Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Harga Rumah Melonjak, Ribuan Warga Bangun Tenda & Tinggal di Alun-alun Kota

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Rabu, 30 Sep 2026 16:40 WIB

Puerta del Sol Square - Madrid, Spain
Ilustrasi alun-alun Puerta del Sol Square, Madrid, Spanyol / Foto: Getty Images/diegograndi

Krisis harga rumah dan sewa membuat ribuan warga di Madrid, Spanyol, turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka. Para demonstran mendirikan tenda di Puerta del Sol, alun-alun pusat kota, sebagai bentuk protes terhadap melonjaknya harga sewa dan penggusuran warga.

Aksi tersebut berlangsung setelah seorang perempuan berusia 87 tahun harus meninggalkan rumah yang telah ditempatinya selama puluhan tahun karena kenaikan biaya sewa.

Para pengunjuk rasa bahkan menyatakan akan bertahan di alun-alun selama diperlukan hingga pemerintah mengambil langkah untuk mengatasi persoalan perumahan. Seperti apa aksi warga Madrid tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini, ya, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Warga Madrid dirikan tenda di Alun-alun untuk protes krisis perumahan

Melansir dari laman The Standard, puluhan demonstran menghabiskan malam dengan tidur di tenda yang didirikan di Puerta del Sol, Madrid.

Aksi tersebut dilakukan setelah ribuan orang mengikuti demonstrasi terkait persoalan perumahan, yang salah satunya dipicu oleh penggusuran seorang perempuan berusia 87 tahun bernama Maricarmen Abascal.

David Muller-Plantenberg, mahasiswa berusia 22 tahun, menjadi salah satu warga yang menginap di dalam tenda. Ia mengatakan para demonstran siap bertahan selama dibutuhkan untuk mendorong pemerintah menangani krisis perumahan.

Sekitar 100 tenda didirikan di alun-alun tersebut. Para pendukung aksi juga menyediakan berbagai kebutuhan bagi demonstran, mulai dari makanan ringan, minuman, baterai portabel hingga perlengkapan lainnya.

Di lokasi tersebut, relawan turut membersihkan area sekitar tenda dan membagikan air kepada para peserta.

Sejumlah aktivis juga mengikuti aksi perlawanan secara damai. Sementara itu, demonstran lainnya membuat berbagai spanduk berisi slogan untuk menghiasi area aksi.

Aksi tersebut mendapat perhatian setelah Maricarmen Abascal harus meninggalkan apartemen yang telah menjadi rumahnya selama 70 tahun.

Menurut Madrid Tenants' Union, properti tersebut dibeli sebuah perusahaan real estat yang kemudian menaikkan harga sewanya sebesar 275 persen menjadi 2.650 euro atau sekitar US$3.000.

Alberto Macias, instruktur tenis berusia 24 tahun yang ikut dalam aksi, menyebut penggusuran Abascal sebagai titik yang membuat kemarahan warga semakin besar.

Para demonstran menilai kenaikan biaya perumahan membuat masyarakat pekerja semakin sulit bertahan di lingkungan tempat mereka selama ini tinggal.

Demonstran Tuntut Perubahan Besar pada Kebijakan Perumahan

Melansir dari Reuters Connect, aksi perkemahan di Puerta del Sol telah berlangsung sejak 26 September 2026. Para demonstran menuntut adanya tindakan legislatif serta langkah darurat dari pemerintah pusat dan daerah untuk menghadapi kenaikan harga sewa dan penggusuran rumah.

Aksi tersebut semakin mendapat perhatian setelah penggusuran yang dilakukan terhadap Mari Carmen, 87 tahun, pada 23 September. Ia meninggalkan rumahnya di Madrid setelah tidak lagi mampu memenuhi biaya sewa yang meningkat.

Para aktivis mengatakan mereka akan mempertahankan aksi di alun-alun pusat kota tersebut hingga pemerintah menerapkan solusi yang dianggap dapat menangani persoalan perumahan secara struktural.

Sementara itu, pemerintah Perdana Menteri Pedro Sanchez disebut akan mempertimbangkan paket kebijakan yang dijuluki “Maricarmen decree”. Kebijakan tersebut diperkirakan mencakup perpanjangan otomatis kontrak sewa serta pembatasan lebih lanjut terhadap penggusuran.

Namun, para demonstran mengatakan mereka menginginkan perubahan yang lebih mendalam. Mereka menyerukan kontrak sewa jangka panjang, pembatasan kenaikan harga sewa dan pembatasan apartemen yang digunakan sebagai akomodasi wisata.

Kelompok kampanye perumahan juga meminta peningkatan besar-besaran investasi untuk hunian publik. Mereka menilai persewaan jangka pendek untuk wisatawan seperti Airbnb serta dana investasi turut berkontribusi terhadap kenaikan harga dan berkurangnya jumlah rumah yang tersedia bagi warga.

Krisis perumahan di Madrid tersebut membuat warga memilih bertahan di ruang publik untuk menyuarakan tuntutan mereka. Aksi ini berpusat pada persoalan kenaikan harga sewa, penggusuran, serta tuntutan terhadap perubahan kebijakan perumahan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda