Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal

Melly Febrida   |   HaiBunda

Minggu, 27 Sep 2026 08:00 WIB

Makan Sambil Main HP Dapat  Memicu Gangguan Makan
Ciri kepribadian orang malas angkat telepon dari nomor tidak dikenal/ Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
Daftar Isi

Mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal di zaman sekarang memang agak rawan ya, Bunda. Bisa saja telepon penting, tetapi bisa juga panggilan spam atau penipuan. Akhirnya, banyak orang memilih tidak langsung mengangkatnya.

Seperti apa ciri kepribadian orang yang tak mau mengangkat telepon dari nomor tak dikenal?

Buat sebagian orang, nomor asing bukan sesuatu yang perlu langsung dijawab. Mereka lebih memilih menunggu apakah penelepon meninggalkan pesan, mengirimkan WhatsApp, atau menelepon kembali dari nomor yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ada banyak alasan seseorang memilih tidak mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Mereka mungkin khawatir dengan telepon spam atau penipuan, atau memang lebih nyaman berkomunikasi lewat pesan.

Namun, pada sebagian orang, kebiasaan ini juga bisa berkaitan dengan cara mereka mengatur privasi, waktu, perhatian, dan interaksi sosial.

Melansir The Economic Times, kebiasaan mengabaikan panggilan dari nomor tidak dikenal bukan berarti seseorang tidak sopan atau mengalami kecemasan. Perilaku tersebut juga bisa menjadi cara seseorang menjaga batasan pribadi. 

Laman tersebut menuliskan bahwa tidak ada satu tipe kepribadian di balik perilaku tersebut. Beberapa orang hanya melindungi privasi atau menghindari spam. 

Ciri kepribadian orang yang tak mau mengangkat telepon dari nomor tak dikenal

Laman YourTango menyebut, ada enam karakteristik yang sering dikaitkan dengan orang yang enggan menjawab panggilan dari nomor tak dikenal, mulai dari introvert, tidak suka diganggu, ingin memegang kendali, punya batasan yang tegas, menjaga privasi, hingga cenderung berhati-hati. 

Namun, tidak semua orang yang menghindari telepon dari nomor tak dikenal memiliki kepribadian yang sama. Kebiasaan ini bisa dipengaruhi pengalaman, pekerjaan, kebutuhan privasi, preferensi komunikasi, atau sekadar kehati-hatian terhadap spam dan penipuan.

Menariknya, sejumlah penelitian psikologi dan komunikasi memang memberikan penjelasan yang cukup masuk akal tentang kebiasaan tersebut.

Berikut beberapa ciri kepribadian orang yang tak mau mengangkat telepon dari nomor tak dikenal

1. Mereka cenderung selektif dalam berinteraksi

Orang yang tidak langsung mengangkat telepon dari nomor tak dikenal biasanya tidak merasa harus selalu tersedia untuk siapa pun. Mereka mungkin lebih memilih mengetahui dulu siapa yang menghubungi dan apa keperluannya sebelum memutuskan akan merespons.

Ini tidak otomatis menandakan seseorang antisosial. Mereka bisa saja memang lebih selektif dalam menggunakan energi untuk berkomunikasi.

Untuk sebagian orang, pesan teks terasa lebih nyaman karena mereka bisa membaca isi pesan terlebih dahulu dan menentukan kapan akan memberikan respons.

Penelitian Leanna T. Kim dan Sang-Hwa Oh yang diterbitkan dalam Communication Research Reports pada 2023, menemukan adanya hubungan positif antara penggunaan teknologi komunikasi digital dan telephone anxiety.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kecemasan terhadap telepon berkaitan dengan preferensi terhadap bentuk komunikasi selain percakapan telepon.

Kalau Bunda bertemu dengan orang yang lebih nyaman berkomunikasi lewat WhatsApp atau email, belum tentu orang tersebut tidak suka berkomunikasi. Mereka bisa saja hanya lebih nyaman memilih waktu dan cara berkomunikasi.

2. Mereka nggak suka fokusnya tiba-tiba terganggu

Ada orang yang sedang mengerjakan sesuatu lalu tiba-tiba mendengar telepon berdering. Bukannya langsung mengambil ponsel, mereka justru berpikir, “Nanti saja kalau memang penting.”

Ketika fokus seseorang tiba-tiba teralihkan, tidak selalu mudah untuk kembali ke pekerjaan sebelumnya. Beralih dari satu tugas ke tugas lain dapat membuat waktu terbuang dan produktivitas menurun.

Untuk tipe seperti ini, panggilan telepon bukan cuma soal percakapan. Ada perhatian yang harus dihentikan, lalu dialihkan ke sesuatu yang belum tentu penting.

Penelitian mengenai interupsi dalam pekerjaan menunjukkan bahwa gangguan yang memaksa seseorang berpindah perhatian dapat memengaruhi waktu penyelesaian tugas dan meningkatkan beban kognitif.

Sebuah tinjauan mengenai interruptions and task transitions juga menunjukkan bahwa keputusan untuk mengalihkan perhatian dari satu tujuan ke tujuan lain dapat membawa konsekuensi kognitif, emosional, dan terhadap performa.

Penelitian lain yang meneliti interupsi dalam aktivitas kerja menemukan bahwa panggilan dapat meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas serta meningkatkan kesalahan ketika seseorang kembali mengerjakan tugasnya.

Karena itu, orang yang sedang fokus bisa saja memilih tidak menjawab nomor tak dikenal. Bukan karena tidak sopan, tetapi karena merasa panggilan tersebut belum cukup penting untuk mengorbankan fokusnya.

3. Mereka ingin punya kendali atas kapan harus merespons

Telepon mempunyai satu karakteristik yang tidak dimiliki pesan teks. Ada tuntutan untuk merespons saat itu juga. Begitu seseorang mengangkat telepon, mereka langsung harus berhadapan dengan pertanyaan, percakapan, atau permintaan dari orang di ujung sana.

Sebaliknya, pesan memberi ruang untuk berhenti sejenak. Seseorang bisa membaca dulu, memikirkan jawabannya, kemudian merespons ketika sudah siap.

Untuk orang yang suka mengatur waktunya sendiri, pilihan tersebut bisa terasa jauh lebih nyaman.

Ini juga berkaitan dengan penelitian tentang telephone anxiety. Kim dan Oh menemukan bahwa kecemasan terhadap komunikasi melalui telepon dapat membuat seseorang lebih memilih bentuk komunikasi lain dibandingkan percakapan telepon.

Sebenarnya, keinginan untuk tidak langsung menjawab bukan selalu tentang ingin menghindari orang lain. Bisa saja mereka hanya ingin punya sedikit kendali atas kapan dan bagaimana percakapan berlangsung.

4. Mereka punya batasan pribadi yang cukup tegas

Ponsel membuat seseorang seolah-olah selalu bisa dihubungi. Namun, orang yang punya batasan pribadi kuat mungkin tidak melihat keadaan tersebut sebagai kewajiban.

Nomor yang tidak dikenal belum tentu mendapatkan akses langsung ke perhatian mereka.

Hal ini sejalan dengan Communication Privacy Management Theory yang dikembangkan psikolog komunikasi Sandra Petronio. Teori tersebut menjelaskan bagaimana seseorang mengatur informasi pribadi, termasuk menentukan kapan, bagaimana, dan kepada siapa informasi atau akses pribadi diberikan.

Dalam pandangan ini, privasi bukan sekadar menyembunyikan sesuatu. Seseorang juga memiliki aturan tentang siapa yang boleh mendapatkan akses dan dalam situasi seperti apa.

Karena itu, membiarkan nomor tak dikenal masuk ke voicemail bisa menjadi bentuk batasan sederhana.

"Kalau memang penting, kasih tahu dulu siapa dan ada perlu apa."

5. Mereka cukup peduli dengan privasi

Nomor telepon merupakan informasi pribadi. Tidak semua orang nyaman berbicara dengan orang yang identitasnya belum diketahui. Apalagi, panggilan dari nomor tak dikenal bisa berasal dari telemarketing, spam, survei, atau berbagai bentuk penipuan.

Orang yang sangat memperhatikan privasi mungkin memilih tidak mengambil risiko tersebut.

Teori Communication Privacy Management dari Petronio dan Jeffrey T. Child memang melihat pengelolaan privasi sebagai proses aktif. Orang membuat aturan mengenai informasi pribadi dan mengatur bagaimana informasi tersebut dapat diakses oleh orang lain.

Menolak panggilan dari nomor asing bisa saja bukan karena takut berbicara. Mereka hanya merasa, "Aku nggak tahu siapa kamu, jadi kenapa harus langsung menjawab?"

6. Mereka cenderung berhati-hati sebelum mengambil keputusan

Ada orang yang ketika telepon berdering langsung berpikir, "Angkat saja." Ada juga yang justru berpikir, "Nomor siapa ini?"

Tipe kedua biasanya ingin melihat situasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Mereka mungkin memeriksa nomor tersebut di internet, menunggu pesan, atau melihat apakah nomor itu menelepon beberapa kali.

Sikap seperti ini bisa berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk lebih berhati-hati terhadap ketidakpastian.

Penelitian terbaru mengenai intolerance of uncertainty menemukan hubungan yang kuat antara ketidaknyamanan terhadap ketidakpastian, kekhawatiran, dan kecemasan.

Meta-analisis besar yang melibatkan 28.693 peserta dari 138 sampel menemukan hubungan tersebut di berbagai kondisi kecemasan. Namun, ini bukan berarti orang yang tidak mengangkat telepon pasti memiliki masalah kecemasan.

Dalam kehidupan sehari-hari, berhati-hati terhadap nomor asing juga bisa menjadi keputusan yang sangat praktis.

Tidak semua orang yang mengabaikan nomor tak dikenal sedang cemas

Bunda, jangan buru-buru menyimpulkan seseorang yang tidak pernah mengangkat nomor tak dikenal sebagai orang yang pemalu, antisosial, atau punya kecemasan sosial. Perilaku yang sama bisa punya alasan yang berbeda.

Seseorang mungkin mengabaikan telepon karena sedang bekerja. Ada yang nggak ingin fokusnya terganggu. Ada yang menjaga privasi. Ada yang waspada terhadap penipuan. Ada pula yang memang lebih nyaman menerima pesan terlebih dahulu.

Bahkan, orang yang mengalami kecemasan terhadap telepon pun kondisinya berbeda dengan orang yang sekadar memilih untuk menyaring panggilan.

Penelitian tentang telephone anxiety menunjukkan bahwa kecemasan terhadap telepon merupakan bentuk kecemasan komunikasi yang dapat membuat seseorang lebih memilih bentuk komunikasi lain. Namun, bukan berarti semua orang yang memilih pesan daripada telepon mengalami kecemasan.

Kalau Bunda termasuk orang yang melihat nomor asing lalu langsung berpikir, “Nanti saja kalau penting juga kirim pesan,” sebenarnyae nggak ada yang aneh. Bunda bisa jadi memang sedang menjaga waktu, fokus, privasi, atau sekadar memilih siapa yang boleh mendapatkan akses ke perhatian Bunda.

Dan mungkin saat malas mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal, yang sebenarnya Bunda lindungi bukan cuma privasi, tetapi juga waktu dan energi sendiri.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda