Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

6 Kebiasaan Sederhana untuk Jaga Paru-paru Tetap Sehat Optimal Menurut Pakar

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 14 Sep 2026 11:05 WIB

Ilustrasi olahraga
Ilustrasi kebiasaan sederhana untuk jaga paru-paru tetap sehat optimal menurut pakar /Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, menjaga kesehatan paru-paru tak kalah penting dari memperhatikan kualitas udara di rumah atau mempertahankan daya tahan tubuh.

Sebagai organ utama dalam sistem pernapasan, paru-paru perlu dirawat agar tetap berfungsi optimal dan membantu tubuh mendapatkan oksigen yang cukup. Terlebih, berbagai penyakit pernapasan seperti flu, COVID-19, hingga asma dapat memengaruhi fungsinya.

Kabar baiknya, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga paru-paru tetap sehat. Lantas, apa saja yang dapat Bunda lakukan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


6 Kebiasaan sederhana untuk menjaga paru-paru tetap sehat

Melansir dari REAL SIMPLE, berikut beberapa cara untuk menjaga paru-paru Bunda tetap kuat dan sehat setiap saat:

1. Olahraga secara teratur

Olahraga adalah kunci bagi banyak aspek kesehatan, dan sama pentingnya untuk kekuatan paru-paru.

“Paru-paru bergantung pada otot-otot di rongga dada. Untuk menjaga agar paru-paru tetap memompa dengan kuat, kita perlu menjaga otot-otot kita tetap bugar,” ujar kepala petugas medis American Lung Association, Albert Rizzo, MD, FACP.

Latihan kardiovaskular adalah cara terbak yang dapat Bunda lakukan dan hanya membutuhkan waktu selama 20 hingga 30 menit sehari.

“Ini bisa berupa jalan kaki di tanjakan atau bahkan menambahkan beberapa gerakan aerobik ke latihan kekuatan kamu,” ujar pelatih pribadi Gunnar Peterson, CSCS, CPT.

Berjalan kaki adalah bentuk latihan kardiovaskular yang bagus, membantu mencapai bagian paru-paru yang lebih dalam.

2. Meningkatkan asupan vitamin D

Vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang dan paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan defisit fungsi paru-paru dan mengubah strukturnya.

Jika kekurangan vitamin D, Bunda bisa mendapatkannya melalui makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, keju, atau suplemen vitamin D.

Mendapatkan cukup vitamin D sangat penting jika Bunda memiliki kondisi yang mengganggu fungsi paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau asma.

3. Melatih pernapasan

Stres dapat merusak tubuh, termasuk sistem pernapasan. Pernapasan dalam bermanfaat untuk mengurangi stres, dan pernapasan diafragma, pernapasan otak, serta pernapasan bibir mengerucut dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru, terutama setelah pulih dari infeksi pernapasan atau penyakit kronis lainnya.

“Dengan berfokus pada pernapasan yang disengaja, menarik dan mengembuskan napas selama hitungan empat, atau pernapasan perut, kamu akan mendapatkan kembali rasa tenang dan mengurangi stres dan kecemasan,” ujar instruktur meditasi dan pelatih pola pikir, Kelley Gren.

Ketika stres, cobalah berbagai jenis latihan pernapasan untuk membantu menenangkan sistem saraf dan melatih paru-paru.

4. Tidur yang cukup

Masih belum ada kepastian mengapa tidur baik untuk paru-paru, tetapi kurang tidur dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

“Kita tidak mengetahui mekanisme pastinya, tetapi kita tahu bahwa tidur sangat penting untuk banyak masalah kesehatan, termasuk perbaikan otot,” ujar Rizzo.

Dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat kurang tidur, Bunda menjadi lebih rentan terhadap infeksi pernapasan. Infeksi tersebut dapat semakin melemahkan paru-paru.

5. Segera menangani gejala saat muncul

Meskipun mungkin tampak tidak apa-apa untuk membiarkan semuanya berjalan apa adanya, sangat penting untuk mengobati gejala paru-paru akibat alergi, asma, atau kondisi kronis lainnya.

Melakukan hal itu akan membantu menjaga fungsi paru-paru secara keseluruhan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Sebagai contoh, jika diperlukan istirahat, antihistamin dapat membantu mengurangi respons peradangan di saluran pernapasan yang disebabkan oleh reaksi alergi.

Kortikosteroid dan inhaler bronkodilator untuk asma dapat meningkatkan pertukaran oksigen dan membatasi eksaserbasi akut.

6. Hindari kebiasaan tidak sehat

Bagian terakhir yang dapat Bunda lakukan adalah menghindari hal-hal yang memang buruk bagi paru-paru.

Merokok dan menggunakan rokok elektrik tentu saja dilarang, tetapi waspadai juga paparan Bunda terhadap perapian dan kompor kayu bakar, yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.

Ketika berolahraga, hindari tempat-tempat dengan kualitas udara yang buruk atau keramaian besar di mana Bunda tidak memiliki ruang untuk bernapas. Praktikkan juga cuci tangan yang baik, hindari orang sakit, dan dapatkan vaksinasi untuk perlindungan lebih lanjut.

Nah, itulah beberapa kebiasaan sehat yang dapat Bunda lakukan untuk menjaga paru-paru lebih optimal. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda