Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Orang yang Sering Kirim Chat, Foto & Link ke WhatsApp Sendiri

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 04 Oct 2026 19:10 WIB

Close up young woman looking at smartphone for video online chat with friends or surf the internet or playing mobile application in relax time
Ilustrasi Ciri Kepribadian Orang yang Sering Kirim Chat, Foto & Link ke WhatsApp Sendiri/Foto: Getty Images/helenaak
Daftar Isi
Jakarta -

Kebiasaan mengirim chat, foto, video, atau link ke WhatsApp sendiri mungkin terlihat sepele. Namun, cara ini ternyata bisa menggambarkan ciri kepribadian tertentu, terutama dalam mengatur dan mengingat berbagai informasi.

Sebagian orang bahkan sengaja membuat grup WhatsApp yang berisi diri sendiri untuk menyimpan berbagai hal yang mungkin dibutuhkan di kemudian hari.

Mulai dari catatan, pengingat, link, foto, dokumen, hingga ide dapat dikumpulkan dalam satu ruang agar lebih mudah ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut psikolog, kebiasaan tersebut tidak sekadar menunjukkan seseorang gemar menyimpan berbagai konten. Ini dapat berkaitan dengan beberapa ciri kepribadian tertentu, Bunda.

Psikolog ungkap kepribadian orang yang suka chat ke WhatsApp sendiri

Melansir dari THE ECONOMIC TIMES, psikolog tidak memandang kebiasaan ini sebagai kemalasan. Sebaliknya, hal ini sering kali mencerminkan perencanaan dan manajemen informasi.

Orang yang mengatur informasi terlebih dahulu sedang mempersiapkan diri untuk situasi di masa depan. Mereka memperkirakan mungkin akan membutuhkan dokumen, gambar, pengingat, atau video di kemudian hari.

Menyimpan informasi juga mengurangi stres karena orang tahu materi penting tersimpan dengan aman, alih-alih bergantung sepenuhnya pada ingatan.

Perilaku tersebut menunjukkan bahwa banyak orang lebih suka sistem terstruktur untuk mengelola kehidupan sehari-hari. Memiliki satu lokasi digital untuk konten yang tersimpan menciptakan keteraturan dan mengurangi kebingungan.

Tujuan orang menyimpan konten di WhatsApp sendiri

Ada banyak alasan mengapa orang membuat grup pribadi untuk menyimpan berbagai jenis konten. Berikut di antaranya:

  • Sebagian orang menyimpan daftar belanja sebelum pergi ke toko.
  • Sebagian orang mengumpulkan dokumen kantor yang mungkin mereka perlukan saat bepergian.
  • Para siswa menyimpan materi belajar, catatan kuliah, dan video pendidikan.
  • Para kreator konten mengumpulkan ide untuk proyek-proyek mendatang.
  • Keluarga menyimpan laporan medis, tiket perjalanan, dan bukti pembayaran.
  • Yang lain sekadar menggunakan grup tersebut sebagai buku catatan untuk pengingat harian.

Teori psikolog di balik kebiasaan chat ke WhatsApp sendiri

Salah satu teori yang membantu menjelaskan perilaku ini adalah Teori Beban Kognitif. Ini menyatakan bahwa memori kerja memiliki kapasitas terbatas.

Ketika terlalu banyak informasi harus diingat sekaligus, kinerja mental menjadi kurang efisien. Orang secara alami mengurangi beban ini dengan menyimpan informasi secara eksternal.

Konsep terkait lainnya adalah memori transaktif. Ini menjelaskan bagaimana orang mengingat di mana informasi berada, alih-alih mengingat setiap detailnya. Teknologi telah menjadi bagian dari proses ini.

Ponsel, komputer, kalender, dan aplikasi perpesanan sering berfungsi sebagai sistem memori eksternal. Menggunakan grup WhatsApp pribadi sesuai dengan pola ini.

Prinsip utamanya adalah pengorganisasian. Orang bekerja lebih baik ketika informasi diatur dengan cara yang dapat diprediksi. Menyimpan semuanya di satu tempat menghemat waktu selama pencarian. Hal ini juga mengurangi kemungkinan kehilangan informasi yang berguna.

Kebiasaan ini mendukung perencanaan karena orang yang mengumpulkan sumber daya sebelum mereka benar-benar membutuhkannya. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat di kemudian hari.

Alih-alih mengulang pencarian di internet, mereka cukup kembali ke pesan yang telah mereka simpan. Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang suka mengirim chat, video, foto, dan link ke WhatsApp sendiri. Bunda juga termasuk?

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda