moms-life
Jangan Asal Disapu, Ini Cara Aman Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik agar Tak Terhirup
HaiBunda
Selasa, 08 Sep 2026 15:35 WIB
Saat gunung api Anak Krakatau mengalami erupsi, Jakarta dan sejumlah wilayah lain pun terdampak abu vulkanik. Abu yang masuk ke rumah bukan hanya membuat lantai dan perabotan kotor, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan jika partikelnya terhirup.
Karena itu, membersihkan rumah dari abu vulkanik sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Lantas, bagaimana cara yang aman agar abu tidak justru beterbangan dan terhirup? Berikut langkah-langkahnya.
Abu vulkanik yang masuk ke dalam rumah perlu segera dibersihkan. Namun, proses pembersihan harus dilakukan dengan hati-hati agar partikel abu tidak kembali beterbangan dan terhirup oleh penghuni rumah. Jenis abu ini mengandung partikel silika yang tajam dan bersifat asam, sehingga bila salah penanganan dapat merusak lantai, kaca, kendaraan, sekaligus membahayakan paru-paru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum mulai membersihkan, pintu dan jendela sebaiknya ditutup rapat. Kipas angin dan AC juga disarankan dimatikan sementara agar partikel abu tidak berputar dan menyebar ke seluruh ruangan.
"Permukaan yang tertutup abu perlu dibasahi dengan semprotan air ringan sebelum disapu atau dikumpulkan, karena menyiram dengan ember justru membuat abu mengeras seperti semen," ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
Untuk lantai dan perabotan, pembersihan dapat dilakukan menggunakan kain pel atau lap basah. Jika tersedia, vacuum cleaner dengan filter HEPA juga dapat digunakan untuk membantu mengangkat partikel abu yang menempel pada berbagai permukaan.
"Abu yang terkumpul sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah tertutup, bukan dibuang ke saluran air," tambahnya.
Gunakan masker N95 atau KN95 dan baju berlengan panjang
Selain memperhatikan cara membersihkan, perlindungan diri juga menjadi hal penting. Saat membersihkan rumah dari abu vulkanik, disarankan menggunakan masker hingga pakaian berlengan panjang. Perlindungan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata dan kulit.
"Selama proses pembersihan, gunakan masker N95 atau KN95, kacamata pelindung, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang," katanya.
Anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit paru juga sebaiknya tidak berada di area yang sedang dibersihkan. Kelompok tersebut lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
"Dengan langkah yang hati-hati dan perlindungan yang tepat, rumah dapat kembali bersih tanpa menimbulkan risiko kesehatan tambahan bagi penghuninya," tambahnya.
TERUSKAN MEMBACA KLIKÂ DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Imbas Kelilipan Abu Vulkanik, Perempuan Lampung Ini Alami Pecah Pembuluh Darah di Mata
Mom's Life
Masker untuk Tangkal Abu Vulkanik Anak Krakatau, Mana yang Efektif? Ini Cara Memilih Menurut Dokter
Mom's Life
Viral Masker Dibasahi untuk Cegah Abu Vulkanik, Dokter Paru Ungkap Tak Ada Dasar Ilmiah
Mom's Life
Kenapa Harus Pakai Masker saat Ada Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru
Mom's Life
Hujan Abu Dampak Letusan Karakatau Meluas hingga Jakarta-Bogor
Mom's Life
Ahli Ungkap Masker Terbaik & Terburuk untuk Cegah COVID-19, Bunda Pernah Pakai?
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda