moms-life
Suka Melakukan Ini Saat Ngobrol? Hati-hati, Kamu Bisa Terlihat Kurang Pintar
HaiBunda
Senin, 28 Sep 2026 14:25 WIB
Daftar Isi
Komunikasi adalah aspek penting untuk terhubung dengan orang lain. Apa yang kita katakan dan cara mengatakannya, dapat memengaruhi bagaimana orang lain menilai kecerdasan dan kesadaran emosional kita, Bunda.
Perlu diketahui, ada beberapa kebiasaan bicara yang dapat membuat kita tampak lebih cerdas dan disukai. Misalnya, kebiasaan suka mendengarkan secara aktif dan mengajukan pertanyaan. Namun, menurut psikolog Dave Smallen, tidak semua kebiasaan itu berdampak positif.
"Tentu saja, ada juga perilaku berbicara yang dapat dengan mudah mengganggu hubungan dan membuat lawan bicara kita merasa tidak dihargai," ungkap Smallen, dilansir laman Your Tango.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja kebiasaan saat mengobrol yang bisa bikin kita terlihat kurang pintar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Kebiasaan bicara yang membuat seseorang terlihat tidak pintar
Smallen membagikan enam kebiasaan berbicara yang tidak menguntungkan, bisa membuat seseorang tampak bodoh, dan sebaiknya segera dihentikan. Berikut penjelasannya:
1. Suka menginterupsi
Tidak ada yang suka disela saat berbicara, dan ini mungkin salah satu kesalahan bicara yang bisa membuat seseorang terlihat kurang pintar. Ketika menyela seseorang di tengah kalimat, itu mengirimkan pesan yang jelas bahwa kita tidak menghargai apa yang mereka katakan.
Meskipun itu mungkin dilakukan tanpa sengaja karena kegembiraan atau keinginan tulus untuk mengklarifikasi suatu poin, hal tersebut dapat menandakan kurangnya kesabaran atau empati. Alih-alih fokus pada menyampaikan pikiran, Bunda sebaiknya meluangkan waktu sejenak untuk benar-benar mendengarkan dan memahami percakapan yang sedang dilakukan sebelum menanggapi.
2. Suka memimpin pembicaraan dan berbagi cerita
Orang suka bicara mungkin karena ia sedang berusaha mengungguli orang lain dalam setiap percakapan. Perilaku seperti ini bisa membuat seseorang terlihat kurang cerdas karena percakapan seharusnya tentang komunikasi, bukan persaingan.
"Berbagi cerita adalah bagian penting dari menjalin hubungan, namun ada baiknya kita memperhatikan apakah motivasi kita adalah untuk membuat orang lain terkesan, untuk membuktikan diri, atau untuk menyombongkan diri. Jika demikian, kita mungkin sebenarnya mencari kekaguman, bukan koneksi," ujar Smallen.
"Sangat membantu jika kita terlebih dahulu mengakui bagaimana perasaan orang lain tentang pengalaman mereka sebelum berbagi pengalaman kita sendiri."
3. Terlalu fokus dengan hal yang positif
Wajar jika kita ingin menyemangati teman atau menunjukkan sisi positif dari situasi yang sedang mereka hadapi. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah, seperti terlalu fokus pada sisi positif, hal itu dapat mengabaikan kesulitan nyata yang mereka alami. Maka dari itu, sebelum menekankan hal-hal positif, kita sebaiknya mengakui bahwa perasaan mereka valid.
"Meskipun optimisme dan sikap positif bisa menjadi suatu keajaiban, kita tetap perlu mengalami perasaan sulit dalam perjuangan untuk melewatinya, dan menceritakan kesulitan kita kepada orang lain adalah salah satu cara untuk melakukannya," ungkap Smallen.
4. Kebutuhan untuk selalu benar
Tidak ada orang yang ingin salah. Tetapi selalu ingin benar dapat melelahkan dan menunjukkan kecerdasan rendah.
Merasa perlu untuk 'memenangkan' percakapan yang seharusnya bukan perdebatan dapat mencegah Bunda untuk mendengar atau memahami perspektif orang lain. Ingatlah bahwa tujuan percakapan adalah untuk terhubung, bukan untuk keluar sebagai pemenang.
5. Bertingkah seolah tahu segalanya
Siapa yang suka dengan orang sok tahu? Orang yang merasa lebih tahu daripada orang lain dan selalu berbagi pendapat serta nasihat tanpa diminta, terkesan seperti orang yang serba tahu dalam arti yang tidak baik. Hal itu sering membuat orang lain merasa diremehkan atau digurui.
"Ketika kita menjelaskan informasi kepada orang lain tanpa diminta, hal itu dapat menyampaikan kesan bahwa kita menganggap mereka bodoh. Meskipun niat kita mungkin baik, bertele-tele tentang suatu topik sering kali lebih mementingkan ego sendiri daripada momen kebersamaan," kata Smallen.
6. Menawarkan solusi yang tidak diminta
Memberikan nasihat yang tidak diminta adalah kebiasaan percakapan yang dapat menunjukkan kecerdasan rendah. Ketika seseorang menceritakan kesulitan mereka, naluri untuk langsung memberikan solusi sering kali mengabaikan kebutuhan untuk berempati atau memberikan dukungan emosional.
Terkadang, orang hanya ingin didengarkan saat mereka mencurahkan isi hati. Komunikator yang paling efektif tahu kapan harus mundur, mendengarkan, dan bertanya apakah nasihat dibutuhkan sebelum menawarkannya.
Demikian kebiasaan saat mengobrol yang bisa bikin kita terlihat kurang pintar. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Orang dengan IQ Tinggi Selalu Menahan Diri saat Hendak Ucapkan Kata-Kata Ini
Mom's Life
Cara Mengenali Orang dari Kebiasaannya yang Banyak Bertanya
Mom's Life
11 Kalimat Ini Bikin Seseorang Terlihat Pintar, Tapi Sebenarnya...
Mom's Life
Ini Bahasa Tubuh Tanda Orang Tidak Jujur
Mom's Life
Jangan Sering Ucap "Maaf", Ini Alasannya Menurut Penelitian
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Tenang saat di Bawah Tekanan
Cara Mengenali Orang Pemilik IQ Rendah dari Kebiasaan Sehari-hari
6 Kebiasaan Orang yang Tetap Tenang di Bawah Tekanan Tinggi Tanpa Burnout