moms-life
10 Ciri Orang yang Sering Diremehkan Orang Tuanya saat Kecil Menurut Psikolog
HaiBunda
Kamis, 01 Oct 2026 16:25 WIB
Orang tua memiliki peran yang penting dalam pembentukan karakter anak. Sikap yang ditunjukkan orang tua saat di rumah sejak kecil dapat ditiru atau secara tidak sadar berpengaruh pada kepribadian Si Kecil.
Perhatian orang tua juga jadi aspek yang dapat mempengaruhi karakter anak, bahkan hingga ia dewasa. Ketika seseorang mendapat perhatian dari orang lain yang dinilai umum diterima, namun orang tersebut merasa perhatian itu bernilai besar baginya, ini bisa jadi ciri orang yang diremehkan orang tua.
Psikolog Reena B. Patel, LEP, BCBA menyampaikan bahwa perasaan seseorang sebagai anak dapat menjadi bagian yang membentuk orang tersebut sebagai orang dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seringkali, bagaimana perasaan Anda sebagai anak adalah bagian dari siapa Anda menjadi sebagai orang dewasa," ungkapnya.
10 Ciri orang yang sering diremehkan orang tuanya saat kecil
Berikut ini sepuluh ciri orang yang sering diremehkan orang tuanya, dikutip dari laman Parade. Yuk, Bunda, simak penjelasan lengkapnya.
1. Memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi
Ciri pertama orang yang sering diremehkan orang tuanya adalah memiliki tingkat sensitif yang tinggi. Hal ini dapat ditandai ketika seseorang sering merasakan emosi yang sangat intens dibanding orang lain, menerima kritik secara personal, dan mudah overstimulasi.
Orang yang sangat sensitif dapat memiliki respons emosional yang lebih besar dan kesadaran tajam terhadap lingkungan sekitarnya.
Psikolog Jennifer Dragonette, Psy.D., berpendapat bahwa orang yang hipersensitif memang peka terhadap orang-orang di sekitarnya, tetapi tidak jarang mengabaikan perasaan diri sendiri.
"Orang yang sensitif sering menyadari perasaan orang lain tetapi mengabaikan perasaan mereka sendiri," ujarnya.
2. Menjadi pemalu
Seseorang memiliki rasa malu yang sangat tinggi bisa jadi ciri orang yang sering diremehkan orang tuanya. Psikolog Dr. Hannah Yang, Psy.D berkata bahwa ini umum terjadi ketika seseorang sering diabaikan sejak kecil. Ini dapat membuat orang tersebut sulit untuk membuka diri.
"Mereka tidak banyak terlatih untuk berbicara dan dipandang positif, atau mungkin perhatian yang mereka dapatkan tidak menyenangkan," ungkap Yang.
"Default mereka adalah diam, menjauh, dan melindungi diri dari penolakan orang lain," sambungnya.
3. Sering mencari perhatian
Ketika seseorang melewatkan tahap perkembangan penting namun tidak ada yang melihat atau mengapresiasi, hal itu bisa membuat orang tersebut berusaha mengejar perhatian yang tidak didapat dengan segala cara. Ini menjadi salah satu ciri orang yang sering diremehkan orang tuanya.
"Perilaku mencari perhatian juga bisa negatif saat menarik perhatian," kata Patel.
"Misalnya, seorang anak yang secara alami tidak mendapat perhatian dari orang tua mungkin menggunakan perilaku negatif atau menantang sehingga orang tua menarik perhatian kepada mereka."Â
4. Merasa rendah diri
Ciri orang yang sering diremehkan orang tuanya berikutnya adalah sering merasa rendah diri. Sayangnya, ini menjadi ciri yang paling mungkin terjadi pada orang yang sering diremehkan.
Anak-anak yang sering diabaikan seringkali merasakan perasaan bersalah, malu, dan tidak berharga sejak dini. Dr. Dragonette menjelaskan proses terjadinya perasaan rendah diri ini.
"Hal ini sering terjadi karena secara emosional terasa lebih aman bagi anak-anak kecil untuk menyalahkan diri sendiri atas disfungsi atau gangguan dalam sistem keluarga, daripada lebih tepat menyadari bahwa orang tua mereka mungkin tidak memiliki kapasitas untuk memberikan perawatan dan perhatian yang mereka butuhkan," jelasnya.
5. Sulit dalam membuat keputusan
Psikolog Patel menjelaskan bahwa membuat keputusan bisa jadi sumber kecemasan bagi orang yang sering diabaikan saat kecil. Orang yang mengalami ini tidak jarang merasa pilihan seperti penentu atau kehancuran.
"Ini menciptakan anak-anak cemas dan orang dewasa yang cemas, dan orang-orang ini mungkin mengalami kecemasan dan depresi," katanya.
6. Perfeksionis
Perfeksionis menjadi salah satu ciri orang yang sering diremehkan orang tuanya saat kecil. Dr. Dragonette menyampaikan bahwa seseorang yang sering diabaikan bisa saja mencoba mendapat perhatian dengan meraih pencapaian yang tinggi, misalnya nilai A+ di setiap tugas yang dikerjakan.
"Ini berasal dari keinginan mendalam untuk mendapat persetujuan, rasa memiliki, dan untuk diperhatikan," ujarnya.
7. Tidak konfrontatif
Orang yang sering diabaikan sejak usia muda cenderung menjaga perdamaian dan tidak suka berdebat. Dr. Yang menyampaikan orang ini lebih sering setuju dengan pendapat yang dikatakan orang lain.
"Anak-anak yang diabaikan sering kali tidak memiliki kesempatan untuk bersuara, terutama menentang orang lain, dan mereka mendapat sambutan baik," katanya.
"Jika seseorang belum punya kesempatan untuk berlatih menggunakan suara mereka dan memilikinya, seringkali lebih aman untuk tidak berbicara atau sekadar setuju dengan orang lain," tutur Dr. Yang.
8. Takut ditinggalkan
Perasaan diabaikan atau tidak diperhatikan oleh orang tua membuat anak-anak yang mengalami jadi takut untuk ditinggalkan. Mereka terkadang tidak merasakan kehadiran orang tua secara emosional. Hal ini dapat membuat seseorang khawatir akan ditinggal oleh orang terdekat mereka.
Dr. Dragonette menyampaikan dampak yang lebih parah dari perasaan ini. "Ketakutan akan ditinggalkan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain ini bisa menyebabkan menghindari hubungan sama sekali."Â
9. Sulit mengeksplorasi banyak pengalamanÂ
Ciri orang yang sering diremehkan sejak usia dini salah satunya cenderung sulit menjelajah atau memiliki pengalaman yang beragam.
Dr. Yang menyampaikan bahwa kurangnya pengalaman saat kecil ini dapat membuat orang dewasa terdorong untuk mencoba hal-hal baru. seolah sedang memberontak terhadap masa kecilnya. Terkadang pengalaman-pengalaman baru yang dicoba saat dewasa itu bisa saja tidak umum bagi sebagian masyarakat.
10. Sering berusaha menyenangkan orang lain
Orang yang ketika kecil sulit mendapatkan validasi atau afeksi dari orang terdekat, ia bisa saja berusaha menyenangkan orang lain secara berlebihan.
Dr. Dragonette menyampaikan bahwa usaha menyenangkan orang lain ini seringkali membuat perasaan dan kebutuhan diri sendiri menjadi dikesampingkan.
"Menyenangkan orang juga bisa berbahaya ketika menghadapi tekanan teman sebaya dan keinginan untuk diterima oleh orang lain, terutama jika hal itu menyebabkan perilaku berbahaya atau destruktif seperti penggunaan narkoba dan alkohol atau kemauan untuk tetap berada dalam hubungan yang abusif," tuturnya.
Demikian ciri orang yang sering diremehkan sejak kecil orang tua. Apabila ciri yang telah disebutkan dialami oleh seseorang, Dr. Yang memberi saran yang bisa dilakukan sebagai penyembuhan.
Misalnya, ketika seseorang merasa malu secara berlebihan, menulis jurnal bisa jadi salah satu cara untuk mengidentifikasi hal yang disukai dan yang tidak disukai. Ini bisa membantu seseorang terhubung preferensi pribadi sehingga orang tersebut punya hal yang bisa dikomunikasikan dengan orang lain.
Apabila dirasa perlu, bisa juga mengikuti terapi dari profesional. Terapi yang dilakukan dengan ahli dapat membantu seseorang menemukan akar masalah dan jenis penyembuhan yang diperlukan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Terpopuler: Kisah Haru Al Ghazali Dampingi Alyssa Daguise Melahirkan
Mom's Life
Terpopuler: Potret Lindsay Lohan Bahagia Jalani Kehidupan di Dubai
Mom's Life
Terpopuler: Potret Revalina S Temat Bareng Suami dan Dua Anak
Mom's Life
Terpopuler: Mengenal Tepuk Sakinah yang Viral
Mom's Life
Terpopuler: Velove Vexia Dikaruniai Anak Pertama
Mom's Life
Terpopuler: Momen Ramadhan Diah Permatasari Bareng Keluarga
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Ciri Orang Pura-Pura Pintar dari Cara Bicara saat Ngobrol Sehari-hari
Tak Suka Basa-basi? 12 Kalimat Ini Bisa Dipakai untuk Akhiri Percakapan dengan Sopan