moms-life
Ciri Kepribadian Orang yang Tumbuh dengan Rasa Takut, Salah Satunya Susah Minta Bantuan
HaiBunda
Selasa, 22 Sep 2026 06:30 WIB
Daftar Isi
Bunda, cara seseorang dibesarkan di keluarga dapat memengaruhi cara mereka berkomunikasi hingga dewasa. Salah satunya terlihat dari kebiasaan dalam menyampaikan keinginan dan meminta sesuatu kepada orang lain.
Pada keluarga yang terbiasa terbuka, seseorang cenderung berani mengutarakan apa yang diinginkan meski ada kemungkinan ditolak.
Sebaliknya, mereka yang tumbuh dalam lingkungan yang mengharuskan banyak menebak perasaan orang lain bisa menjadi lebih takut untuk meminta atau mengungkapkan kebutuhannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pola tersebut dapat terbawa hingga dewasa dan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam berkomunikasi.
Lantas, seperti apa ciri kepribadian orang yang tumbuh dengan rasa takut? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Ciri kepribadian orang yang tumbuh dengan rasa takut
Melansir dari Your Tango, orang yang tumbuh dengan rasa takut untuk meminta apa yang mereka butuhkan biasanya memiliki kepribadian berikut ini:
1. Bersikap pasif-agresif
Orang yang tumbuh dengan rasa takut mungkin terbiasa menyampaikan sesuatu secara tidak langsung. Mereka bisa mengatakan satu hal tetapi sebenarnya mengharapkan orang lain memahami maksud yang berbeda.
Sejak kecil, mereka tidak terbiasa meminta bantuan secara terang-terangan. Karena itu, mereka lebih sering memberikan kode atau petunjuk dengan harapan orang lain akan menyadari kebutuhannya.
Masalahnya, orang lain tidak selalu bisa membaca pikiran. Akibatnya, mereka bisa merasa kecewa ketika tidak ada yang membantu, padahal tidak pernah benar-benar meminta.
2. Sulit mengatakan “tidak”
Mereka mungkin tidak terbiasa dengan permintaan langsung karena permintaan tersebut membuat orang lain berada dalam posisi harus menjawab “ya” atau “tidak”.
Akibatnya, ketika dewasa, mereka bisa merasa sangat bersalah saat menolak permintaan orang lain. Mereka akhirnya sering mengatakan “iya” meskipun sebenarnya tidak mau atau sedang tidak mampu.
Hal ini tentu pada akhirnya membuat mereka kewalahan, lelah, bahkan menyimpan rasa kesal karena kesulitan memperjuangkan kebutuhan sendiri.
3. Sering merasa seperti dimanfaatkan
Sejak kecil, mereka mungkin belajar bahwa mengabaikan kebutuhan sendiri terasa lebih mudah daripada meminta sesuatu yang berisiko membuat orang lain tidak nyaman.
Kebiasaan tersebut dapat terbawa hingga dewasa. Mereka cenderung mendahulukan orang lain, mengatakan “iya” ketika sebenarnya ingin menolak, dan jarang mengungkapkan apa yang mereka butuhkan.
Akibatnya, mereka bisa merasa seperti orang yang selalu mengalah atau membiarkan dirinya diperlakukan sesuka orang lain.
4. Takut ditolak secara langsung
Bagi orang yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini, mendengar jawaban “tidak” bisa terasa jauh lebih menyakitkan daripada seharusnya. Mereka mungkin menganggap penolakan sebagai sesuatu yang personal.
Karena itu, mereka cenderung hanya meminta sesuatu ketika sudah merasa hampir pasti akan mendapatkan jawaban “iya”.
Padahal, penolakan sebenarnya merupakan hal yang normal dalam kehidupan dan tidak selalu berarti seseorang tidak menyukai kita.
Orang yang terbiasa berkomunikasi secara terbuka biasanya lebih mampu memahami bahwa ketika mereka meminta sesuatu, orang lain memang bebas menjawab “ya” atau “tidak” tanpa harus ada drama emosional.
5. Tidak tahu cara meminta bantuan
Semua orang sesekali membutuhkan bantuan dan dukungan. Namun, bagi orang yang tumbuh dengan rasa takut, terbiasa menunggu orang lain memahami kebutuhannya, meminta bantuan secara langsung bisa terasa sangat sulit atau memalukan.
6. Terlalu banyak memikirkan sebelum meminta sesuatu
Kebiasaan ini muncul karena sejak kecil mereka tidak terbiasa membuat permintaan secara sederhana, lalu menerima jawaban apa pun.
Akibatnya, ketika dewasa mereka bisa terus-menerus overthinking sebelum meminta sesuatu. Hal tersebut dapat membuat mereka sulit mengambil keputusan dan semakin frustrasi.
7. Sering merasa tidak dimengerti
Ketika orang lain tidak memahami maksudnya, rasa frustrasi pun muncul. Padahal, orang lain memang sulit mengetahui apa yang dibutuhkan mereka jika semuanya disampaikan secara samar.
Karena itu, kebiasaan berkomunikasi secara tidak langsung justru dapat membuat kebutuhan dan perasaan mereka semakin sulit dipahami.
Nah, itulah beberapa kepribadian yang mungkin dimiliki oleh orang yang tumbuh dengan rasa takut. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
15 Ciri Orang Berhati Hangat yang Selalu Membuat Orang Lain Nyaman
Mom's Life
Ciri Orang yang Suka Menyendiri Tetapi Bukan Berarti Kesepian
Mom's Life
Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas
Mom's Life
11 Ciri Orang dengan Moral Tinggi Menurut Psikologi, Ada di Dirimu?
Mom's Life
Ciri Kepribadian Orang yang Langsung Disukai Banyak Orang, Ternyata Punya 5 Kebiasaan Ini
Mom's Life
Kuis: Temukan Penyebab Bunda Insecure Terhadap Pasangan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri Orang yang Selalu Merasa Jadi Korban dari Kalimat yang Diucapkan
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Lupa Membalas Pesan
Cara Mengetahui Orang yang Sedang Menyembunyikan Sesuatu Menurut Psikolog