Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Golongan Darah Bisa Berubah? Ini Penjelasannya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 04 Oct 2026 13:10 WIB

Ilustrasi Golongan Darah
Ilustrasi golongan darah /Foto: Getty Images/iStockphoto/Photobuay
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, golongan darah merupakan karakteristik tubuh yang umumnya sudah ditentukan sejak lahir. Jenisnya diturunkan melalui faktor genetik dari orang tua, sehingga sebagian besar orang akan memiliki golongan darah yang sama sepanjang hidup.

Namun, dalam kondisi tertentu, golongan darah seseorang dapat menunjukkan perubahan yang tidak biasa, situasi ini tergolong langka.

Lantas, mengapa golongan darah dapat berubah? Yuk, simak penjelasan selengkapnya yang dapat Bunda ketahui berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu golongan darah?

Dilansir Cleveland Clinic, golongan darah adalah sistem klasifikasi yang memungkinkan tenaga medis untuk menentukan apakah darah Bunda kompatibel atau tidak dengan orang lain.

Ada empat golongan darah utama, yakni A, B, AB, dan O. Spesialis bank darah menentukan golongan darah berdasarkan apakah Bunda memiliki antigen A atau B pada sel darah merah.

Mereka juga mencari protein yang disebut faktor Rh. Mereka mengklasifikasikan golongan darah sebagai (+) jika memiliki protein ini dan negatif (-) jika tidak. Ini menghasilkan delapan golongan darah umum, meliputi:

  • A positif (A+)
  • Negatif (A-)
  • B positif (B+)
  • B negatif (B-)
  • AB positif (AB+)
  • AB negatif (AB-)
  • O positif (O+)
  • O negatif (O-)

Mengapa mengetahui golongan darah sendiri itu penting?

Mengetahui golongan darah sendiri dapat bermanfaat jika perlu mendonorkan atau menerima darah. Golongan darah tertentu tidak kompatibel satu sama lain.

Jika menerima darah dengan golongan yang tidak kompatibel, sistem kekebalan tubuh akan menolak darah donor, yang mungkin menyebabkan situasi yang mengancam jiwa.

Namun, rumah sakit melakukan pengujian ekstensif sebelum mempertimbangkan transfusi darah untuk memastikan kecocokan golongan darah yang tepat.

Sangat penting bagi ibu hamil juga untuk mengetahui golongan darah mereka. Orang tua yang memiliki golongan darah yang tidak cocok dengan bayinya mungkin akan mengalami komplikasi, seperti penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir, Bunda.

Benarkah golongan darah bisa berubah?

Melansir dari healthline, dalam kasus yang jarang terjadi, golongan darah mungkin bisa berubah. Misalnya, beberapa penderita leukimia mengalami perubahan golongan darah sementara ketika antigen tidak lagi diekspresikan pada sel darah merah mereka saat menderita kanker.

Situasi lain yang mungkin terjadi adalah transplantasi sumsum tulang, di mana golongan darah penerima dapat berubah sementara agar sesuai dengan golongan darah donor.

Sementara itu, Our Blood Institute mencatat bahwa perubahan golongan darah juga bisa terjadi karena infeksi bakteri. Fenomena ini terjadi pada kelompok A yang mengalami infeksi bakteri di usus menghasilkan enzim yang mengubah molekul golongan darah A sehingga sangat mirip dengan molekul B.

Dikenal sebagai acquired B phenomenon, ini biasanya menyerang pasien yang menderita kanker usus besar, obstruksi usus, atau sepsis.

Apakah golongan darah dapat memengaruhi risiko kesehatan?

Studi tahun 2020 menemukan bahwa orang dengan golongan darah non-O mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejadian trombotik, seperti pembekuan darah atau emboli paru.

Penelitian juga menemukan bahwa orang dengan golongan darah A mungkin mengalami penuaan yang kurang sehat dibandingkan orang dengan golongan darah A. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Nah, itulah penjelasan terkait golongan darah yang bisa berubah, yang dapat dipahami. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda