Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Bukan WhatsApp-Telegram, Gen Z Kini Kirim Pesan dengan Cara ala Merpati

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Senin, 21 Sep 2026 13:10 WIB

A stylish young woman is sitting on a sofa and listening to music with a wireless bluetooth headphones connected to her smart phone in the living room at home.
Ilustrasi Gen Z kirim pesan dengan cara ala merpati / Foto: Getty Images/recep-bg
Jakarta -

Generasi Z atau Gen Z mulai melirik cara berkomunikasi digital yang justru mengesampingkan kecepatan, Bunda. Di tengah dominasi aplikasi seperti WhatsApp, Telegram, dan iMessage yang menawarkan pesan instan, sebagian anak muda kini memilih aplikasi yang sengaja memperlambat proses pengiriman pesan.

Tren tersebut dimuat dalam laporan Yahoo Tech, yang mengungkap cara baru yang digunakan ialah melalui aplikasi seperti Carrier Pidge dan Roost. Aplikasi tersebut menawarkan pengalaman berkirim pesan layaknya menggunakan merpati pos.

Alih-alih langsung masuk ke ponsel penerima, pesan dikirim melalui animasi burung merpati virtual yang membutuhkan waktu untuk mencapai tujuan. Kecepatan merpati dalam aplikasi tersebut rata-rata sekitar 177 kilometer per jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pesan untuk jarak dekat dapat tiba dalam hitungan detik, tetapi pengiriman lintas benua bisa membutuhkan waktu berjam-jam. Tidak hanya menunggu, pengguna juga menghadapi kemungkinan pesan gagal terkirim.

Aplikasi tersebut memberikan peluang sekitar 0,2 persen bagi merpati virtual untuk "tersesat" sehingga pesan tidak sampai kepada penerima. Carrier Pidge dikembangkan Noah Iarrobino hanya dalam waktu sekitar tiga minggu.

Meski sang pengembang menyebut aplikasinya sebagai sesuatu yang "tidak berguna" dan "benar-benar tidak praktis", konsep tersebut justru menjadi daya tarik bagi pengguna. Saat pesan dikirim, pengguna dapat melihat peta interaktif yang menunjukkan perjalanan merpati menuju lokasi penerima.

Mekanisme ini membuat proses menunggu menjadi bagian utama komunikasi, sesuatu yang hampir tidak ditemukan pada layanan pesan instan konvensional.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda