moms-life
Batuk Pilek Tak Kunjung Sembuh di Musim Kemarau? Kenali Penyebab dan Cara Meredakannya
HaiBunda
Minggu, 13 Sep 2026 13:10 WIB
Daftar Isi
Musim kemarau biasanya identik dengan cuaca cerah dan aktivitas di luar rumah yang lebih leluasa. Namun, batuk pilek tetap bisa dialami dan membuat tubuh terasa kurang nyaman pada periode ini.
Keluhan tersebut tentu dapat mengganggu rutinitas, terlebih ketika Bunda sedang memiliki banyak aktivitas atau berencana menikmati liburan bersama keluarga.
Meski sering dianggap sepele, batuk pilek tetap perlu diperhatikan agar tidak berlarut-larut. Lantas, apa yang membuat keluhan ini bisa muncul saat musim kemarau?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab batuk pilek tak kunjung sembuh di musim kemarau
Kemenkes RI melalui website resminya menjelaskan bahwa bukan hanya virus dan bakteri yang menjadi penyebab masalah pernapasan batuk dan pilek, yang mungkin dialami sebagian orang saat musim kemarau.
Pada periode tersebut, kadar debu dan partikel halus di udara ikut meningkat. Partikel-partikel kecil ini dapat mengiritasi saluran napas begitu Bunda menghirupnya.
Efeknya mungkin akan lebih terasa pada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, hingga orang lanjut usia.
Tak jarang, kombinasi udara kering dan paparan debu tersebut justru dapat memperpanjang masa sakit yang seharusnya sudah membaik.
Risiko kesehatan batuk pilek yang tak kunjung sembuh
Batuk pilek yang terus berlanjut dan tidak ditangani segera, kemungkinan dapat berkembang menjadi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Melansir dari healthline, ISPA adalah infeksi yang dapat mengganggu pernapasan normal. Ini dapat hanya memengaruhi sistem pernapasan bagian atas, yang dimulai dari sinus dan berakhir di pita suara, atau hanya sistem pernapasan bagian bawah, yang dimulai dari pita suara dan berakhir di paru-paru.
Infeksi ini sangat berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Gejala yang dialami setiap orang mungkin bisa berbeda, seperti hidung tersumbat, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit badan, hingga kelelahan.
Cara meredakan gejala batuk pilek di musim kemarau
Ada banyak kebiasaan hidup sehat yang dapat Bunda lakukan untuk melindungi diri dari gangguan batuk pilek, terutama di musim kemarau. Berikut di antaranya yang disarankan oleh Kemenkes RI:
- Rutin mencuci tangan
- Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin
- Hindari area berdebu atau berasap sebisa mungkin
- Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik
- Tak lupa minum air yang cukup
- Beri tubuh waktu istirahat yang memadai
- Mengikuti anjuran vaksinasi yang berlaku
Pengobatan tradisional untuk meredakan batuk pilek
Selain rutin mengonsumsi obat resep dari dokter, ada beberapa pengobatan tradisional menggunakan bahan-bahan alami yang dapat Bunda ikuti untuk meredakan gejala batuk dan pilek. Berikut di antaranya:
1. Jeruk nipis
Kemenkes RI mengungkap bahwa buah yang satu ini memiliki kandungan senyawa yang bekerja untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sakit dan radikal bebas di dalam tubuh.
Perasan air jeruk atau lemon dan madu merupakan obat herbal yang cukup efektif untuk meredakan batuk dan pilek.
2. Jahe
Jahe mengandung antivirus yang mampu melawan batuk dan pilek. Bunda dapat menggunakan satu ruas jahe yang dibakar, ditumbuk, dan direbus dengan setengah gelas air dan gula jawa untuk meredakan gejala tersebut.
3. Kunyit
Kunyit dipercaya memiliki efek herbal untuk menjaga stamina, hepatoprotektor, diuretik, antoksidan, antiradang, dan anti kanker.
Bubuk kunyitnya sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati hidung meler dan sakit tenggorokan. Caranya, satu rimpang kunyit di parut, ambil sarinya, rebus dengan gula satu sendok gula jawa, dan setengah butir asam jawa.
Nah, itulah penyebab dan cara meredakan gejala batuk pilek yang tak kunjung sembuh di musim kemarau. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
Mom's Life
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
Mom's Life
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Mom's Life
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
Mom's Life
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hati-hati, 3 Kebiasaan Weekend Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik
Jangan Asal Disapu, Ini Cara Aman Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik agar Tak Terhirup
Imbas Kelilipan Abu Vulkanik, Perempuan Lampung Ini Alami Pecah Pembuluh Darah di Mata