Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Nasi Cepat Basi? Coba 7 Tips Ini agar Tahan Lama

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 15 Sep 2026 13:40 WIB

Close-up with stick rice already cooked looks great taste.stick rice in Thailand
Ilustrasi nasi cepat basi / Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon
Daftar Isi

Nasi cepat basi? Mungkin Bunda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini agar nasi tidak cepat basi.

Nasi menjadi salah satu makanan pokok yang hampir selalu tersedia di rumah. Tak sedikit Bunda yang memilih memasak dalam jumlah cukup banyak menggunakan rice cooker agar bisa disantap bersama keluarga sepanjang hari.

Rice cooker memang memudahkan proses memasak sekaligus menjaga nasi tetap hangat. Sayangnya, menyimpan nasi terus-menerus di dalam alat tersebut juga memiliki risiko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Panas dari bagian dasar panci dapat membuat nasi yang menempel menjadi kering, sedangkan uap air yang mengembun bisa membuat sebagian nasi terlalu lembap. Kondisi tersebut dapat mempercepat perubahan kualitas nasi.

Untuk itu, cara memasak dan menyimpan nasi perlu diperhatikan. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa Bunda lakukan agar nasi tetap pulen, tidak cepat basi, dan lebih enak disantap. 

Tips agar nasi tidak cepat basi

Berikut tips yang dapat dicoba di rumah.

1. Masak nasi secukupnya

Salah satu cara paling mudah untuk menghindari nasi basi dengan menyesuaikan jumlah nasi dan kebutuhan keluarga. Daripada memasak terlalu banyak lalu membiarkannya berjam-jam dalam rice cooker, Bunda bisa memperkirakan porsi berdasarkan jumlah anggota keluarga dan waktu makan.

Misalnya saja, nasi untuk sarapan dapat dimasak pada pagi hari. Jika persediaannya sudah habis, Bunda bisa kembali memasak untuk makan siang. Cara ini memang membutuhkan sedikit usaha tambahan, tapi nasi yang disantap biasanya terasa lebih segar dan tekstur pun semakin nikmat.

2. Pastikan beras dicuci dengan baik

Sebelum dimasak, beras sebaiknya dicuci hingga air bilasannya terlihat lebih jernih. Proses ini membantu menghilangkan kotoran dan sisa-sisa yang tidak diinginkan pada beras.

Bunda juga perlu memeriksa beras untuk memastikan tidak ada gabah, batu kecil, kutu, atau benda lain yang ikut terbawa. Selain menjaga kebersihan bahan makanan, pencucian yang tepat dapat membantu menghasilkan nasi dengan tekstur lebih pulen.

Beras yang sudah bersih kemudian bisa dimasak dengan takaran air yang sesuai agar hasil akhirnya tidak terlalu lembek maupun keras.

3. Perhatikan takaran air

Jumlah air sangat menentukan hasil akhir nasi. Jika air yang dituangkan terlalu banyak, nasi bisa menjadi terlalu lembek dan kondisi yang terlalu basah dapat membuatnya lebih cepat mengalami perubahan kualitas.

Sebaliknya, kekurangan air membuat nasi menjadi keras dan kering. Jadi, jangan hanya mengandalkan perkiraan. Gunakan takaran sesuai dengan jenis beras dan petunjuk penggunaan rice cooker agar nasi matang dengan tekstur yang pas.

4. Tambahkan sedikit perasan lemon

Bunda juga bisa mencoba menambahkan sedikit perasan jeruk lemon ke dalam beras yang sudah dicuci sebelum dimasak. Cara ini disebut dapat membantu mengurangi bakteri yang masih tersisa sekaligus membuat nasi terlihat lebih putih dan teksturnya lembut.

Tak perlu khawatir nasi akan terasa asam. Dalam jumlah sedikit, rasa tersebut tidak akan terlalu menonjol setelah nasi melalui proses pemasakan. Perasan lemon juga dapat membantu nasi tetap segar ketika disimpan dalam rice cooker selama beberapa waktu.

5. Jangan langsung membuka rice cooker setelah nasi matang

Nasi yang baru saja matang sebaiknya tidak langsung diambil. Mengutip Good Housekeeping, memberi waktu sekitar 10 menit setelah nasi matang dapat membantu proses penyerapan kelebihan air sehingga teksturnya menjadi lebih pulen.

Setelah didiamkan, aduk nasi menggunakan centong agar uap panas dan kelembapan yang berada di antara butiran nasi tersebar lebih merata. Jika tidak diaduk, bagian tertentu bisa terlalu basah, sementara nasi di dasar panci berpotensi lebih cepat mengeras dan berkerak.

6. Pindahkan sisa nasi ke kulkas

Kalau nasi yang dimasak masih banyak, jangan membiarkannya berlama-lama di dalam rice cooker. Penyimpanan dalam kondisi hangat terus-menerus dapat membuat nasi berubah warna, mengering, dan membentuk kerak.

Sebaiknya hindari menyimpan nasi di rice cooker lebih dari sekitar enam jam. Sebagai alternatif, pindahkan nasi yang tersisa ke wadah food grade dan BPA free.

Setelah suhunya tidak lagi panas, wadah dapat ditutup rapat dan disimpan di dalam freezer. Ketika hendak disantap, nasi bisa dikukus sebentar agar teksturnya kembali lebih lembut.

7. Gunakan rice cooker yang bersih dan layak pakai

Kualitas alat penanak nasi juga tidak boleh diabaikan. Rice cooker yang digunakan sebaiknya selalu dalam keadaan bersih, baik pada bagian dalam maupun luarnya.

Sisa nasi yang menempel atau kotoran pada wadahnya dapat memengaruhi kondisi nasi yang baru dimasak. Perhatikan pula lapisan antilengket di wadah.

Jika lapisannya sudah rusak atau terkelupas, nasi di bagian bawah akan lebih mudah menempel dan menjadi kerak. Dengan merawat rice cooker atau menggantinya ketika kondisinya sudah tidak layak, nasi dapat matang lebih baik dan tetap nikmat saat disantap.

Yuk Bunda ikuti tips agar nasi tidak cepat basi dan enak disantap bersama keluarga.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda