Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang yang Suka Menyendiri Tetapi Bukan Berarti Kesepian

Melly Febrida   |   HaiBunda

Minggu, 13 Sep 2026 09:45 WIB

Shot of a beautiful asian woman listening to her music from her phone in a coffee shop.
Ilustrasi ciri orang yang suka menyendiri / Foto: Getty Images/iStockphoto/BongkarnThanyakij
Daftar Isi

Orang yang suka menyendiri bukan berarti kesepian, Bunda. Ada orang yang justru merasa nyaman ketika menghabiskan waktu seorang diri. Suka menyendiri dan merasa kesepian merupakan dua hal yang berbeda, lho.

Penelitian mengenai keinginan seseorang untuk menyendiri menunjukkan bahwa orang yang menikmati kesendirian tidak selalu sesuai dengan stereotip sebagai pribadi yang bermasalah atau antisosial. Bahkan, beberapa karakter kepribadian tertentu justru terlihat pada orang yang nyaman menghabiskan waktu seorang diri.

Ciri orang yang suka menyendiri tetapi bukan berarti kesepian

Orang yang suka menyendiri merasa nyaman dengan kesendiriannya, bukan karena merasa kesepian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melansir Psychology Today, Anneli Rufus dalam bukunya yang berjudul Party of One: The Loners’ Manifesto, mengungkapkan bahwa penyendiri sejati adalah orang yang menikmati waktu ketika sedang sendiri.

Sementara itu, orang yang menyendiri karena terpaksa justru dapat merasa dikucilkan dan ditolak. Kondisi tersebut dapat memicu kemarahan atau permusuhan pada sebagian orang.

Karena itu, penting untuk memahami bahwa suka menyendiri tidak selalu berarti seseorang merasa kesepian.

Salah satu makna "sendiri" adalah menghabiskan waktu seorang diri. Hal ini berkaitan dengan Desire for Being Alone, yaitu skala yang dikembangkan untuk mengukur keinginan seseorang menghabiskan waktu sendirian.

Penelitian tentang preference for solitude juga menunjukkan bahwa kecenderungan menikmati waktu sendiri merupakan karakteristik yang dapat berbeda pada setiap orang.

Preferensi terhadap kesendirian tidak bisa disamakan begitu saja  dengan introversi atau ketidakmampuan bersosialisasi. Seperti apa ciri orang yang suka menyendiri? Berikut beberapa di antaranya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Merasa relaks saat sendirian

Pada sebagian orang, waktu sendiri justru menjadi kesempatan untuk beristirahat dari berbagai aktivitas sosial. Mereka bisa membaca buku, menonton film, mengerjakan hobi, atau sekadar menikmati suasana rumah tanpa merasa harus mengajak orang lain.

Dalam skala Desire for Being Alone yang dibahas Psychology Today, orang dengan keinginan menyendiri yang tinggi cenderung menyetujui pernyataan seperti merasa rileks ketika sendirian dan menyukai kondisi benar-benar sendiri.

Jadi, memilih menghabiskan waktu seorang diri tidak selalu berarti sedang menjauh dari orang lain.

2. Tetap bisa menjalin hubungan sosial

Suka menyendiri bukan berarti seseorang tidak menyukai orang lain atau tidak mampu menjalin hubungan sosial.

Penelitian yang membahas preferensi terhadap kesendirian menunjukkan bahwa kecenderungan menikmati waktu sendiri merupakan hal yang berbeda dari sekadar sifat introvert-ekstrovert.

Dalam penelitian awal mengenai preference for solitude, preferensi menyendiri bahkan dapat memprediksi kecenderungan seseorang menghabiskan waktu sendiri di luar pengaruh introversi-ekstroversi.

Ini artinya, seseorang bisa saja senang menghabiskan waktu seorang diri sekaligus tetap mempunyai keluarga, teman, komunitas, atau lingkungan sosial yang dekat.

3. Menikmati aktivitas yang dilakukan seorang diri

Pada sebagian orang, kesendirian bukan sekadar kondisi ketika sedang tidak bersama orang lain. Waktu tersebut juga dapat digunakan untuk melakukan aktivitas yang memang mereka sukai.

Penelitian mengenai positive solitude menggambarkan kesendirian yang dipilih secara sadar untuk melakukan aktivitas yang bermakna, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun kognitif.

Penelitian lain pada orang dewasa yang lebih tua juga menemukan bahwa menikmati kesendirian dan merasa produktif ketika sendirian berkaitan dengan beberapa aspek kesejahteraan subjektif.

Karena itu, orang yang suka menyendiri belum tentu sedang menghindari orang lain. Ini bisa jadi karena mereka memang menikmati aktivitas yang dilakukan ketika sedang sendiri.

4. Tidak otomatis merasa kesepian

Sendirian dan kesepian merupakan dua hal yang berbeda. Seseorang bisa saja menghabiskan waktu seorang diri tanpa merasa kehilangan hubungan sosial.

Dalam penelitian mengenai positive solitude, pengalaman menyendiri yang positif memiliki beberapa karakteristik, yaitu dilakukan atas pilihan sendiri, terasa menyenangkan, dan dianggap bermakna. Konsep ini juga digunakan untuk membedakannya dari bentuk kesendirian yang tidak diinginkan.

Namun, menikmati kesendirian bukan berarti seseorang kebal terhadap rasa kesepian. Pengalaman seseorang ketika sendiri tetap dapat dipengaruhi oleh kebutuhan sosial, kondisi psikologis, serta apakah kesendirian tersebut memang dipilih atau tidak.

5. Bisa merasa lebih tenang setelah punya waktu untuk diri sendiri

Untuk orang tertentu, waktu sendiri dapat menjadi kesempatan untuk memulihkan diri setelah menjalani berbagai aktivitas.

Penelitian mengenai pengalaman solitude menemukan bahwa rasa nyaman ketika sendirian berkaitan dengan karakteristik pribadi dan cara seseorang memandang waktu yang dihabiskan seorang diri.

Penelitian lain pada orang tua yang memiliki anak juga menemukan bahwa pada hari ketika mereka mendapatkan waktu untuk diri sendiri, mereka mengalami lebih sedikit emosi negatif dan tanda pemulihan stres yang lebih baik.

Jadi, kebutuhan untuk memiliki waktu sendiri tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang sedang menarik diri dari lingkungan sosial.

6. Tetap hadir dalam kehidupan sosial yang dianggap penting

Menikmati kesendirian bukan berarti seseorang harus menghilang dari kehidupan sosial.

Seseorang tetap bisa menghadiri acara keluarga, bertemu teman, menjalankan hobi bersama orang lain, atau menjaga hubungan dengan orang-orang yang dianggap penting.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pengalaman menikmati kesendirian tidak sesederhana membagi orang menjadi introvert yang suka sendiri dan ekstrovert yang suka bersosialisasi.

Dalam penelitian terhadap mahasiswa, introversi bahkan tidak terbukti memprediksi preferensi atau motivasi seseorang untuk menikmati waktu sendiri.

Dengan kata lain, seseorang bisa menikmati kesendirian sekaligus tetap memiliki hubungan sosial yang bermakna.

Suka menyendiri berbeda dengan kesepian

Kesendirian tidak harus selalu dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Ada orang yang merasa energinya kembali setelah memiliki waktu untuk diri sendiri. Sebaliknya, ada juga orang yang berada di tengah banyak orang tetapi tetap merasa tidak memiliki hubungan yang bermakna.

Oleh karena itu, melihat seseorang yang sering sendiri lalu langsung menyimpulkan bahwa ia kesepian tentu kurang tepat.

Penelitian tentang keinginan untuk menyendiri bahkan menunjukkan bahwa orang yang memang menikmati waktu sendiri tidak selalu memiliki karakter kepribadian negatif, seperti yang sering diasumsikan masyarakat.

Dalam studi yang dirangkum Bella DePaulo, mereka cenderung memiliki tingkat neurotisisme yang lebih rendah dan lebih terbuka terhadap pengalaman dibandingkan stereotip tentang seorang penyendiri.

Pada akhirnya, apakah seseorang suka menyendiri, senang bersosialisasi, atau berada di antara keduanya merupakan bagian dari kepribadian yang kompleks. Jadi, kalau Bunda sesekali lebih memilih menikmati waktu sendiri, itu tidak otomatis menandakan Bunda sedang kesepian.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda