moms-life
Senang Membukakan Pintu untuk Orang Lain? Ternyata Simpan Ciri Kepribadian Ini
HaiBunda
Jumat, 18 Sep 2026 14:25 WIB
Daftar Isi
Bunda mungkin pernah melihat seseorang yang dengan sigap membukakan atau menahan pintu ketika menyadari ada orang lain di belakangnya.
Kebiasaan sederhana ini sering dilakukan secara spontan, tetapi ternyata bisa mencerminkan cara seseorang memperhatikan dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
Sekilas, membukakan pintu memang terlihat sebagai bentuk sopan santun. Namun, menurut psikolog Art Markman, Ph.D., perilaku tersebut juga dapat berkaitan dengan karakter tertentu, salah satunya conscientiousness atau kecenderungan seseorang untuk teliti dan bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, kebiasaan ini tidak selalu menunjukkan kepribadian tertentu. Faktor sosial, kebiasaan yang telah terbentuk, hingga situasi saat itu juga dapat memengaruhi seseorang untuk menahan pintu bagi orang lain.
Lantas, seperti apa ciri kepribadian yang mungkin dimiliki orang yang sering melakukan hal tersebut? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.
Ciri kepribadian orang yang sering membukakan pintu untuk orang lain
Dilansir Your Tango, membukakan pintu untuk orang lain ternyata tidak selalu sekadar bentuk sopan santun.
Penelitian Joseph Santamaria dan David Rosenbaum yang diterbitkan dalam Psychological Science pada 2011 terhadap 148 orang menunjukkan bahwa perilaku ini juga berkaitan dengan upaya mengurangi usaha yang diperlukan kedua pihak.
Saat melihat seseorang di belakang, orang di depan menahan pintu agar orang tersebut tidak perlu membukanya sendiri.
Sebaliknya, orang di belakang biasanya mempercepat langkah agar pintu tidak perlu ditahan terlalu lama. Kebiasaan sederhana ini akhirnya menciptakan bentuk kerja sama kecil antara dua orang, meski mereka tidak saling mengenal.
Berikut beberapa ciri kepribadian orang yang sering membukakan pintu orang lain:
1. Kooperatif
Membukakan pintu ternyata juga dapat dilihat sebagai bentuk kerja sama sederhana antara orang yang berada di depan dan orang yang mengikutinya.
Ketika seseorang menahan pintu, orang di belakang biasanya tidak perlu membuka pintu sendiri. Penelitian tentang perilaku membukakan pintu menunjukkan bahwa orang yang berada di belakang, juga cenderung mempercepat langkah ketika pintu ditahan untuknya.
Ini berarti bahwa tindakan kecil tersebut melibatkan kontribusi dari kedua pihak. Satu orang menahan pintu, sementara orang lain menyesuaikan langkah agar usaha yang dikeluarkan bersama menjadi lebih kecil.
2. Peka terhadap keberadaan orang lain
Orang yang membukakan pintu untuk orang lain menyadari bahwa ada orang ain yang sedang mendekat.
Hal sederhana ini menunjukkan adanya perhatian terhadap lingkungan sekitar. Ia tidak hanya berfokus pada tujuannya sendiri, tetapi juga memperhatikan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.
Meski begitu, kepekaan seperti ini tidak otomatis berarti seseorang memiliki kepribadian tertentu. Bisa saja ia melakukannya karena sudah terbiasa atau karena mengikuti norma kesopanan yang berlaku.
3. Cenderung mempertimbangkan kenyamanan orang lain
Menahan pintu selama beberapa detik berarti mereka bersedia mengubah sedikit perilakunya, agar orang lain tidak perlu melakukan usaha yang sama.
Kecenderungan untuk mempertimbangkan kenyamanan orang lain dapat terlihat dalam berbagai bentuk perilaku prososial sehari-hari, termasuk membantu, berbagi, atau memberikan dukungan kepada orang lain.
Namun, satu tindakan saja tentu tidak cukup untuk menggambarkan keseluruhan kepribadian seseorang.
4. Memiliki perilaku prososial
Perilaku prososial mencakup berbagai tindakan yang dilakukan untuk membantu atau memberikan manfaat untuk orang lain. Seperti menolong, berbagi, memberikan dukungan, atau menunjukkan kepedulian.
Membukakan pintu tentu merupakan bentuk yang sangat sederhana. Namun, kebiasaan memperhatikan orang lain dalam situasi sehari-hari dapat menjadi salah satu contoh perilaku prososial.
5. Tidak mementingkan diri sendiri
Orang yang hampir selalu membukakan pintu untuk orang lain dapat memiliki sejumlah kecenderungan, seperti tidak mementingkan diri sendiri, prososial, percaya diri, dan tenang.
Namun, ciri-ciri tersebut bukan berarti dapat digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang hanya dari kebiasaan membukakan pintu.
Tindakan ini sebenarnya sederhana. Ia hanya perlu menahan pintu beberapa detik lebih lama agar orang di belakangnya bisa masuk atau keluar dengan lebih mudah.
Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang yang sering membukakan pintu untuk orang lain. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
10 Ciri Kepribadian Langka Orang yang Suka Beri Makan Kucing di Jalan
Mom's Life
Ciri Kepribadian Orang yang Makan dengan Cepat, Sering Dilakukan Anak Sulung
Mom's Life
Alasan Mengapa Orang dengan Golongan Darah O Jadi yang Terfavorit di Korea
Mom's Life
4 Ciri Kepribadian Orang yang Lahir di Bulan April, Suka Ketenangan tapi Penuh Ide
Mom's Life
10 Ciri Perempuan Tangguh Bisa Lepas dari Masalah, Bisa Mencintai Diri Sendiri
Mom's Life
9 Ciri Kepribadian Dilihat dari Buah Favorit, Bunda Suka yang Mana?
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri Kepribadian Orang yang Cepat Akrab dengan Orang Baru
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Lupa Membalas Pesan
Ciri Kepribadian Orang Pemilik Nama Awalan E Menurut Pakar