Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 20 Sep 2026 20:30 WIB

Young couple drinking morning coffee enjoying the weekend in their new apartment
Ilustrasi ciri pasangan suportif / Foto: Getty Images/Milan Markovic
Daftar Isi
Jakarta -

Hubungan yang sehat tidak hanya dibangun dari komunikasi terbuka, kepercayaan, dan rasa saling menghargai. Dukungan dari pasangan juga menjadi bagian penting agar tetap kuat dan membuat Bunda merasa aman untuk menjadi diri sendiri.

Pasangan yang suportif akan berusaha memahami perasaan dan kebutuhan Bunda, bukan sekadar mendengarkan untuk memberi respons.

Ia memberikan ruang bagi Bunda untuk bercerita, menghargai pendapat, serta tidak membuat perasaan Bunda terasa sepele.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ketika Bunda merasa didengarkan dan dipahami, hubungan pun terasa lebih nyaman dan saling menguatkan. Lantas, seperti apa ciri pasangan suportif? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

11 Ciri pasangan suportif yang membuatmu merasa didengar

Dilansir Your Tango, berikut beberapa ciri dari seseorang yang benar-benar dikenal sebagai pasangan suportif:

1. Memberikan ruang bagi Bunda yang sedang emosi

Mampu memahami perasaan sendiri sambil tetap memberikan ruang bagi orang lain untuk merasakan emosinya bukan hal mudah. Dibutuhkan banyak latihan untuk bisa melakukannya.

Namun, pasangan suportif biasanya memiliki kemampuan tersebut atau mau belajar untuk mengembangkannya. Mereka bisa memahami kebutuhan emosional diri sendiri sekaligus memberikan ruang untuk mendengarkan perasaan pasangannya.

Bahkan, saat bertengkar atau menghadapi konflik yang dipenuhi emosi, pasangan yang suportif tidak langsung mengabaikan perasaan pasangannya atau meluapkan amarah.

2. Memberikan motivasi agar Bunda bisa mencapai tujuan

Pasangan yang suportif membantu Bunda menetapkan tujuan, baik setiap hari maupun dari perspektif jangka panjang, sambil juga memberikan dorongan dan motivasi.

Mereka selalu hadir setiap hari untuk pasangannya dan memprioritaskan kebiasaan sehat, pola pikir, dan kata-kata penyemangat yang memotivasi keduanya untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

3. Memprioritaskan waktu berkualitas

Pasangan yang paling sehat membagi waktu mereka dengan pasangannya dengan perbandingan 70/30, 70 persen waktu dihabiskan bersama dan 30 persen terpisah.

Pasangan suportif tidak keberatan berdiam diri tanpa melakukan apa pun bersama pasangannya, selama mereka juga memprioritaskan minat, hobi, dan waktu sendiri yang mendukung kesehatan emosional dan identitas individu masing-masing.

4. Menepati janjinya

Kepercayaan adalah dasar dari semua hubungan, Bunda. Seperti yang ditemukan dalam sebuah makalah penelitian Universitas Eastern Illinois, 100 persen responden survei mengatakan kepercayaan adalah faktor kunci yang diperlukan dalam setiap hubungan.

Jadi, untuk mencapai pilar kepercayaan dan rasa hormat dalam sebuah hubungan, pasangan suportif akan menepati janji dan komitmennya.

5. Terbuka dan jujur

Pasangan suportif tidak hanya menunjukkan belas kasih dan empati, tetapi juga mendorong pasangannya untuk mengungkapkan emosi dan kebutuhan mereka yang tidak nyaman, bahkan ketika itu sulit.

Jika pasangan mengesampingkan kebutuhan mereka sendiri untuk memprioritaskan Bunda, itu menunjukkan bahwa mereka bersikap terbuka dan jujur, serta benar-benar peduli.

6. Merasa nyaman berdiskusi dan menetapkan batasan

Pasangan suportif selalu menyediakan ruang untuk diskusi tentang kebutuhan dan harapan pasangannya.

Menurut pelatih kehidupan Jo Nash, menetapkan dan mempertahankan batasan membutuhkan kesadaran diri, keterampilan komunikasi yang baik, dan tingkat ketegasan yang bisa menakutkan bagi sebagian orang.

Namun, untuk mengatasi ketakutan ini dan menetapkan harapan yang tepat, Bunda membutuhkan pasangan yang suportif bersedia terlibat dalam percakapan sulit dengan Bunda.

7. Merayakan kesuksesan

Menurut pakar kepemimpinan Mike Robbins, rasa tidak aman dapat merusak hubungan yang sehat. Seringkali, orang yang berjuang dengan rendah diri kesulitan untuk benar-benar merayakan dan memberi ruang bagi kesuksesan orang lain.

Namun, ketika pasangan merayakan kesuksesan dan tidak merasa terancam, ini adalah tanda yang sangat langka dari pasangan yang benar-benar suportif.

Dukungan itu mempererat ikatan pasangan karena satu pasangan menyaksikan pasangan lainnya mencapai tujuan mereka dan menjadi versinya yang lebih baik.

8. Menghargai pendapat Bunda

Tidak peduli apa pun argumen atau perselisihannya, pasangan yang suportif selalu berusaha untuk kembali ke dasar.

Pasangan mungkin tidak sependapat tentang preferensi, tetapi mereka tetap dapat bersatu dan menerima perbedaan tersebut sebagai kekuatan.

9. Mendorong Bunda untuk berinvestasi dalam hubungan pribadi lainnya

Pasangan suportif menyadari bagaimana kehidupan sosial yang kaya di luar hubungan dapat benar-benar menambah nilai pada hubungan mereka dan mendorong individualitas, pertumbuhan pribadi, dan kebahagiaan.

Faktanya, kesehatan emosional lebih terjaga ketika berinvestasi dalam hubungan platonis di samping hubungan romantis.

Terlepas dari tekanan sosial untuk memprioritaskan percintaan, koneksi sosial platonis sama pentingnya, atau bahkan lebih penting, untuk menjaga kesehatan.

10. Memimpin dengan empati

Empati adalah kerangka kerja yang membantu setiap hubungan sehat berkembang. Ketika pasangan mengutamakan empati, mereka cenderung lebih memberi ruang dalam hubungan untuk komunikasi.

Ketika mereka berpusat pada kasih sayang, mereka dapat mengatur emosinya dengan lebih baik dan merayakan kemenangan kecil pasangan.

11. Mengakui kesalahan dan meminta maaf

Tidak mudah bagi siapa pun untuk mengakui bahwa mereka salah atau telah membuat kesalahan, tetapi pasangan yang suportif tidak memiliki masalah untuk mengakuinya.

Alih-alih menyalahkan orang lain atau mencoba memanipulasi pasangannya, mereka bertanggung jawab penuh dan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk memperbaiki keadaan.

Nah, itulah beberapa ciri yang dapat dikenali dari pasangan suportif. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda