Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Tanda Seseorang Diam-diam Iri pada Anda, Sering Tak Disadari

Melly Febrida   |   HaiBunda

Kamis, 24 Sep 2026 22:00 WIB

Ilustrasi iri
Ilustrasi tanda seseorang diam-diam iri / Foto: Getty Images/iStockphoto/Galina Zhigalova
Daftar Isi

Rasa iri bisa muncul karena banyak hal. Bahkan, seseorang terkadang tidak menyadari kalau dirinya sedang merasa iri pada orang lain.

Namun, rasa iri yang dibiarkan bisa memengaruhi cara seseorang bersikap dan berinteraksi, termasuk dalam hubungan pertemanan maupun keluarga. 

Lantas, bagaimana cara mengetahui seseorang diam-diam iri dengan Bunda? Kenali beberapa tandanya berikut ini, yang mungkin selama ini tidak Bunda sadari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengenal rasa iri

Rasa iri sebenarnya merupakan emosi yang bisa dialami siapa saja. Kita mungkin pernah menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain, baik itu pencapaian, hubungan, penampilan, karier, penghasilan, maupun kehidupan sosial.

Dilansir dari Verywell Mind, terapis Afton Turner, LPCA, mengatakan rasa iri bisa mencerminkan perasaan rendah diri atau merasa tidak cukup baik. Ini artinya, rasa iri seseorang terhadap orang lain bisa lebih berkaitan dengan perasaan dan kondisi dirinya sendiri.

Dalam sebuah persahabatan, rasa iri juga bisa memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan memperlakukan temannya. Masalahnya, rasa iri tidak selalu ditunjukkan secara terang-terangan.

Ada yang justru menjauh ketika temannya sedang bahagia, tidak ikut merayakan pencapaian, melontarkan sindiran, atau terus membandingkan diri. Karena itu, tanda seseorang diam-diam iri terkadang baru terlihat setelah perilakunya mulai membentuk pola.

11 Tanda seseorang diam-diam iri

Ada beberapa perilaku yang bisa menjadi tanda seseorang sedang merasa iri, mulai dari tidak ikut senang atas pencapaian Bunda hingga sering membandingkan diri. Namun, satu perilaku saja belum tentu menunjukkan rasa iri. Perhatikan pola sikapnya dan konteks hubungan Bunda dengan orang tersebut.

Berikut beberapa tanda seseorang diam-diam iri dengan Bunda.

1. Tidak ikut senang saat Bunda mendapat kabar baik

Coba Bunda perhatikan teman yang sikapnya berubah setiap kali Bunda mendapatkan kabar baik. Misalnya saja saat Bunda mendapat promosi, berhasil mencapai sesuatu, atau menikmati hubungan yang baik. Bukannya mengucapkan selamat, teman tersebut justru mengalihkan pembicaraan, mencari sisi negatif dari kabar baik tersebut, atau terlihat tidak nyaman.

Menurut psikolog Dr. Patrice Le Goy, salah satu tanda seseorang merasa iri adalah sulit ikut merasa bahagia dengan hal-hal positif yang dialami temannya dan justru lebih banyak membahas kesulitan atau masalah dirinya sendiri.

2. Sering membandingkan dirinya dengan Bunda

Orang yang merasa iri mungkin terus-menerus membandingkan kehidupannya dengan kehidupan Bunda. Bunda membeli sesuatu, ia membicarakan apa yang baru dimilikinya. Bunda mendapat pencapaian tertentu, ia segera menceritakan pencapaiannya sendiri.

Mendengar sesekali perbandingan sebenarnya wajar. Namun, jika hampir setiap interaksi berubah menjadi kompetisi, pola tersebut bisa membuat hubungan terasa melelahkan.

Mengutip Your Tango, perilaku yang selalu berusaha mengungguli orang lain dibahas sebagai salah satu tanda yang mungkin berkaitan dengan rasa iri atau cemburu.

3. Sering melontarkan sindiran atau komentar yang meremehkan

Rasa iri tidak selalu disampaikan secara terang-terangan. Terkadang bentuknya berupa candaan yang terasa menusuk, sindiran halus, komentar yang meremehkan pencapaian, atau membuat Bunda merasa bersalah karena sedang bahagia.

Le Goy menjelaskan bahwa pola komunikasi dengan teman yang iri dapat berupa sarkasme, sindiran halus, perbandingan berlebihan, hingga sikap mengabaikan atau meremehkan pengalaman orang lain.

4. Membicarakan di belakang

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang sering membicarakan Bunda kepada orang lain, terutama jika pembicaraan tersebut berpotensi merusak nama baik.

Namun, perlu dibedakan antara membicarakan seseorang untuk mencari bantuan atau sudut pandang dengan menyebarkan cerita yang bertujuan menjatuhkan.

Psikolog klinis Randi Gunther, PhD, menyarankan untuk melihat dampak dari pembicaraan tersebut. Jika pembicaraan berpotensi menyakiti orang yang dibicarakan dan tidak memberikan manfaat, hal itu perlu dipertanyakan kembali.

Gunther menyarankan untuk bertanya kepada diri sendiri, “Jika hal ini sampai diketahui orang lain, kira-kira apa dampaknya?” Pertanyaan tersebut dapat membantu melihat apakah pembicaraan dilakukan untuk mencari solusi atau justru berpotensi menyakiti orang lain.

5. Menjauh ketika kehidupan Bunda sedang baik

Pernah punya teman yang justru menghilang ketika hidup Bunda sedang berjalan lancar? Rasa iri bisa membuat seseorang menarik diri karena melihat keberhasilan orang lain mengingatkan mereka pada hal-hal yang belum dimiliki atau belum tercapai.

Afton Turner, LPCA, mengatakan rasa iri dapat memicu masalah komunikasi, menurunkan kepercayaan, serta menciptakan jarak emosional dalam persahabatan.

Meski begitu, jangan langsung menyimpulkan seseorang iri hanya karena ia sedang menjauh. Bisa saja ada persoalan pribadi lain yang tidak berkaitan dengan Bunda.

6. Justru berusaha terlalu dekat dengan Bunda

Rasa cemburu atau jealousy ternyata tidak selalu membuat seseorang menjauh. Ada juga orang yang justru berusaha semakin dekat.

Menurut Robin Stern, PhD, rasa cemburu dapat muncul ketika seseorang takut kehilangan hubungan yang dianggap penting. Karena itu, seseorang yang merasa cemburu bisa saja berusaha mempertahankan kedekatan tersebut.

Perilaku ini tidak otomatis berarti seseorang iri kepada Bunda. Konteks hubungan tetap perlu diperhatikan.

7. Terlihat sangat manis secara berlebihan

Seseorang yang berusaha menyembunyikan perasaan negatif bisa saja menunjukkan sikap yang sangat manis di depan Bunda. Namun, sikap ramah atau perhatian tentu tidak otomatis berarti seseorang sedang iri.

Psikoterapis Richard Zwolinski juga menyebut bahwa ketika rasa cemburu disadari sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar, membicarakannya dapat membantu menjernihkan keadaan.

8. Sering menghakimi pilihan Bunda

Orang yang merasa kurang puas dengan kehidupannya sendiri terkadang dapat mengarahkan perasaan tersebut kepada orang lain. Bentuknya bisa berupa komentar negatif tentang pekerjaan, hubungan, penampilan, atau keputusan yang Bunda ambil.

Konselor Julie Dodson menjelaskan bahwa rasa kurang atau keinginan terhadap sesuatu yang dimiliki orang lain terkadang dapat muncul dalam bentuk penilaian negatif terhadap orang yang menjadi objek iri.

9. Mulai mengucilkan Bunda

Perhatikan jika seseorang yang sebelumnya selalu melibatkan Bunda dalam kegiatan tiba-tiba tidak lagi mengajak atau memasukkan Bunda. Contohnya, Bunda tidak lagi diundang dalam acara yang biasanya diikuti bersama atau dibuatkan grup percakapan lain tanpa Bunda.

Turner menyebut perilaku mengucilkan seperti tidak mengundang seseorang ke acara sosial atau membuat grup percakapan tanpa dirinya sebagai salah satu bentuk perilaku yang dapat muncul ketika seseorang merasa iri.

10. Mencoba meniru secara halus

Rasa iri juga bisa muncul dalam bentuk keinginan untuk memiliki sesuatu yang serupa dengan orang yang menjadi objek iri. Misalnya, seseorang mulai mengikuti gaya berpakaian, pilihan pekerjaan, atau pola hidup Bunda.

Penulis bidang kesehatan Eleesha Lockett, MS, menjelaskan bahwa ketika rasa iri memengaruhi perilaku dan kepribadian seseorang, hal tersebut dapat berdampak pada hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Meski begitu, meniru gaya atau pilihan hidup seseorang tidak otomatis berarti ia sedang iri. Bisa saja seseorang memang menyukai gaya tersebut atau terinspirasi dari Bunda. Karena itu, tanda ini sebaiknya dilihat bersama pola perilaku lainnya.

11. Menganggap hidup Bunda selalu sempurna

Ada pula orang yang melihat kehidupan Bunda seolah-olah selalu lebih baik dari kehidupannya. Padahal, apa yang terlihat dari luar belum tentu menggambarkan keseluruhan hidup seseorang.

Orang yang iri bisa saja hanya melihat pekerjaan yang berhasil, hubungan yang harmonis, rumah yang nyaman, atau pencapaian tertentu tanpa mengetahui perjuangan dan masalah yang ada di baliknya.

Konselor Araya Baker menjelaskan bahwa seseorang yang menganggap kesuksesan orang lain terjadi tanpa usaha dapat kesulitan melihat proses, pertumbuhan, dan perjuangan di balik pencapaian tersebut.

Jangan buru-buru menyimpulkan seseorang iri

Beberapa perilaku di atas memang dapat muncul ketika seseorang merasa iri, tapi bukan berarti setiap orang yang melakukan salah satunya pasti sedang iri kepada Bunda.

Seseorang yang menjauh bisa saja sedang menghadapi masalah pribadi. Teman yang tidak langsung memberikan ucapan selamat mungkin sedang memiliki persoalan sendiri. Begitu pula dengan komentar yang terdengar berbeda dari biasanya.

Karena itu, lebih baik melihat pola perilaku secara keseluruhan, bukan mengambil kesimpulan hanya dari satu kejadian. Jika hubungan tersebut masih ingin dipertahankan, komunikasi terbuka dapat menjadi langkah awal.

Sampaikan perilaku spesifik yang membuat Bunda tidak nyaman dan jelaskan perasaan Bunda tanpa langsung menuduh orang tersebut iri.

Pada akhirnya, persahabatan tidak harus selalu berarti setuju dalam segala hal. Namun, hubungan yang sehat tetap membutuhkan rasa saling menghargai dan ruang bagi masing-masing orang untuk bahagia atas pencapaiannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda