Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Ciri Orang dengan Moral Tinggi Menurut Psikologi, Ada di Dirimu?

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Sabtu, 12 Sep 2026 09:45 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
Ilustrasi / Foto: Getty Images/iStockphoto/Wasana Kunpol
Daftar Isi

Moral berkaitan dengan keyakinan dan nilai pribadi dalam menentukan hal yang salah dan benar. Moral bukanlah hal yang saklek, melainkan bisa berbeda-beda antara satu individu dan individu lain. Perbedaan ini bisa didasari adanya perbedaan pengalaman hidup, wawasan, atau kesulitan yang dihadapi.

Dengan adanya perbedaan tersebut, tingkat moral juga bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Ada orang yang menjalani hidup dengan prinsip moral yang kuat, ada pula yang tidak begitu kuat. Ciri orang bermoral tinggi dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan, misalnya melalui cara seseorang bersikap kepada diri sendiri maupun orang lain.

Ciri orang dengan moral tinggi menurut psikologi

Dilansir dari laman Your Tango, berikut ini ciri orang bermoral tinggi menurut psikologi. Yuk, Bunda, simak informasi lengkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Memiliki integritas yang kuat

Ciri orang dengan moral tinggi salah satunya adalah hidup dengan integritas yang kuat. Integritas ini berarti seseorang memegang teguh moral serta berusaha menerapkan moral tersebut dalam segala hal yang dilakukan selama hidup.

Integritas sebagai ciri orang dengan moral tinggi telah dibahas dalam berbagai penelitian. Salah satunya dalam penelitian berjudul Further Examining the American Dream: Differential Correlates of Intrinsic and Extrinsic Goals yang diterbitkan oleh Society for Personality and Social Psychology.

Dalam penelitian tersebut dipaparkan bahwa orang yang hidup dengan integritas dan memilih untuk fokus pada nilai-nilai intrinsik membawa tingkat harga diri dan kepuasan hidup yang lebih tinggi daripada individu yang berfokus pada nilai-nilai ekstrinsik seperti kekayaan. 

Menurut Psikolog Jessica Hoehler, Ph. D, ini menunjukkan bahwa kepatuhan pada prinsip-prinsip moral dan etika berkontribusi pada kehidupan yang lebih memuaskan. Hal ini memberikan fondasi yang kuat untuk kesejahteraan secara keseluruhan.

2. Teguh pada pendirian

Hampir sama dengan poin sebelumnya, teguh pada pendirian juga menjadi ciri orang dengan moral tinggi. Pada era penggunaan media sosial yang masif ini, ada berbagai tren yang muncul dan diikuti oleh banyak orang. Namun, orang yang memiliki moral tinggi umumnya tidak mudah terbawa tren dan teguh pada pendirian dan kompas moral yang dimiliki.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University at Buffalo, para peneliti menemukan fakta bahwa ketika seseorang berusaha menyesuaikan diri dengan kelompok yang sebenarnya tidak sependapat dengannya, tubuh mereka berada dalam ancaman kardiovaskular. Ini semacam kondisi stres, tubuh merespons seolah sedang terancam, meski secara fisik tidak ada bahaya nyata.

Sebaliknya, ketika seseorang justru berusaha tampil beda dengan tetap mempertahankan keyakinannya di tengah kelompok yang berpendapat berbeda, mereka berada dalam kondisi yang disebut challenge state, yang menurut peneliti utama, Mark Seery, digambarkan sebagai rasa bersemangat yang positif, bukan kewalahan.

3. Mudah Merasa Bersalah

Ketika seseorang memiliki kompas moral yang kuat, orang tersebut secara alami dapat memiliki rasa bersalah yang tinggi karena tidak bisa memenuhi standar yang ditetapkan.

Psikolog Kesehatan Klinis Marielle Collins, Ph.D. menyampaikan bahwa hal ini berkaitan dengan proyeksi yang dirancang oleh otak. "Otak kita dirancang untuk mampu mensimulasikan pengalaman emosional orang lain dan merasakan apa yang dirasakan orang lain," ujarnya. 

Meskipun terkadang rasa bersalah itu cenderung pada emosi negatif dan tidak nyaman, tetapi memiliki perasaan bersalah menjadi salah satu ciri orang dengan moral tinggi. Agar rasa bersalah dapat dikelola dengan baik, seseorang harus bisa membedakan antara rasa bersalah yang sehat dan tidak sehat. 

4. Tidak suka meminta bantuan

Tindakan meminta sesuatu terkadang diasumsikan sama dengan memanfaatkan orang lain, meskipun sebenarnya meminta bantuan bukanlah hal yang buruk. Namun, orang yang memiliki moral yang kuat biasanya menghindari untuk terlalu banyak meminta sesuatu pada orang lain.

Profesor Psikologi di Brown University, Joachim I. Krueger, Ph.D. memaparkan alasannya. Ia berpendapat bahwa meminta bantuan menempatkan seseorang berada di posisi lemah dan butuh pihak lain yang memberdayakan.

“Harus meminta bantuan menempatkan Anda dalam posisi yang lemah. Kamu mengungkap defisit (yang seharusnya diperbaiki oleh bantuan itu) dan memberdayakan pihak lain untuk membuat keputusan ya-tidak,” tuturnya.

Hal tersebutlah yang biasanya dirasakan oleh orang yang memiliki moral kuat. Mereka tidak ingin berhutang sesuatu pada orang lain. Ada kalanya meminta bantuan memang tepat, tetapi terkadang meminta bantuan juga bisa memperlihatkan kelemahan.

5. Berani menegur orang yang salah

Ketika ada seseorang yang melakukan perilaku yang tidak pantas atau menyakiti orang lain, biasanya orang dengan moral kuat tidak hanya diam saja. Berdasarkan program Harvard’s Diversity, Inclusion and Belonging program, ada dua bentuk teguran. Calling out adalah tindakan menarik perhatian publik terhadap kata-kata atau perilaku yang merugikan dari seseorang, kelompok, atau organisasi.

Sementara calling in adalah ajakan untuk berbicara empat mata atau dalam kelompok kecil, guna menyoroti kata-kata atau perilaku yang merugikan dari seseorang atau kelompok, termasuk bias, prasangka, microaggression, dan diskriminasi.

Baik menegur secara langsung (calling out)  atau secara personal (calling in), orang yang memiliki moral yang tinggi akan menegur orang lain saat mereka melakukan kesalahan daripada hanya bertindak dengan cara yang menyenangkan mereka. 

6. Menunjukkan rasa hormat kepada semua orang

Terkadang rasa hormat mudah dilakukan pada atasan atau orang yang dianggap penting, tetapi luput dilakukan kepada orang yang kedudukannya dirasa di bawah. Namun, orang yang bermoral kuat akan paham betapa pentingnya memperlakukan semua orang dengan hormat, baik itu tukang semir sepatu maupun CEO.

Cara seseorang memperlakukan orang lain jauh lebih banyak menunjukkan diri sendiri daripada orang yang diperlakukan. Misalnya, saat seseorang memperlakukan orang lain dengan tidak hormat, itu dapat menunjukkan bahwa orang tersebut berpikiran sempit dan kasar.

7. Bertanggung jawab pada diri sendiri

Ketika berbuat salah, terkadang orang lebih mudah menemukan kesalahan orang lain dibanding kesalahan diri sendiri. Namun, orang yang bermoral tinggi biasanya mampu bertanggung jawab atas tindakan diri sendiri.

Saat melakukan kesalahan, orang yang memiliki moral tinggi bertanggung jawab daripada menutupi kesalahannya, Ini menunjukkan bahwa Anda memiliki kompas moral yang kuat.

8. Menerapkan keadilan dan kesetaraan

Menerapkan keadilan dan kesetaraan menjadi ciri orang bermoral tinggi. Hal ini berkaitan dengan cara memperlakukan semua orang dengan adil, serta memandang semua orang dengan kesetaraan.

Apabila seseorang memberikan kebaikan dan rasa hormat yang sama kepada semua orang di sekitar, ada kemungkinan besar moral orang tersebut lebih kuat daripada kebanyakan orang. 

9. Tidak memiliki ego yang berlebihan

Orang yang memiliki moral yang kuat akan memahami pentingnya tetap rendah hati serta tidak memiliki ego yang berlebihan. Orang yang hidup dengan kerendahan hati daripada ego yang berlebihan akan memiliki kejernihan dan sikap positif yang lebih besar. Kejernihan dalam konteks ini berkaitan dengan pemahaman yang lebih jelas tentang diri sendiri. 

10. Bertindak sesuai ucapan

Salah satu tanda orang yang bermoral tinggi adalah bertindak sesuai ucapan. Ia tidak hanya beranggapan dirinya memiliki moral tinggi, tetapi juga menjalankan hidupnya sesuai kompas moral yang kuat.

Hal ini menunjukkan kepada orang-orang bahwa seseorang benar-benar percaya pada apa yang ia katakan itu penting untuk diterapkan. Ini juga menjadi tanda bahwa orang tersebut memiliki standar moral yang sangat tinggi. 

11. Selalu menepati janji

Ciri orang bermoral tinggi selanjutnya adalah selalu menepati janji. Ini berkaitan dengan integritas dan kejujuran. Mengingkari janji dapat berpengaruh dalam hubungan dengan orang lain.

Demikian ciri orang yang bermoral tinggi menurut psikologi. Ciri orang bermoral dapat dilihat dari sikap yang dilakukan, baik sikap yang dilakukan kepada diri sendiri maupun orang lain.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda