Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kalimat yang Diucapkan Orang Cerdas saat Hadapi Konflik

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 02 Oct 2026 18:45 WIB

This is a young asian couple. They wear casual clothes. Sitting on the sofa in the living room at home. There was a quarrel between them, and the man was very excited. Women are sad.
Ilustrasi kalimat yang diucapkan orang cerdas saat hadapi konflik / Foto: Getty Images/somethingway
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, konflik dengan orang lain terkadang sulit diselesaikan ketika emosi sedang memuncak. Dalam kondisi tersebut, memilih kata-kata yang tepat dapat membantu meredakan suasana sekaligus membuka ruang untuk saling memahami.

Orang yang cerdas cenderung tidak terburu-buru membalas dengan amarah. Sebaliknya, mereka berusaha mengakui perasaan lawan bicara, lalu memahami sudut pandang, dan mengarahkan percakapan agar tetap tenang dan rasional.

Untuk mengenali mereka, ada beberapa kalimat sederhana yang sering diucapkan orang cerdas dan membuat seseorang merasa didengar, serta dihargai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


9 Kalimat yang diucapkan orang cerdas saat hadapi konflik

Melansir dari Your Tango, cara berkomunikasi yang dilakukan orang cerdas dapat membangun kepercayaan, rasa hormat, serta hubungan yang lebih sehat dalam jangka panjang.

Berikut beberapa kalimat yang kerap disampaikan mereka saat menghadapi suatu konflik atau masalah dalam kesehariannya:

1. “Sepertinya ini sangat berarti bagi kamu. Bantu aku untuk lebih memahami apa yang kamu khawatirkan”

Dengan mengucapkan kalimat ini, Bunda memvalidasi argumen mereka, dan meminta menjelaskan lebih lanjut menunjukkan bahwa Bunda tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang hal itu.

Pendekatan ini menunjukkan empati dan mendorong orang lain untuk terbuka. Mengetahui dari mana seseorang berasal dan meminta mereka menjelaskan sudut pandangnya adalah cara bagus untuk memahami masalah yang ada.

“Memperoleh beragam perspektif tidak hanya mengurangi prasangka, tetapi juga meningkatkan pemikiran kritis dan pengambilan keputusan,” ujar profesor psikologi Dr. Mitchell B. Liester, MD.

2. “Kamu biasanya tidak seperti ini, ada apa?”

Jika seseorang berperilaku di luar kebiasaan karena frustrasi, mungkin sebaiknya tanyakan apa yang sedang terjadi sehingga membuat mereka begitu gelisah.

Sebuah studi dari Universitas Cornell menemukan bahwa 79 persen orang pernah berbincang dengan seseorang yang dekat, seperti pasangan romantis atau anggota keluarga.

Ini menunjukkan bahwa percakapan rutin merupakan bagian penting dari interaksi sosial sehari-hari, terutama orang yang sudah lama dikenal. Tidak ada yang mengenal lebih baik daripada orang-orang terdekat, yang berbicara dengan Bunda setiap hari.

3. “Aku bisa melihat kamu marah dan aku akan merasakan hal yang sama jika berada di posisimu”

Mengucapkan pemahaman Bunda adalah langkah pertama dalam setiap hubungan, tetapi langkah kedua adalah mencoba menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Respons ini membantu meredakan situasi dan mengajak Bunda untuk menyelesaikan masalah bersama daripada membiarkan amarah atau frustrasi menciptakan jarak.

4. “Saya minta maaf atas apa yang terjadi”

Mengucapkan permintaan maaf yang tulus sering kali dapat meredakan ketegangan di antara Bunda berdua. Biasanya, respons ini menunjukkan salah satu pihak mengungkapkan penyesalan atau rasa bersalah atas bagaimana situasi tersebut terjadi.

Permintaan maaf semacam ini biasanya mengakui bahwa hasilnya negatif atau menyakitkan. Ini juga menunjukkan bahwa mereka terbuka untuk rekonsiliasi atau dialog, dan bagaimana Bunda merespons akan bergantung pada kondisi emosional dalam situasi tersebut.

5. “Aku menghargai kamu yang sudah berbagi perasaan denganku”

Respons ini menunjukkan bahwa Bunda menghargai emosi mereka dan upaya yang dilakukan untuk berbagi perasaan.

Ini memvalidasi perasaan mereka dan mendorong komunikasi jujur yang berkelanjutan. Mengungkapkan rasa terima kasih atas keterbukaan mereka dapat membangun saling pengertian.

6. “Kamu benar, aku seharusnya bisa menanganinya dengan lebih baik”

Profesor filsafat Iskara Fileva, Ph.D., menjelaskan bahwa menolak mengakui kesalahan sendiri adalah tindakan yang tidak rasional, dan ketika tidak melakukannya, Bunda akan terlihat lebih buruk di mata orang lain.

Sebaliknya, mengakui peran Bunda dalam situasi tersebut dapat membuat orang lain merasa lebih nyaman.

Dengan mengatakan ini, Bunda mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas bagaimana Bunda merespons atau berperilaku. Ini adalah bentuk refleksi diri di mana Bunda menyadari bahwa tindakan Bunda bisa lebih baik.

7. “Aku mungkin salah memahami situasi ini”

Meminta klarifikasi membantu menjaga percakapan tetap konstruktif. Banyak perselisihan muncul dari kesalahpahaman atau sudut pandang yang berbeda.

Ketika mengucapkan kalimat ini, Bunda mengungkapkan kerendahan hati dan keterbukaan terhadap kemungkinan bahwa persepsi Bunda tentang apa yang terjadi mungkin tidak sepenuhnya akurat.

8. “Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki ini?”

Memperbaiki hubungan dengan seseorang melibatkan pengakuan atas kesalahan yang terjadi, mengambil tanggung jawab, dan menunjukkan kemauan untuk memperbaiki hubungan.

Ini juga melibatkan pengakuan atas apa yang terjadi dan dampaknya terhadap orang lain, ini menunjukkan bahwa Bunda memahami bagaimana tindakan atau kata-kata Bunda memengaruhi mereka.

9. “Aku menghargai hubungan kita dan ingin memperbaiki masalah ini”

Menghargai sebuah hubungan dan ingin memperbaiki keadaan juga menunjukkan komitmen yang mendalam untuk mempertahankan hubungan yang bermakna.

Memperkuat pentingnya hubungan membantu mengalihkan fokus dari konflik ke penyelesaian. Hubungan membutuhkan usaha, dan kesediaan Bunda untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sudah merupakan tanda positif dari komitmen untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan tersebut.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang cerdas saat menghadapi konflik. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda