Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Musim Kemarau, Ini Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Turunnya Hujan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 18 Sep 2026 11:35 WIB

Muslim woman wearing prayer veil, praying in the mosque
Ilustrasi salat Istisqa /Foto: Getty Images/iStockphoto/CreativaImages
Daftar Isi
Jakarta -

Salat Istisqa dapat dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, ketika mengalami musim kemarau yang berkepanjangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) telah memberitahu bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus 2026.

Pihaknya pun memperkirakan periode kemarau tahun ini dapat berlangsung hingga November, meski secara umum diprediksi berakhir sekitar Oktober.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melansir dari Kemenag RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa kekeringan dan karhutla menjadi bagian dari kejadian yang menonjol di sejumlah wilayah selama musim kemarau 2026.

Kondisi ini berdampak pada berkurangnya sumber air masyarakat serta meningkatnya kejadian kebakaran lahan.

Di tengah kondisi tersebut, Bunda dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT, salah satunya melalui pelaksanaan salat Istisqa.

Apa itu salat Istisqa?

Dirangkum dari buku 23 Shalat Sunnah Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya karya Arief Rachman Badrudin, salat Istisqa adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Salat ini dilaksanakan secara berjamaah di tempat terbuka tanpa azan dan iqamah, terdiri dari dua rakaat dengan jumlah takbir yang berbeda di tiap rakaatnya, yakni 7 kali takbir di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua.

Setelah salat, imam biasanya memberikan khutbah yang berisi istighfar dan doa memohon hujan, Bunda.

Tata cara salat Istisqa

Terdapat juga tuntunan untuk memohon hujan dengan cara melaksanakan salat. Berikut langkah-langkah:

1. Pemerintah setempat mengimbau kepada masyarakat untuk berpuasa selama tiga hari.

2. Pada hari keempat para muslim berkumpul di lapangan pada waktu pagi (sama seperti waktu salat Idul Fitri/Idul Adha) untuk melaksanakan salat berjamaah.

3. Membaca niat salat meminta hujan.

أُصَلِّي سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal istisqa'i rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman/imâman lillâhi ta'âlâ

Artinya:

“Aku niat salat sunnah Istisqa’ dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala.”

4. Pelaksanaan salat sama dengan salat Idul Fitri/Idul Adha, sesudah takbiratul ihram, melakukan takbir 7 kali pada rakaat pertama, dan 5 kali takbir pada rakat kedua dan dilanjutkan dengan rukuk, sujud hingga duduk tahiyyat kemudian salam.

5. Khatib menyampaikan khutbah dan didengarkan oleh jamaah yang hadir.

3 Doa memohon turun hujan dan terhindar dari kekeringan

Adapun beberapa bacaan doa yang dapat Bunda amalkan untuk memohon turun hujan dan terhindar dari kekeringan:

1. Doa meminta hujan yang deras

اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا, نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ

Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan marī‘an marī‘an, nāfi‘an ghaira dharrin, ‘ājilan ghaira ājilin

Artinya:

“Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, menyuburkan tanaman, bermanfaat tidak membahayakan, segera tanpa ditunda-tunda.” (HR. Abu Dawud)

2. Doa memohon turun hujan

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allāhumma aghisnā, allāhumma aghisnā, allāhumma aghisnā

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Doa terhindar dari kekeringan

اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Allahummasqi 'ibaadaka wa bahaa-imika wansyur rohmataka wa ahyi baladakal mayyit

Artinya:

“Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hambaMu, hewan ternak, berilah rahmatMu dengan merata, dan suburkan bumiMu yang tandus.”

Nah, itulah tata cara salat Istisqa untuk memohon turun hujan hingga bacaan doa yang dapat diamalkan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda