Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri People Pleaser yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Sulit Bilang "Tidak"

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Minggu, 11 Oct 2026 12:00 WIB

blaming frustrated sad upset businesswoman in office, selective focus
Ilustrasi ciri people pleaser yang sering tidak disadari / Foto: Getty Images/iStockphoto/pichet_w
Daftar Isi

Berusaha menyenangkan hati atau membantu orang lain adalah suatu hal yang wajar. Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi masalah jika sudah sampai mengabaikan diri sendiri. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan istilah people pleaser. 

Seorang people pleaser biasanya sulit mengatakan "tidak", bahkan ketika mereka tidak mampu melakukannya. Mereka cenderung menyetujui permintaan orang lain karena takut untuk menolaknya. Hal tersebut tentunya perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang.

Dikutip dari Healthline, perilaku atau keinginan untuk menyenangkan orang lain dapat merusak diri sendiri dan hubungan. Jika dilakukan terus-menerus dapat membuat seseorang cepat kelelahan, kehilangan batasan diri, dan sulit mengungkapkan keinginan yang sebenarnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri orang people pleaser yang tidak sering disadari

Lalu, apa saja ciri people pleaser yang sering tidak disadari? Berikut ciri people pleaser yang dikutip dari Your Tango.

1. Sering mengatakan iya meskipun tidak mau

Orang sulit menolak biasanya menerima terlalu banyak permintaan dari orang lain. Mereka mungkin terpaksa mendatangi acara yang tidak ingin mereka datangi atau mengambil janji meskipun jadwal sudah penuh.

Dengan mengatakan iya di setiap permintaan orang lain, tentunya akan membuat mereka merasa kewalahan. Akhirnya, kondisi tersebut dapat mengganggu komitmen yang sudah disanggupi.

2. Sulit mengatakan tidak

Bagi seorang people pleaser, kata tidak adalah kata yang sulit keluar dari bibir mereka. Kalau pun berkata tidak, mereka akan memberi alasan yang panjang agar tidak terdengar menyakitkan.

Padahal, tidak ada salahnya untuk belajar menolak permintaan orang lain. Hal tersebut karena seseorang tidak harus selalu ada dan tidak harus selalu menjelaskan apa pun jika memang hal yang diminta tidak sesuai dengan keinginan.

3. Membayar lebih dari bagian seharusnya

Keinginan seseorang untuk menyenangkan orang lain ternyata dapat terlihat dari bagaimana mereka membagi tagihan. Seorang people pleaser cenderung memilih untuk membayar lebih banyak dari porsi yang seharusnya.

Mereka melakukan hal tersebut karena merasa tidak enak jika harus memperdebatkan jumlah pembayaran. Padahal, setiap orang berhak membayar sesuai dengan apa yang dikonsumsinya.  

4. Terlalu berusaha menjaga kenyamanan orang lain

Menjaga kenyamanan orang lain sebenarnya berkaitan dengan sopan santun pada umumnya. Kenyamanan di sini bisa seperti membantu orang lain tanpa diminta atau memastikan barang yang dipinjam kembali ke tempat semula.

Perilaku ini bisa dilakukan oleh semua orang. Namun, orang yang terlalu fokus menyenangkan orang lain terkadang berusaha membuat orang nyaman karena takut dianggap buruk atau mengecewakan orang lain.

5. Tetap melayani percakapan yang sebenarnya tidak diinginkan

Momen ini sama seperti ketika orang yang sedang kelelahan terpaksa harus melayani percakapan orang lain karena merasa tidak enak untuk menolaknya. Padahal, seseorang tidak memiliki kewajiban untuk terus menghibur orang lain. Menjawab seperlunya atau mengakhiri percakapan dengan sopan adalah salah satu cara yang bisa dilakukan.

6. Terburu-buru karena tidak enak kepada orang lain

Kondisi seperti ini bisa terlihat dalam situasi sederhana, seperti ketika melakukan pembayaran. Misalnya, ketika orang yang mengantre di belakangnya terlihat tidak sabar, seseorang cenderung akan terburu-buru memasukkan uang atau barang ke dalam tasnya agar tidak membuat orang lain menunggu. Padahal, memastikan barang tersimpan dengan aman bukanlah sesuatu yang perlu membuat seseorang merasa bersalah.

7. Terlalu mudah menyetujui keinginan orang lain

Ciri orang people pleaser biasanya mengesampingkan kebutuhannya sendiri demi memenuhi kebutuhan orang lain. Hal ini tentunya dapat berdampak buruk bagi diri sendiri, yang jika terus dilakukan akan membuat mereka disepelekan orang lain. Oleh karena itu, belajar untuk menyampaikan keinginan sendiri, misalnya seperti menentukan tempat makan yang ingin dikunjungi. Hal tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun batasan. 

8. Tidak berani membela diri

Orang yang sering mengutamakan kenyamanan orang lain sering merasa ragu ketika memperjuangkan haknya sendiri. Misalnya, ketika menemukan kesalahan dalam pembayaran mereka akan memilih diam agar tidak dianggap merepotkan. Padahal, meminta penjelasan atau mempertanyakan sesuatu yang kurang tepat adalah hak setiap orang. Jadi, jangan sampai kebaikan kepada orang lain justru membuat diri sendiri dirugikan

9. Tetap memberi uang meski kondisi sedang kesulitan

Sebenarnya, tidak ada salahnya berdonasi atau membantu kondisi finansial orang lain. Namun, memaksakan diri untuk membantu ketika kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan justru dapat membebani diri sendiri.

Membantu juga tidak selalu dalam bentuk uang. Seseorang dapat dibantu melalui hal lain seperti waktu, tenaga, atau memberikan dukungan.  Pada dasarnya membantu orang lain tidak harus mengorbankan diri sendiri. 

Itulah beberapa ciri orang people pleaser yang sering tidak disadari. Dengan memahami kebutuhan pribadi, belajar mengatakan tidak, atau menetapkan batasan dapat menjadi faktor untuk hubungan yang sehat. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda