Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 26 Sep 2026 21:30 WIB

Dusk at a winter's English cemetery seen with in-focus flowers in a burial plot. A number of fresh marble headstones can be seen.
Ilustrasi tanaman di atas kuburan / Foto: Getty Images/Nickbeer
Daftar Isi

Bunda ingin menanam tanaman di atas kuburan anggota keluarga yang sudah meninggal? Bolehkah? Bahas di sini yuk, Bunda.

Menanam tanaman di atas makam orang yang telah meninggal mungkin dilakukan sebagian keluarga sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk memperindah area pemakaman. Namun dalam ajaran Islam, muncul pertanyaan mengenai bagaimana hukum menanam tanaman di atas kuburan dan apakah ada ketentuan tertentu yang perlu diperhatikan?

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda, menjelaskan bahwa menanam tanaman di atas makam pada dasarnya diperbolehkan bahkan disebut sebagai amalan yang disunnahkan. Keberadaan tanaman di area kuburan juga dikaitkan dengan harapan agar siksa yang dialami penghuni kubur diringankan oleh Allah SWT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meski demikian, jenis dan ukuran tanaman tetap perlu diperhatikan agar tidak justru menimbulkan kerusakan pada makam. Mengutip situs resmi MUI, simak penjelasan mengenai tanaman di atas kuburan.

Tanaman di atas kuburan hukumnya sunnah

Menurut KH Miftahul Huda, menanam tanaman di atas makam diperbolehkan dalam Islam. Hal tersebut merujuk pada tindakan Rasulullah SAW yang pernah meletakkan pelepah kurma di atas dua makam dengan harapan siksa kedua penghuni kubur tersebut diringankan.

Meski boleh, bukan berarti semua jenis tanaman dapat ditanam tanpa mempertimbangkan kondisi makam. Tanaman yang dipilih sebaiknya berukuran sesuai dengan luas dan kondisi kuburan.

Kyai Miftah mengingatkan agar tanaman yang ditanam tidak sampai merusak makam, baik makam yang menjadi tempat tanaman tersebut maupun kuburan lain di sekitarnya.

"Kebolehan menanam tanaman tersebut tentu harus dengan tanaman yang sesuai dengan ukuran kuburan. Jangan sampai pohon beringin ditanam di atas kuburan seseorang, karena dapat merusak," kata Kyai Miftah.

Pohon dengan ukuran besar, seperti beringin, dinilai tidak sesuai kalau ditanam tepat di atas makam karena pertumbuhan akar maupun ukuran pohonnya berpotensi mengganggu struktur makam dan area pemakaman sekitarnya.

Boleh menyiram tanaman di atas makam

Setelah menanam tanaman di atas makam, keluarga juga diperbolehkan merawatnya. Salah satunya dengan memberikan air ketika tanaman membutuhkan, terutama saat kondisi cuaca sedang panas atau memasuki musim kemarau.

Perawatan tersebut bertujuan agar tanaman tetap hidup dan tumbuh dengan baik. Miftah menyebut kegiatan menyiram tanaman di atas makam sebagai sesuatu yang diperbolehkan.

"Tentu diperbolehkan untuk menyiram tanaman agar tetap tumbuh di atasnya, apalagi musim kemarau," ujarnya.

Dengan demikian, keluarga tidak perlu khawatir ketika ingin menjaga tanaman yang berada di atas makam. Selama perawatannya tidak mengganggu atau merusak makam, kegiatan itu diperbolehkan.

Dikaitkan dengan keringanan siksa kubur

Penjelasan mengenai tanaman di atas makam juga berkaitan dengan sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA. Dalam hadist tersebut, Rasulullah SAW melewati dua kuburan dan menyampaikan bahwa kedua penghuni makam sedang mendapatkan siksa.

Kemudian Rasulullah SAW mengambil pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua bagian, lalu menancapkan masing-masing bagian pada kedua makam itu. Beliau berharap siksa kedua penghuni kubur itu diringankan selama pelepah masih dalam keadaan basah.

مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، ثُمَّ قالَ بَلَى، إنَّهُ لَكَبِيْرٌ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، قَالَ: فَدَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ، ثُمَّ غَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا، وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا، ثُمَّ قَالَ: لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Artinya:

"Suatu ketika Nabi SAW melewati dua kuburan, kemudian beliau berkata, 'Sesungguhnya kedua penghuni kuburan ini sedang diazab, mereka berdua diazab bukan karena dosa besar. Adapun salah satunya dahulu tidak menutup diri ketika kencing. Adapun yang lainnya, dahulu sering berjalan sambil menyebar fitnah.' Kemudian beliau mengambil pelepah kurma yang masih basah dan dibelah menjadi dua, masing-masing ditanam pada kedua kuburan tersebut. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?' Beliau menjawab, 'Mudah-mudahan ini bisa meringankan azab keduanya selama belum kering.'"

Dalam hadist tersebut menerangkan, Nabi Muhammad SAW pernah melewati dua kuburan dan berkata bahwa dua kuburan tersebut penghuninya sedang diazab bukan lantaran doa besar. Kuburan pertama, penghuninya kerap menutup diri ketika kencing. Sementara kuburan kedua, sering berjalan dengan menyebar fitnah.

Kemudian, Rasulullah SAW mengambil pelepah kurma yang masih basah dan dibelah menjadi dua, masing-masing ditanam pada kedua kuburan tersebut. Saat menyaksikan itu, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini? Kemudian, Rasulullah SAW menjawab: Mudah-Mudahan ini bisa meringankan azab keduanya selama belum kering.

Kyai Miftah menambahkan bahwa tujuan menanam tanaman di makam berkaitan dengan doa dan harapan untuk orang yang telah meninggal.

"Tujuan menanam adalah sebagai bentuk doa kita agar (dijauhkan) siksa kubur karena dosa-dosa kecil si mayit diringankan oleh Allah SWT," katanya.

Jadi, menanam tanaman di atas kuburan pada dasarnya diperbolehkan dan hukumnya sunnah, selama tanaman tersebut sesuai dengan ukuran makam dan tidak menyebabkan kerusakan. Yang terpenting, kegiatan tersebut dilakukan dengan niat mendoakan dan memohon keringanan bagi orang yang telah meninggal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda