Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kamu Suka Mengabaikan Panggilan dari Nomor Tak Dikenal? Bisa Jadi Punya Ciri Kepribadian Ini

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Selasa, 29 Sep 2026 14:50 WIB

Ilustrasi angkat telepon
Ilustrasi Tak Mau Angkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal? Kenali Ciri Kepribadiannya/Foto: Getty Images/Chong Kee Siong
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, mendengar ponsel berdering dari nomor tak dikenal mungkin membuat sebagian orang memilih diam dan membiarkannya berhenti dengan sendirinya.

Di zaman ketika panggilan spam hingga penipuan semakin marak, mengabaikan nomor asing dianggap sebagai pilihan yang lebih aman.

Alih-alih langsung menjawab, ada orang yang memilih menunggu orang tersebut meninggalkan pesan, mengirim WhatsApp, atau menghubungi kembali melalui nomor yang lebih jelas. Bagi mereka, tidak semua panggilan harus segera mendapat respons.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kebiasaan tersebut juga bisa muncul karena berbagai alasan, mulai dari ingin menghindari telepon spam hingga merasa lebih nyaman berkomunikasi lewat pesan.

Cara seseorang mengatur privasi, waktu, perhatian, dan interaksi sosial turut memengaruhi pilihan tersebut.

Dilansir The Economic Times, tidak ada satu tipe kepribadian yang secara khusus melekat pada orang yang enggan mengangkat telepon dari nomor tak dikenal. Kebiasaan ini tidak selalu berarti seseorang tidak sopan atau mengalami kecemasan, tetapi dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga batasan pribadi.

Ciri kepribadian orang yang suka tak angkat telepon dari nomor asing

Dilansir Your Tango, ada enam kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang yang tak ingin menjawab panggilan dari nomor tak dikenal. Berikut beberapa di antaranya:

1. Cenderung berhati-hati sebelum mengambil keputusan

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa orang tersebut ingin melihat situasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Mereka mungkin akan memeriksa nomor asing itu di internet, menunggu pesan, atau melihat apakah nomor tersebut menelepon beberapa kali.

Sikap seperti ini bisa berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk lebih berhati-hati terhadap ketidakpastian.

2. Punya batasan pribadi yang cukup tegas

Ponsel membuat seseorang seolah-olah selalu bisa dihubungi. Namun, orang yang punya batasan pribadi kuat mungkin tidak melihat keadaan tersebut sebagai kewajiban. Nomor yang tidak dikenal belum tentu mendapatkan akses langsung ke perhatian mereka.

Hal ini sejalan dengan Communication Privacy Management Theory yang dikembangkan psikolog komunikasi Sandra Petronio. Teori tersebut menjelaskan bagaimana seseorang mengatur informasi pribadi, termasuk menentukan kapan, bagaimana, dan kepada siapa informasi atau akses pribadi diberikan.

3. Punya kendali atas kapan harus merespons

Telepon mempunyai satu karakteristik yang tidak dimiliki pesan teks. Ada tuntutan untuk merespons saat itu juga. Begitu seseorang mengangkat telepon, mereka langsung harus berhadapan dengan pertanyaan, percakapan, atau permintaan dari orang di ujung sana.

Sebaliknya, pesan memberi ruang untuk berhenti sejenak. Seseorang bisa membaca dulu, memikirkan jawabannya, kemudian merespons ketika sudah siap. Untuk orang yang suka mengatur waktunya sendiri, pilihan tersebut bisa terasa jauh lebih nyaman.

4. Cukup peduli dengan privasi

Nomor telepon merupakan informasi pribadi. Tidak semua orang nyaman berbicara dengan orang yang identitasnya belum diketahui. Apalagi, panggilan dari nomor tak dikenal bisa berasal dari telemarketing, spam, survei, atau berbagai bentuk penipuan.

Orang yang sangat memperhatikan privasi mungkin memilih tidak mengambil risiko tersebut, Bunda.

5. Tak suka diganggu

Ketika fokus seseorang tiba-tiba teralihkan, tidak selalu mudah untuk kembali ke pekerjaan sebelumnya. Beralih dari satu tugas ke tugas lain dapat membuat waktu terbuang dan produktivitas menurun.

Untuk tipe seperti ini, panggilan telepon bukan cuma soal percakapan. Ada perhatian yang harus dihentikan, lalu dialihkan ke sesuatu yang belum tentu penting.

Penelitian mengenai interupsi dalam pekerjaan menunjukkan bahwa gangguan yang memaksa seseorang berpindah perhatian dapat memengaruhi waktu penyelesaian tugas dan meningkatkan beban kognitif.

6. Selektif dalam berinteraksi

Orang yang tidak langsung mengangkat telepon dari nomor tak dikenal biasanya tidak merasa harus selalu tersedia untuk siapa pun. Mereka mungkin lebih memilih mengetahui dulu siapa yang menghubungi dan apa keperluannya sebelum memutuskan akan merespons.

Ini tidak otomatis menandakan seseorang antisosial. Mereka bisa saja memang lebih selektif dalam menggunakan energi untuk berkomunikasi.

Untuk sebagian orang, pesan teks terasa lebih nyaman karena mereka bisa membaca isi pesan terlebih dahulu dan menentukan kapan akan memberikan respons. Nah, itulah beberapa kepribadian orang yang sering tak angkat telepon. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda