Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

15 Ciri Orang Berhati Hangat yang Selalu Membuat Orang Lain Nyaman

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Senin, 14 Sep 2026 06:00 WIB

Three cheerful young women enjoying a sunny day in Dubai, laughing together while browsing a smartphone and sharing joyful moments
Ilustrasi ciri orang berhati hangat / Foto: Getty Images/FilippoBacci
Daftar Isi

Apakah Bunda pernah merasa nyaman berada di dekat seseorang meski baru beberapa kali bertemu? Mungkin Bunda bertemu dengan orang yang berhati hangat. Orang berhati hangat cenderung mempunyai pembawaan yang hangat sehingga kehadirannya mampu membuat suasana menjadi tenang.

Dikutip dari kamus Cambridge, berhati hangat didefinisikan sebagai seseorang yang menunjukkan cinta dan kasih sayang. Mereka biasanya memiliki kepedulian yang tulus terhadap orang sekitar. Perasaannya yang lembut membuat mereka lebih mudah memahami perasaan orang lain. 

Sifat-sifat dari seseorang yang memiliki hati yang hangat tidak selalu terlihat dari tindakan yang besar. Ada beberapa hal kecil yang justru mencerminkan orang berhati hangat. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


15 Ciri orang berhati hangat

 Berikut 15 ciri orang berhati hangat yang dikutip dari Bolde.

1. Menawarkan bantuan tanpa mengharapkan imbalan

Orang berhati hangat selalu tulus dalam melakukan sesuatu. Mereka akan membawakan obat ketika sakit atau mengantarkan seseorang tanpa membuat orang lain merasa berhutang budi. Mereka selalu ada di saat-saat sulit bukan untuk membangun citra diri, tetapi mereka hadir karena memang benar peduli.

Sikap ini sebenarnya bisa dipelajari, bisa dimulai dari tindakan kecil yang konsisten tanpa mengharapkan timbal balik. 

2. Berpikir positif terhadap kehidupan

Orang berhati hangat bukan berarti mereka orang yang selalu ceria atau berpikir positif secara berlebihan. Mereka tidak menyangkal bahwa tantangan akan selalu datang ke hidupnya. Yang membedakan adalah ketika mereka menghadapi kesulitan mereka mampu menemukan jalan keluar, ketika orang lain memandangnya sebagai kebuntuan. Bahkan ketika menghadapi percakapan tentang kesulitan mereka tidak akan memberi nasihat klise, melainkan mendengarkan terlebih dahulu dengan tulus dan perlahan membantu situasi yang dihadapi.

3. Memancarkan kehangatan

Kehangatan yang tulus merupakan hal yang sulit dipalsukan, sehingga bagi mereka yang memiliki aura istimewa ini biasanya akan dengan mudah membuat orang merasa nyaman di dekatnya. Kehadiran mereka terasa berkualitas karena interaksi yang bermakna meskipun hanya sebentar.

Bunda bisa mempelajari sikap ini dengan menggunakan nama orang secara alami ketika dalam percakapan, melakukan kontak mata ketika seseorang berbicara, dan perhatikan gestur yang terbuka agar orang lain merasa kehadirannya dihargai. Dengan begitu, sikap ini akan menciptakan perasaan hangat yang sangat menarik.

4. Mudah memaafkan

Melepaskan rasa sakit tentunya bukan sesuatu yang mudah. Orang berhati hangat tahu bahwa memendam rasa sakit hanya akan menyimpan dendam atau sama saja dengan menghukum diri sendiri akibat emosi yang belum terluapkan. Orang berhati hangat lalu mengatasinya dengan memaafkan segala sesuatu yang menyakitinya. Mereka memilih untuk menolak untuk memelihat kebencian di hati mereka. Dengan kebesaran hatinya mereka dengan mudah melupakan hal yang menyakitkan tersebut. 

Untuk melatih kemampuan ini adalah dengan memberikan izin pada diri sendiri untuk meluapkan semua emosi yang dirasakan. Berbicaralah pada diri sendiri dengan penuh kasih sayang. Atau bisa juga dengan menuangkan seluruh perasaan dengan cara menulis lalu lepaskan secara simbolis seperti membakarnya atau merobeknya. 

5. Murah hati dalam meluangkan waktu

Dari banyaknya jadwal yang sudah ada, orang berhati hangat akan meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama. Ketika bertemu, mereka akan memberikan perhatian penuh, misalnya seperti menyimpan ponsel selama percakapan. Ketika seseorang dalam masa sulit, mereka akan mendatangi rumah atau menelepon untuk membuatnya tenang.

Untuk melatih sikap ini bisa dengan mengurangi penggunaan ponsel ketika mengobrol dengan orang lain. Perlu diingat jika kualitas lebih penting dari kuantitas dalam memberikan waktu pada orang lain.

6. Memberi kata-kata penyemangat

Orang berhati hangat memiliki kemampuan untuk merasakan perasaan seseorang yang membutuhkan dorongan. Mereka memberikan kata penyemangat di saat yang tepat dan tanpa paksaan. Mereka akan memberikan dukungan yang realistis dan tidak memberikan sikap positif yang berlebihan. Alih-alih memuji, mereka lebih sering mengapresiasi prosesnya.

7. Mempraktikkan rasa syukur tanpa perfeksionisme

Orang berhati hangat selalu menghargai tanpa menuntut kesempurnaan. Mereka seringkali mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus bahkan untuk hal-hal yang kecil, seperti ketika dibukakan pintu, mengirim pesan singkat penuh perhatian, atau ditawarkan bantuan di tengah kesibukan.

Selain itu, mereka hanya berfokus pada sesuatu yang terjadi saat ini dibanding memikirkan hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Kemampuan ini bisa dilatih dengan selalu belajar menghargai hal kecil yang terjadi saat ini, seperti meminum susu kopi di pagi hari atau tertawa dengan teman di saat yang tak terduga. Alihkan perhatian pada bagian pengalaman yang layak disyukuri.

8. Menetapkan batasan dengan penuh kasih sayang

Orang berhati hangat memiliki kemampuan untuk menetapkan batasan. Mereka akan menolak sesuatu tanpa menyudutkan atau menghakimi seseorang. Batasan mereka disampaikan dengan jelas dan tegas namun tetap dengan kepedulian yang tulus, bukan hanya untuk melindungi kebutuhan mereka sendiri.

Kemampuan ini bisa dilakukan dengan penggunaan kata misalnya, “Aku peduli padamu tapi aku perlu melindungi waktuku akhir pekan ini.” Kalimat tersebut menunjukkan bahwa mereka memiliki batasan namun tetap memperhatikan perasaan orang lain. Selain itu, bisa juga dengan menawarkan alternatif lain ketika dirasa tidak bisa melakukan apa yang orang lain minta.

9. Memilih berempati ketimbang menghakimi

Ketika melihat orang membuat kesalahan atau menghadapi kesulitan mereka cenderung memahami daripada langsung menghakimi. Mereka menyadari jika setiap tindakan pasti dipengaruhi oleh suatu alasan. Oleh karena itu, mereka akan berusaha mencari tahu alasan di balik perilaku tersebut sebelum mengambil kesimpulan.

Meskipun begitu, bukan berarti mereka mewajarkan tindakan yang merugikan, hal ini lebih kepada kerendahan hati karena setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri. Untuk meningkatkan rasa empati, carilah perspektif dan pengalaman yang berbeda baik melalui buku, podcast, atau percakapan yang memperluas pemahaman tentang perjalanan dan perjuangan manusia.

10. Merayakan kesuksesan orang lain dengan tulus

Orang berhati hangat seringkali mengesampingkan ego mereka sendiri untuk ikut merasakan kebahagiaan atas pencapaian orang lain. Mereka tidak akan merasa tersaingi atau meremehkan prestasi orang. Sebaliknya, mereka akan sangat berantusias dan membangkitkan percakapan yang dapat membuat momen tersebut lebih hidup. Ketika perasaan iri muncul sebisa mungkin alihkan perhatian pada apresiasi yang tulus terhadap perjalanan orang lain.

11. Menemukan keindahan dalam hal biasa

Orang berhati hangat memiliki kemampuan untuk memperhatikan apa yang orang lain biasa lewatkan. Dengan arti kata lain, mereka dapat melihat hal yang tidak orang lain lihat. Mereka tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar untuk menemukan makna atau kegembiraan.

Melalui hal kecil mereka dapat menemukan makna yang belum tentu semua orang bisa lakukan. Untuk mengembangkan perspektif ini, coba lakukan aktivitas rutin sederhana seperti bepergian atau berbelanja, lalu temukan tiga hal indah atau menarik yang belum pernah diperhatikan sebelumnya.

12. Pendengar yang baik

Saat berbicara dengan seseorang, orang berhati hangat akan mendengarkan lawan bicaranya dengan fokus disertai dengan respon yang penuh empati. Mereka akan membuat lawan bicara merasa didengar dan merasa penting. Kemampuan ini bisa dilatih dengan belajar mendengarkan secara aktif, yakni dengan menggunakan mata, telinga, dan hati ketika mendengar orang berbicara. 

13. Tertarik memahami orang lain

Orang berhati hangat biasanya tertarik untuk mengenali orang secara lebih dalam tanpa melihat latar belakang seperti status atau pekerjaan. Mereka tidak akan sekedar basa-basi, mereka akan melontarkan pertanyaan yang bermakna. Selain itu, beberapa hal kecil yang pernah diceritakan bisa mereka ingat ketika kembali bertemu. Ketertarikan ini muncul karena secara alami mereka ingin memahami cerita, minta, dan sudut pandang orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Itulah 15 ciri orang berhati hangat yang selalu membuat orang lain nyaman. Apakah Bunda memiliki ciri-ciri di atas?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda