moms-life
Serba-serbi Hiperhidrosis Aksila, Keringat Berlebih di Ketiak yang Muncul Meski Tidak Beraktivitas
HaiBunda
Minggu, 27 Sep 2026 13:10 WIB
Daftar Isi
Keringat berlebih di ketiak dapat muncul meski Bunda sedang tidak melakukan aktivitas. Kondisi ini tentu bisa terasa mengganggu dan bikin seseorang jadi tidak percaya diri.
Keringat yang muncul, terutama di area ketiak, saat seseorang sedang istirahat disebut juga hiperhidrosis aksila. Menurut Dokter spesialis Dermatologi Venerologi Estetika, dr. Irwan Saputra Batubara, Sp. D.V.E, kondisi ini tidak diketahui pasti penyebanya. Namun, ada beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi ini, Bunda.
"Hiperhidrosis aksila merupakan kondisi produksi keringat sangat banyak, bahkan dalam keadaan istirahat. Dampak nyata dari kondisi ini adalah stres emosional, mengganggu rasa percaya diri, dan memicu iritasi kulit," kata Irwan dalam acara Media Discussion RS Pondok Indah Group, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar 70 persen orang dengan keringat berlebih mengalami stres, yang ditandai dengan kecemasan. Sementara sebagian lain menarik diri dari lingkungan sosial," sambungnya.
Kondisi hiperhidrosis aksila biasanya dapat diketahui dari beberapa tanda, yakni kegagalan dengan pengobatan konvensional, seperti penggunaan deodoran dan antiperspirant.
Faktor risiko hiperhidrosis
Tingkat keparahan keringat berlebih atau hiperhidrosis dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yakni:
1. Primer
Tidak ada pencetus lainnya, murni terjadi karena kelenjar keringat yang aktif dan sebagian besar tidak diketahui. Faktor primer juga dapat dikaitkan dengan genetik. Menurut Irwan, sebanyak 30 hingga 50 persen kondisi keringat berlebih dipengaruhi oleh faktor genetik.
"Tanda khas dari kondisi ini seperti keringat hilang saat tidur, lalu muncul saat bangun meski tidak aktivitas berat dan tidak ada kondisi medis penyerta," ujar Irwan.
2. Sekunder
Klasifikasi sekunder adalah kondisi ketika keringat berlebih terjadi karena penyakit, seperti gangguan metabolsime, tiroid, diabetes melitus, penggunaan obat-obatan tertentu, gangguan menopause, dan kanker darah.
Penanganan hiperhidrosis aksila
Hiperhidrosis aksila atau keringat berlebih di area ketiak dapat ditangani dengan tindakan advance sweat reduction, Bunda. Cara kerjanya hampir sama dengan liposuction atau prosedur membuang lemak tubuh.
"Kelanjar keringat ketiak terletak antara lapisan kulit luar dan lapisan lemak bawah. Nah, karena kelenjar berkumpul di satu area kecil ketiak, penanganan lokal lewat operasi menjadi sangat efektif," ujar Irwan.
"Laser assisted liposuction akan masuk ke lapisan tipis bawah kulit untuk mengikis, merusak, dan menyedot keluar kelenjar tersebut. Hasil tindakan ini bersifat permanen karena kelenjar keringat yang sudah diangkat atau dihancurkan tidak akan pernah tumbuh kembali."
Tindakan ini direkomendasikan untuk beberapa kondisi, yakni:
- Seseorang yang mengalami keringat berlebih di ketiak selama minimal enam bulan berturut-turut.
- Tidak merasakan perubahan setelah mencoba deodoran oles maupun obat-obatan.
- Aktivitas hingga kondisi psikologis terganggu akibat keringat berlebih.
Anak usia remaja yang sudah memasuki post pubertas sudah bisa menjalani tindakan ini. Misalnya, pubertas muncul di usia 12 tahun, maka tindakan bisa dilakukan dua tahun setelahnya di usia 14 tahun.
"Di atas usia pubertas, tidak ada batasan maksimal tapi secara normal semakin tua produksi keringat akan semakin menurun," ungkap Irwan.
Sementara itu, ada juga beberapa kontraindikasi pasien yang tidak disarankan menjalani tindakan ini. Misalnya, pasien dengan riwayat alergi obat bius, ibu hamil, ibu menyusui, atau pasien yang memiliki ekspektasi tidak realistis dengan situasi medis.
Bagi Bunda yang memiliki kondisi medis, seperti hipertensi atau gula darah tinggi, Irwan menyarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter. Setelah kondisi medis tersebut ditangani, pasien bisa menjalani tindakan laser assisted liposuction.
Langkah-langkah dalam tindakan laser assisted liposuction
Berikut langkah-langkah dalam tindakan laser assisted liposuction untuk mengatasi keringat berlebih di area ketiak:
1. Pemetaan keringat
Pemetaan keringat dapat dilakukan dengan metode strach-iodine test. Daerah yang paling sering muncul keringat akan diberikan iodine, lalu ditunggu sampai mengering 5-10 menit.
Kemudian, area tersebut ditaburi tepung, dan didiamkan selama 5-10 menit. Bila warna tepung yang putih berubah jadi keunguan atau kehitaman, maka di situlah lokasi tindakan akan dilakukan.
2. Prosedur tindakan
Di area pemetaan, dokter akan melakukan anastesi lokal. Dokter membuat sayatan kecil kurang dari 1 sentimeter (cm) untuk kemudian dimasukkan alat bernama canula. Alat tersebut lalu mengangkat kelenjar keringat keluar.
"Tindakan ini tidak menyebabkan kerusakan jaringan lain karena hanya ditargetkan di daerah kelenjar keringat. Tindakan juga dilakukan superficial atau tepat di bawah kulit, tidak mengiritasi saraf, tidak menyebabkan luka di pembuluh darah, dan tidak mengganggu otot," kata Irwan.
3. Masa pemulihan
Luka bekas tindakan akan diberikan salep antibiotik, ditutup dengan kain kasa steril, lalu ketiak dibalut dengan perban. Penggunaan perban dapat mencegah penumpukan cairan dan mempercepat kulit ketiak kembali dengan baik
Dalam 1 hingga 3 hari setelah tindakan, pasien dapat menggunakan perban tekan dan disarankan menghindari aktivitas berat atau mengangkat lengan terlalu tinggi. Pada hari ke-5, perban utama dibuka oleh dokter.
Setelah seminggu, pasien diperbolehkan beraktivitas ringan sehari-hari. Memasuki minggu 2-4, olahraga berat sudah bisa dimulai secara bertahap.
Perlu dicatat, tindakan ini sangat efektif mengurangi keringat berlebih, Bunda. Menurut laporan, pasien merasakan penurunan produksi keringat di ketiak secara permanen sebesar 70 hingga 90 persen. Tak hanya itu, bau badan juga dapat berkurang setelah tindakan.
Demikian serba-serbi hiperhidrosis aksila dan penanganannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenali Gejala Hiperhidrosis, Keringat Berlebih pada Tubuh Seseorang
Sering Berkeringat di Kepala dan Wajah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
7 Penyebab Bayi Berkeringat saat Menyusu dan Cara Mengatasinya