Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kisah Perempuan Turun BB 20 Kg dengan Diet Air Putih, Berujung Kesulitan Jalan

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 12 Sep 2026 13:35 WIB

Unrecognizable female pouring clean drinking water from jug into glass
Ilustrasi die air putih / Foto: Getty Images/bymuratdeniz
Daftar Isi

Ada lagi kisah diet ekstrem yang sebaiknya tidak Bunda tiru. Kali ini seorang perempuan turun 20 kg namun malah mengganggu kesehatan otaknya. Simak kisahnya, Bunda.

Kisah datang dari seorang perempuan asal China yang menurunkan berat badan dalam waktu singkat dengan menjalani pola makan ekstrem. Perempuan berusia 31 tahun dari Provinsi Henan tersebut hanya mengonsumsi air putih selama 15 hari demi menurunkan berat badan.

Bukannya mendapatkan tubuh yang lebih sehat, ia justru mengalami masalah serius pada fungsi otak. Berat badannya memang turun sekitar 20 kg hanya dalam hitungan minggu. Namun setelah menjalani diet, ia mengalami kesulitan berjalan hingga penurunan daya ingat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Duh, kok bisa? Mengutip South China Morning Post, berikut kisah diet ekstrem yang berujung masalah pada kesehatan otak.

Turun 20 kg setelah 15 hari hanya minum air

Perempuan yang memilih merahasiakan identitasnya itu sebelumnya memiliki berat badan sekitar 70 kg dengan tinggi 160 cm. Ia kemudian menjalani metode puasa ekstrem dengan tidak mengonsumsi makanan dan hanya minum air selama 15 hari berturut-turut.

Penurunan berat badan yang terjadi cukup drastis. Namun perubahan pada tubuhnya tidak berhenti pada angka di timbangan. Ia mulai mengalami gangguan berjalan dan masalah ingatan yang kemudian harus diperiksa ke rumah sakit.

Menurut ahli saraf Sun Guifang dari The First Affiliated Hospital of Zhengzhou University, kondisi tersebut berkaitan dengan Wernicke's encephalopathy, yakni gangguan otak serius yang umumnya berhubungan dengan kekurangan nutrisi penting, terutama vitamin B1 (tiamin).

Sun menjelaskan, kondisi ini dapat memunculkan sejumlah gejala, seperti kebingungan, gangguan keseimbangan saat berjalan, gangguan pergerakan mata, hingga masalah daya ingat. Pada perempuan diet itu, cara berjalannya bahkan disebut menyerupai penguin.

Dokter juga memperingatkan bahwa gangguan pada pola berjalan yang dialaminya berpotensi menetap dan tidak selalu dapat pulih sepenuhnya. Menurut Sun, tubuh tetap membutuhkan asupan makanan secara teratur untuk memperoleh berbagai zat gizi yang diperlukan agar organ dapat berfungsi dengan baik.

Metode bigu: hanya mengandalkan air dan qi

Perempuan tersebut diketahui menjalani praktik yang disebut bigu, sebuah metode puasa. Secara harfiah, istilah bigu dapat dimaknai sebagai menghindari konsumsi biji-bijian atau makanan tertentu.

Dalam kepercayaan yang berkembang mengenai praktiknya, seseorang diyakini dapat bertahan dengan mengandalkan qi yang dipahami sebagai energi vital. Praktik ini juga dikaitkan dengan gagasan spiritual mengenai pencapaian tingkat kehidupan tertentu, termasuk transendensi dan umur panjang.

Meski demikian, versi bigu yang beredar di era modern sering dikaitkan dengan upaya menurunkan berat badan dan melakukan 'detoksifikasi'. Di media sosial China, topik tersebut bahkan mendapatkan perhatian besar dengan ratusan juta penayangan dan jutaan percakapan.

Sejumlah pengguna media sosial mengaku berhasil menurunkan lebih dari 10 kg setelah hanya mengonsumsi air dan suplemen vitamin selama beberapa waktu. Ada pula unggahan yang menganjurkan pelaku bigu melakukan meditasi di tempat dengan sirkulasi udara yang baik untuk membantu 'mengisi' qi.

Pengalaman tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa metode itu aman bagi semua orang. Justru, laporan mengenai dampak kesehatan serius akibat puasa ekstrem terus bermunculan.

Risiko kesehatan mengintai

Kasus perempuan berusia 31 tahun ini bukan satu-satunya laporan mengenai bahaya pola makan yang hanya mengandalkan air. Pada 2020, seorang pria berusia 26 tahun dari Provinsi Heilongjiang dilaporkan meninggal setelah hanya mengonsumsi air selama 52 hari.

Menjelang kematiannya, pria tersebut bahkan mengalami gejala yang menyerupai demensia. Kasus lain terjadi pada seorang perempuan di Zhejiang yang kehilangan sekitar 5 kg setelah menjalani puasa air selama sepekan sambil mengonsumsi pil yang disebut sebagai 'energy pill'.

Bukannya menjadi lebih sehat, kondisi perempuan itu justru memburuk. Puasa ekstrem dilaporkan menyebabkan kerusakan parah pada mukosa usus, infeksi bakteri yang masuk ke aliran darah, serta hipokalemia berat atau kadar kalium dalam darah yang sangat rendah. Kondisi tersebut dapat mengancam nyawa.

Pakar pun mengingatkan bahwa penurunan berat badan seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan kebutuhan dasar tubuh. Diet dan puasa yang terlalu ekstrem dapat membuat tubuh kekurangan energi, vitamin, mineral, elektrolit, serta zat gizi lain yang dibutuhkan otak dan organ tubuh.

Pakar: jangan kejar BB turun cepat

Menurut Sun Guifang, tubuh tidak dapat bekerja optimal tanpa mendapatkan nutrisi yang cukup. Untuk itu, pola diet yang menghilangkan makanan dalam waktu lama bukanlah cara yang aman menurunkan berat badan.

Penurunan berat badan yang sehat idealnya dilakukan dengan pendekatan tetap memenuhi kebutuhan gizi. Pola makan seimbang, konsumsi makanan minim proses, pembatasan gula dan lemak berlebih, serta asupan protein yang cukup menjadi bagian dari pendekatan lebih rasional.

Popularitas suatu metode di media sosial tidak otomatis menunjukkan bahwa praktik tersebut aman. Bahkan muncul seruan dari sejumlah pengguna internet agar konten yang mempromosikan bigu secara ekstrem dibatasi karena dinilai dapat mendorong orang melakukan praktik yang membahayakan kesehatan.

Bagi Bunda yang ingin menurunkan berat badan, sebaiknya hindari metode yang menjanjikan hasil instan dengan menghilangkan makanan sepenuhnya. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan strategi penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda