cukup lama. Setelah masalah tersebut dibicarakan, ia akhirnya memaafkan mereka dan melanjutkan hidup. Namun, memaafkan bukan berarti harus kembali dekat seperti sebelumnya.

5. “Kamu sangat mencintai diri sendiri”

Self-love sering dianggap sebagai bagian penting dalam proses penyembuhan. Namun, mencintai diri sendiri tidak selalu bisa dilakukan dengan mudah atau langsung muncul begitu saja. Bagi sebagian orang, proses tersebut justru dimulai setelah melewati masa yang sangat sulit.

Howling menggambarkan prosesnya seperti harus berada di titik terendah, hancur menjadi banyak bagian, lalu belajar mencintai setiap bagian dirinya hingga akhirnya bisa bangkit dan menyatukan dirinya kembali.

Nah, itulah beberapa ucapan yang mungkin sering dilontarkan ke orang yang sehat secara mental dan emosional. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda