moms-life
Sardinemaxxing Viral di TikTok, Tren Diet Makan Sarden
HaiBunda
Kamis, 17 Sep 2026 18:45 WIB
Daftar Isi
TikTok kembali diramaikan tren pola makan yang mengundang perhatian. Kali ini muncul istilah sardinemaxxing, apa itu? Mari simak tren diet yang viral.
Tren diet sardinemaxxing viral di TikTok. Sardinemaxxing merupakan tren yang mendorong seseorang mengonsumsi sarden dalam jumlah sebanyak mungkin.
Tren tersebut belakangan mengalami peningkatan popularitas dan menjadi perbincangan di media sosial. Berdasarkan Google Trends, ketertarikan terhadap istilah sardinemaxxing meningkat hingga 100 persen antara akhir Juli dan awal Agustus 2026
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sarden dikenal sebagai salah satu sumber protein dan memiliki sejumlah kandungan gizi, namun menjadikannya sebagai satu-satunya fokus dalam pola makan tetap perlu diwaspadai. Mengutip Food Navigator, simak penjelasan mengenai tren diet sardinemaxxing.
Tren diet sardinemaxxing
Istilah sardinemaxxing pada dasarnya mengikuti tren maxxing yang mengajak seseorang memaksimalkan konsumsi makanan atau zat gizi tertentu. Dalam konteks ini, sarden menjadi makanan utama yang dikonsumsi dalam jumlah besar dengan anggapan bahwa semakin banyak dikonsumsi, semakin besar pula manfaat yang diperoleh.
Popularitas sarden sebagai bagian dari diet ekstrem sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, ada pula tren yang dikenal sebagai sardine fast. Pola tersebut dilakukan dengan hanya mengonsumsi sarden selama maksimal sekitar tiga hari dengan tujuan membuat tubuh lebih cepat memasuki kondisi ketosis.
Diet hanya makan sarden bukan pola makan seimbang
Tren sardine fast juga mendapat kritik dari sejumlah pihak. Merek kesehatan Zoe misalnya, menyoroti bahwa mengonsumsi sarden saja tidak dapat disebut sebagai pola makan yang seimbang. Pola seperti ini berpotensi membuat seseorang kehilangan asupan serat yang umumnya diperoleh dari makanan nabati.
Tubuh membutuhkan beragam zat gizi yang berasal dari berbagai kelompok makanan. Oleh sebab itu, menjadikan satu jenis makanan sebagai sumber utama seluruh kebutuhan nutrisi dapat membuat komposisi pola makan menjadi tidak lengkap.
Sarden memang dapat menjadi bagian dari menu sehat, namun bukan berarti harus menggantikan seluruh jenis makanan lain.
Tren 'maxxing' dapat memicu konsumsi berlebihan
Konsep maxxing tidak hanya muncul pada sarden. Di media sosial, tren serupa juga berkembang dengan protein dan serat sebagai beberapa contoh yang cukup populer.
Ada pula tren yang lebih spesifik seperti livermaxxing, berfokus pada konsumsi hati. Namun mengonsumsi sesuatu dalam jumlah berlebihan tidak otomatis membuat manfaatnya semakin besar. Bahkan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dapat menimbulkan masalah apabila dikonsumsi jauh melampaui kebutuhan.
Konsumsi protein yang berlebihan juga telah dikaitkan dalam sejumlah penelitian dengan masalah kesehatan jantung dan ginjal. Begitu pula dengan serat.
Meskipun penting untuk menjaga kesehatan pencernaan, asupan serat yang terlalu banyak dapat menyebabkan keluhan seperti kembung, diare, hingga sembelit. Jadi, protein dan serat tetap memiliki peran penting dalam pola makan, tapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Terlalu fokus pada satu makanan berisiko buruk
Mengandalkan satu makanan secara berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang mengabaikan kebutuhan nutrisi lainnya. Pada pola makan yang hanya berisi sarden, tidak ada sumber serat dari tanaman yang biasanya diperoleh melalui sayuran, buah, kacang-kacangan, atau biji-bijian.
Masalah serupa juga dapat terjadi ketika seseorang terlalu berfokus pada satu zat gizi, seperti protein. Perhatian yang berlebihan terhadap satu komponen makanan dapat membuat kebutuhan nutrisi lain menjadi kurang diperhatikan. Padahal pola makan seimbang membutuhkan kombinasi berbagai jenis makanan dan zat gizi.
Bukan berarti Bunda tidak boleh meningkatkan asupan protein atau serat. Bunda tetap dapat mengonsumsi makanan tinggi protein atau serat sembari memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya. Namun ketika satu bahan atau zat gizi menjadi satu-satunya perhatian, pola makan berisiko menjadi tidak seimbang.
Makanan bergizi tetap perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Sarden memiliki kandungan nutrisi, namun manfaat tersebut tidak menjadikannya sebagai satu-satunya makanan yang dibutuhkan tubuh.
Prinsip yang sama berlaku pada tren maxxing lainnya. Tidak ada satu bahan makanan maupun zat gizi yang dapat menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi tubuh. Pola makan yang sehat tetap membutuhkan keberagaman makanan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Tren Diet "Makan Plastik" Demi Langsing Viral di China, Pakar Peringatkan Bahaya
Mom's Life
5 Jenis Diet Paling Efektif untuk Turunkan Berat Badan dalam Seminggu
Mom's Life
Turun 21 Kg Dalam 6 Bulan, Ini Tips Diet Wanita Jaksel
Mom's Life
1,5 Bulan, Shanty Denny Sukses Pangkas Bobot 10 Kg dengan Makan 5 Kali Sehari
Mom's Life
5 Kebiasaan yang Dianggap Sehat Justru Buat Bunda Tambah Gemuk
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Inara Rusli Usai Jalani Program Diet, Berat Badan Turun hingga 20 Kg
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Penyanyi Korea Ungkap Rahasia Turunkan 10 Kg dalam 2 Bulan, Ternyata Cuma Makan Ini
Selai Kacang dan Apel Jadi Menu Populer Diet Artis Korea, Benarkah Efektif?
Kisah Perempuan Turun BB 20 Kg dengan Diet Air Putih, Berujung Kesulitan Jalan