moms-life
11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai
HaiBunda
Minggu, 20 Sep 2026 20:30 WIB
Daftar Isi
-
11 Ciri pasangan suportif yang membuatmu merasa didengar
- 1. Memberikan ruang bagi Bunda yang sedang emosi
- 2. Memberikan motivasi agar Bunda bisa mencapai tujuan
- 3. Memprioritaskan waktu berkualitas
- 4. Menepati janjinya
- 5. Terbuka dan jujur
- 6. Merasa nyaman berdiskusi dan menetapkan batasan
- 7. Merayakan kesuksesan
- 8. Menghargai pendapat Bunda
- 9. Mendorong Bunda untuk berinvestasi dalam hubungan pribadi lainnya
- 10. Memimpin dengan empati
- 11. Mengakui kesalahan dan meminta maaf
Hubungan yang sehat tidak hanya dibangun dari komunikasi terbuka, kepercayaan, dan rasa saling menghargai. Dukungan dari pasangan juga menjadi bagian penting agar tetap kuat dan membuat Bunda merasa aman untuk menjadi diri sendiri.
Pasangan yang suportif akan berusaha memahami perasaan dan kebutuhan Bunda, bukan sekadar mendengarkan untuk memberi respons.
Ia memberikan ruang bagi Bunda untuk bercerita, menghargai pendapat, serta tidak membuat perasaan Bunda terasa sepele.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Bunda merasa didengarkan dan dipahami, hubungan pun terasa lebih nyaman dan saling menguatkan. Lantas, seperti apa ciri pasangan suportif? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
11 Ciri pasangan suportif yang membuatmu merasa didengar
Dilansir Your Tango, berikut beberapa ciri dari seseorang yang benar-benar dikenal sebagai pasangan suportif:
1. Memberikan ruang bagi Bunda yang sedang emosi
Mampu memahami perasaan sendiri sambil tetap memberikan ruang bagi orang lain untuk merasakan emosinya bukan hal mudah. Dibutuhkan banyak latihan untuk bisa melakukannya.
Namun, pasangan suportif biasanya memiliki kemampuan tersebut atau mau belajar untuk mengembangkannya. Mereka bisa memahami kebutuhan emosional diri sendiri sekaligus memberikan ruang untuk mendengarkan perasaan pasangannya.
Bahkan, saat bertengkar atau menghadapi konflik yang dipenuhi emosi, pasangan yang suportif tidak langsung mengabaikan perasaan pasangannya atau meluapkan amarah.
2. Memberikan motivasi agar Bunda bisa mencapai tujuan
Pasangan yang suportif membantu Bunda menetapkan tujuan, baik setiap hari maupun dari perspektif jangka panjang, sambil juga memberikan dorongan dan motivasi.
Mereka selalu hadir setiap hari untuk pasangannya dan memprioritaskan kebiasaan sehat, pola pikir, dan kata-kata penyemangat yang memotivasi keduanya untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
3. Memprioritaskan waktu berkualitas
Pasangan yang paling sehat membagi waktu mereka dengan pasangannya dengan perbandingan 70/30, 70 persen waktu dihabiskan bersama dan 30 persen terpisah.
Pasangan suportif tidak keberatan berdiam diri tanpa melakukan apa pun bersama pasangannya, selama mereka juga memprioritaskan minat, hobi, dan waktu sendiri yang mendukung kesehatan emosional dan identitas individu masing-masing.
4. Menepati janjinya
Kepercayaan adalah dasar dari semua hubungan, Bunda. Seperti yang ditemukan dalam sebuah makalah penelitian Universitas Eastern Illinois, 100 persen responden survei mengatakan kepercayaan adalah faktor kunci yang diperlukan dalam setiap hubungan.
Jadi, untuk mencapai pilar kepercayaan dan rasa hormat dalam sebuah hubungan, pasangan suportif akan menepati janji dan komitmennya.
5. Terbuka dan jujur
Pasangan suportif tidak hanya menunjukkan belas kasih dan empati, tetapi juga mendorong pasangannya untuk mengungkapkan emosi dan kebutuhan mereka yang tidak nyaman, bahkan ketika itu sulit.
Jika pasangan mengesampingkan kebutuhan mereka sendiri untuk memprioritaskan Bunda, itu menunjukkan bahwa mereka bersikap terbuka dan jujur, serta benar-benar peduli.
6. Merasa nyaman berdiskusi dan menetapkan batasan
Pasangan suportif selalu menyediakan ruang untuk diskusi tentang kebutuhan dan harapan pasangannya.
Menurut pelatih kehidupan Jo Nash, menetapkan dan mempertahankan batasan membutuhkan kesadaran diri, keterampilan komunikasi yang baik, dan tingkat ketegasan yang bisa menakutkan bagi sebagian orang.
Namun, untuk mengatasi ketakutan ini dan menetapkan harapan yang tepat, Bunda membutuhkan pasangan yang suportif bersedia terlibat dalam percakapan sulit dengan Bunda.
7. Merayakan kesuksesan
Menurut pakar kepemimpinan Mike Robbins, rasa tidak aman dapat merusak hubungan yang sehat. Seringkali, orang yang berjuang dengan rendah diri kesulitan untuk benar-benar merayakan dan memberi ruang bagi kesuksesan orang lain.
Namun, ketika pasangan merayakan kesuksesan dan tidak merasa terancam, ini adalah tanda yang sangat langka dari pasangan yang benar-benar suportif.
Dukungan itu mempererat ikatan pasangan karena satu pasangan menyaksikan pasangan lainnya mencapai tujuan mereka dan menjadi versinya yang lebih baik.
8. Menghargai pendapat Bunda
Tidak peduli apa pun argumen atau perselisihannya, pasangan yang suportif selalu berusaha untuk kembali ke dasar.
Pasangan mungkin tidak sependapat tentang preferensi, tetapi mereka tetap dapat bersatu dan menerima perbedaan tersebut sebagai kekuatan.
9. Mendorong Bunda untuk berinvestasi dalam hubungan pribadi lainnya
Pasangan suportif menyadari bagaimana kehidupan sosial yang kaya di luar hubungan dapat benar-benar menambah nilai pada hubungan mereka dan mendorong individualitas, pertumbuhan pribadi, dan kebahagiaan.
Faktanya, kesehatan emosional lebih terjaga ketika berinvestasi dalam hubungan platonis di samping hubungan romantis.
Terlepas dari tekanan sosial untuk memprioritaskan percintaan, koneksi sosial platonis sama pentingnya, atau bahkan lebih penting, untuk menjaga kesehatan.
10. Memimpin dengan empati
Empati adalah kerangka kerja yang membantu setiap hubungan sehat berkembang. Ketika pasangan mengutamakan empati, mereka cenderung lebih memberi ruang dalam hubungan untuk komunikasi.
Ketika mereka berpusat pada kasih sayang, mereka dapat mengatur emosinya dengan lebih baik dan merayakan kemenangan kecil pasangan.
11. Mengakui kesalahan dan meminta maaf
Tidak mudah bagi siapa pun untuk mengakui bahwa mereka salah atau telah membuat kesalahan, tetapi pasangan yang suportif tidak memiliki masalah untuk mengakuinya.
Alih-alih menyalahkan orang lain atau mencoba memanipulasi pasangannya, mereka bertanggung jawab penuh dan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk memperbaiki keadaan.
Nah, itulah beberapa ciri yang dapat dikenali dari pasangan suportif. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
10 Hak dan Kewajiban Suami Terhadap Istri Menurut Islam, Beritahu Ayah Bun!
Mom's Life
7 Tanda Istri Kecewa dengan Sikap Suami dan Cara Mengatasinya
Mom's Life
10 Cara Bijak Menghadapi Suami yang Selalu Menyalahkan Istri
Mom's Life
Mengenal Arti Prioritas dalam Hubungan, Tanda Pasangan Melakukannya & Contohnya
Mom's Life
5 Jenis Selingkuh dalam Pernikahan, Tak Melulu Soal Hubungan Fisik Bun
7 Foto
Mom's Life
7 Potret Mesra Melanie Putria dan Suami Dokter Ortopedi, Bikin Heboh Saat Dilamar di Helikopter
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
11 Tanda Suami Mulai Berubah dan Membuat Istri Merasa Diabaikan
4 Sifat Suami yang Bikin Istri Tetap Merasa Dicintai Meski Sudah Bertahun-tahun Menikah
Apakah Suami Istri Akan Berkumpul Kembali di Akhirat?