Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

6 Kebiasaan saat Ngobrol yang Bikin Seseorang Terlihat Kurang Cerdas

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 28 Sep 2026 06:00 WIB

Ilustrasi Perempuan
Ilustrasi 6 Kebiasaan saat Ngobrol yang Bikin Seseorang Terlihat Kurang Cerdas/Foto: Getty Images/iStockphoto/Korrawin
Daftar Isi
Jakarta -

Tak dapat dipungkiri, komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan orang lain. Bukan hanya isi pembicaraan, cara menyampaikan sesuatu juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang dinilai, termasuk tingkat kecerdasannya.

Kebiasaan seperti aktif mendengarkan dan mengajukan pertanyaan yang relevan dapat membuat percakapan terasa lebih bermakna. Sebaliknya, beberapa cara berkomunikasi justru berpotensi membuat lawan bicara merasa tidak dihargai atau bahkan dianggap kurang cerdas.

6 Kebiasaan saat ngobrol yang bikin seseorang terlihat kurang cerdas

Dilansir Your Tango, Psikolog Dave Smallen mengungkap sejumlah kebiasaan dalam percakapan yang dapat mengganggu koneksi dengan orang lain. Berikut di antaranya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Menginterupsi

Tidak ada yang suka disela saat berbicara, dan ini mungkin salah satu kesalahan bicara yang paling jelas. Ketika menyela seseorang di tengah percakapan, itu mengirimkan pesan yang jelas bahwa Bunda tidak menghargai apa yang mereka katakan.

Meski tidak sengaja, hal ini menandakan kurangnya kesabaran atau empati. Alih-alih fokus pada menyampaikan pikiran Bunda, luangkan waktu sejenak untuk benar-benar mendengarkan dan memahami percakapan yang sedang dilakukan sebelum menanggapi.

2. Terlalu fokus pada sisi positif

Wajar jika ingin menunjukkan sisi positif dari situasi yang sedang dihadapi. Namun, jika dilakukan dengan cara yang salah, terlalu fokus pada sisi positif justru dapat mengabaikan kesulitan nyata yang mereka alami. Sebelum menekankan hal-hal positif, akui bahwa perasaan mereka valid.

“Meskipun optimisme dan sikap positif dapat memberikan keajaiban, kita tetap perlu mengalami perasaan sulit dalam perjuangan kita untuk melewatinya, dan menceritakan kesulitan kita kepada orang lain adalah salah satu cara untuk melakukannya,” ujar Smallen.

3. Selalu ingin benar

Tentu, tidak ada orang yang ingin salah. Namun, selalu ingin benar itu melelahkan dan menunjukkan kecerdasan yang rendah.

Merasa perlu untuk memenangkan percakapan yang seharusnya, mencegah Bunda untuk mendengar atau memahami perspektif orang lain. Ingatlah bahwa tujuan percakapan adalah untuk terhubung, bukan untuk keluar sebagai pemenang.

4. Bertingkah seolah tahu segalanya

Orang yang merasa paling tahu segala hal dan berbagi pendapat serta nasihat tanpa diminta, terkesan seperti “Sok tahu”, dan bukan dalam arti yang baik. Hal itu sering membuat orang lain merasa diremehkan atau digurui, Bunda.

“Ketika kita menjelaskan informasi kepada orang lain tanpa diminta keahlian kita, hal itu dapat menyampaikan kesan bahwa kita menganggap mereka tidak cerdas,” ujar Smallen.

Meskipun niat kita mungkin baik, bertele-tele tentang suatu topik sering kali lebih mementingkan ego kita sendiri daripada momen kebersamaan.

5. Menawarkan solusi yang tidak diminta

Memberikan nasihat yang tidak diminta adalah kebiasaan percakapan lain yang dapat menunjukkan kecerdasan rendah.

Ketika seseorang menceritakan kesulitan mereka, naluri untuk langsung memberikan solusi sering kali mengabaikan kebutuhan mereka akan empati dan dukungan emosional, yang mencerminkan kurangnya kesadaran emosional.

Terkadang, orang hanya ingin didengarkan saat mereka mencurahkan isi hati tentang kesulitannya. Komunikator yang paling efektif tahu kapan harus mundur, mendengarkan, dan bertanya apakah nasihat dibutuhkan sebelum menawarkannya.

6. Berusaha mengungguli orang lain

Perlu diketahui bahwa percakapan seharusnya tentang komunikasi, bukan persaingan. Jadi, Bunda tidak perlu selalu berusaha mengungguli orang lain dalam setiap cerita.

“Berbagi cerita adalah bagian penting dari menjalin hubungan, namun ada baiknya kita memperhatikan apakah motivasi kita adalah untuk membuat orang lain terkesan, untuk membuktikan diri, atau untuk menyombongkan diri,” ujar Smallen.

Sangat membantu jika lebih dulu mengakui bagaimana perasaan orang lain tentang pengalaman mereka sebelum berbagi pengalaman sendiri.

Demikian beberapa kebiasaan saat ngobrol yang sebaiknya Bunda hindari karena terlihat kurang cerdas. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda