Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Tak Sekadar Kebiasaan, Berdoa sebelum Makan Ternyata Berdampak Positif bagi Psikologis

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 02 Oct 2026 06:50 WIB

Muslim woman in hijab raises her hands in prayer before enjoying an iftar meal at home. Quiet ritual reflects devotion, gratitude, and the meaningful pause observed before breaking fast during Ramadan evening.
Ilustrasi Tak Sekadar Kebiasaan, Berdoa Sebelum Makan Ternyata Berdampak Positif bagi Psikologis/Foto: Getty Images/golfcphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Tahukah Bunda? Berdoa atau mengucapkan rasa syukur sebelum makan tidak hanya sekadar tradisi keagamaan tanpa makna.

Di berbagai budaya, momen ini menjadi kebiasaan untuk menghargai makanan, keluarga, dan kehidupan. Dari sudut pandang psikologi, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin ini ternyata memiliki makna mendalam yang melampaui tradisi, serta mampu memengaruhi cara berpikir dan merespons tantangan hidup.

Ketika seseorang berdoa atau bersyukur sebelum makan, baik diucapkan secara lisan maupun dalam hati, tindakan tersebut menciptakan jeda sejenak di antara kesibukan jeda sejenak di antara kesibukan aktivitas harian dan momen makan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jeda singkat ini sangat berperan penting dalam mendorong kesadaran penuh (mindfulness) akan momen saat ini (present moment).

Hal ini membantu Bunda melatih pikiran untuk hadir sepenuhnya, melepaskan kepenatan sejenak, dan menyambut makanan dengan kondisi mental yang lebih tenang.

Psikolog ungkap berdoa sebelum makan berdampak positif

Dilansir THE ECONOMIC TIMES, psikologi menjelaskan bahwa rasa syukur adalah salah satu emosi positif yang mendukung kesejahteraan mental.

Orang yang secara teratur mengungkapkan rasa syukur sering melaporkan kepuasan hidup yang lebih tinggi dan hubungan yang lebih kuat. Mereka juga mungkin lebih mampu mengatasi stres sehari-hari karena rasa syukur mengalihkan perhatian ke pengalaman positif daripada kekhawatiran yang terus-menerus.

Mengucapkan doa sebelum makan juga menjadi salah satu cara untuk mengungkap rasa syukur. Ini menjadi perilaku berulang yang mengingatkan orang untuk menghargai makanan, orang yang menyiapkannya, dan orang-orang yang berbagi meja.

Psikolog juga menjelaskan bahwa ritual yang berulang membantu menciptakan stabilitas emosional karena rutinitas yang familiar memberikan rasa keteraturan dalam kehidupan sehari-hari.

Perilaku ini tidak secara otomatis mendefinisikan kepribadian atau keyakinan seseorang. Sebaliknya, hal itu mungkin menunjukkan bahwa orang tersebut menghargai penghargaan, refleksi, dan koneksi.

Bagi banyak orang, mengucapkan doa sebelum makan melambangkan rasa syukur, bukan kewajiban.

Kebiasaan ini juga mengingatkan orang bahwa rutinitas harian dapat menjadi kesempatan untuk memperlambat tempo, alih-alih terburu-buru menyelesaikan setiap aktivitas.

Manfaat membaca doa sebelum makan

Beberapa studi psikologi telah meneliti rasa syukur dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan. Penelitian oleh Robert Emmons dan Michael McCullough menunjukkan bahwa orang yang secara teratur mempraktikkan rasa syukur sering melaporkan kebahagiaan yang lebih besar, optimisme yang lebih baik, dan hubungan sosial yang lebih kuat.

Dalam sebuah studi terkenal yang diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology, peserta yang menyimpan jurnal rasa syukur melaporkan emosi yang lebih positif daripada mereka yang berfokus pada masalah sehari-hari atau peristiwa netral.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa praktik rasa syukur dapat meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kepuasan hubungan, dan mendorong perilaku saling membantu.

Meski studi-studi tersebut tidak hanya berfokus pada mengucapkan doa sebelum makan, para psikolog mencatat bahwa doa adalah salah satu cara praktis untuk mengungkapkan rasa syukur secara teratur.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa pengalaman setiap orang tentu berbeda-beda. Mengucapkan doa saja tidak menjamin kesehatan mental yang lebih baik, tetapi praktik rasa syukur yang konsisten dapat berkontribusi pada kesejahteraan emosional jika dikombinasikan dengan kebiasaan sehari-hari yang sehat.

Prinsip mental yang lebih baik di balik berdoa sebelum makan

Prinsip psikologis di balik mengucapkan doa sebelum makan itu sederhana. Perhatian memengaruhi emosi.

Ketika orang sengaja fokus pada rasa syukur alih-alih keluhan, mereka sering mengalami perasaan yang lebih positif. Kebiasaan ini juga menciptakan jeda mental sebelum makan. Jeda tersebut menghentikan perilaku terburu-buru dan mendorong kesadaran.

Psikolog menjelaskan bahwa tindakan positif yang berulang secara bertahap menjadi kebiasaan melalui penguatan.

Seiring orang terus mengungkapkan rasa syukur, perilaku tersebut menjadi lebih mudah untuk diulang. Proses ini dapat memperkuat keseimbangan emosional dari waktu ke waktu.

Nah, itulah penjelasan psikolog terkait dampak positif dari kebiasaan berdoa sebelum makan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda