moms-life
Ciri Kepribadian Orang yang Punya Kebiasaan Membiarkan Kopi sampai Dingin
HaiBunda
Sabtu, 19 Sep 2026 17:00 WIB
Daftar Isi
Bunda pernah membuat secangkir kopi, tetapi baru meminumnya ketika sudah dingin? Kebiasaan sederhana ini ternyata bisa dikaitkan dengan ciri kepribadian tertentu, terutama cara seseorang memprioritaskan kebutuhan dan kesenangan dirinya sendiri di tengah kesibukan.
Konsep yang dikenal sebagai cold coffee theory ini menggambarkan kebiasaan menunda menikmati hal-hal kecil karena merasa ada pekerjaan atau tanggung jawab yang lebih penting.
Lantas, seperti apa ciri kepribadian orang yang sering membiarkan kopinya sampai dingin? Yuk, Bunda, simak penjelasannya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri kepribadian orang yang sering membiarkan kopi sampai dingin
Dikutip dari laman VICE, cold coffee theory merupakan konsep yang mengaitkan kebiasaan membiarkan kopi menjadi dingin dengan kecenderungan seseorang menunda kesenangan dan tidak sengaja mengabaikan waktu untuk dirinya sendiri.
Seseorang mungkin sudah membuat kopi karena ingin menikmati minuman hangat sambil bersantai. Namun, alih-alih langsung menikmatinya, ia justru sibuk mengerjakan hal lain, seperti menyelesaikan pekerjaan, membereskan rumah, mengecek email, atau melakukan aktivitas lainnya. Ketika kembali mengingat kopinya, minuman tersebut sudah tidak lagi hangat.
Menurut konsep ini, kebiasaan tersebut dapat menggambarkan kecenderungan seseorang dalam menjalani kesehariannya.
1. Terbiasa mendahulukan kebutuhan orang lain
Jonathan Goelz, LCSW, Executive Director All in Solutions, menjelaskan bahwa cold coffee theory dapat menggambarkan dampak dari kebiasaan seseorang yang terus-menerus mengurus berbagai hal lain hingga melupakan kesejahteraannya sendiri.
“Teori kopi dingin benar-benar membantu menggambarkan dampak dari menghabiskan seluruh waktu kita untuk mengurus hal-hal lain terhadap kesejahteraan diri sendiri,” ujar Goelz.
Menurutnya, seseorang dapat dianalogikan seperti membiarkan kopinya menjadi dingin ketika terus menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhannya sendiri, sibuk menangani berbagai tanggung jawab, serta jarang menyediakan waktu untuk melakukan hobi atau kegiatan yang menyenangkan.
2. Sering mengutamakan produktivitas
Kebiasaan membiarkan kopi sampai dingin juga dapat mencerminkan kecenderungan untuk terus mengutamakan produktivitas. Waktu untuk beristirahat atau menikmati kesenangan sederhana mungkin dianggap kurang penting dibandingkan menyelesaikan tugas berikutnya.
Goelz menjelaskan bahwa kebiasaan terburu-buru beralih ke tugas selanjutnya tanpa berhenti sejenak untuk menikmati pencapaian yang sudah diperoleh juga dapat dianalogikan dengan membiarkan kopi menjadi dingin.
3. Terlalu berorientasi pada masa depan
Menurut Goelz, cold coffee theory juga dapat menunjukkan bahwa seseorang terlalu berfokus pada apa yang akan dilakukan selanjutnya sehingga kurang menikmati momen yang sedang berlangsung.
Sebagai contoh, ketika sedang menikmati kopi, pikiran seseorang mungkin sudah sibuk memikirkan pekerjaan atau aktivitas berikutnya. Akibatnya, ia tidak sepenuhnya menikmati waktu yang sedang dijalani.
4. Sering menunda kesenangan sederhana
Secangkir kopi yang masih hangat sebenarnya dapat menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak. Namun, seseorang yang terbiasa mengabaikannya mungkin terus menunda waktu untuk menikmati kesenangan kecil tersebut.
Dalam konteks cold coffee theory, kebiasaan ini tidak hanya berkaitan dengan kopi. Pola serupa dapat muncul ketika seseorang selalu menunda melakukan hobi, bersantai, atau menikmati pencapaian karena merasa masih memiliki hal lain yang harus dikerjakan.
5. Perlu belajar memberi waktu untuk diri sendiri
Goelz menyarankan untuk menyisipkan momen mindfulness sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Caranya bisa dengan menyediakan waktu khusus untuk melakukan hobi, menjauhkan ponsel atau gangguan lain selama beberapa menit, serta memperhatikan apa yang dirasakan oleh pancaindra.
Ia juga menekankan bahwa tidak setiap waktu luang harus dibuat produktif. Memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menikmati hal-hal sederhana dapat membantu seseorang lebih menghargai momen bermakna dalam kehidupan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
3 Kalimat yang Perlu Dihindari Jika Ingin Dinilai Sebagai Wanita Cerdas
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
Mom's Life
8 Pintu Ini akan Tunjukkan Kekuatan dan Kemampuan Bunda Hadapi Masa Depan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Ciri Kepribadian Orang Penyayang yang Diam-diam Membawa Kebaikan bagi Orang Lain
7 Ciri Orang dengan Kemampuan Berpikir Tinggi
Ciri Kepribadian Orang Pemilik Nama Awalan E Menurut Pakar