Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Nana Mirdad Sayangkan Ulah Penjual Masker Naikkan Harga Berkali Lipat di Tengah Bencana

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 08 Sep 2026 12:00 WIB

Nana Mirdad
Nana Mirdad Sayangkan Ulah Penjual Masker Naikkan Harga Berkali Lipat di Tengah Bencana/ Foto: Instagram @nanamirdad_
Jakarta -

Artis Nana Mirdad buka suara soal dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang membuat sebagian wilayah terdampak debu vulkanik. Bunda dua anak ini menyayangkan ulah penjual masker yang menaikkan harga berkali lipat di tengah bencana.

Melalui unggahan di Thread, Nana mencurahkan isi hatinya. Ia mengaku miris dengan keputusan penjual masker yang dinilai tidak masuk akal.

"Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan liat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi 180rb-an per biji. Sementara paginya masih dijual di harga 12rb aja," tulisnya di akun @nanamirdad_.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut Nana, tindakan para penjual masker tersebut merupakan bentuk kecurangan, Bunda. Ia bahkan menilai perilaku tersebut sebagai sikap yang tidak peduli terhadap sesama.

"Memang, jualan goalnya profit. Tapi nggak usah securang ini pada saat bencana kali ya," ungkap Nana.

"Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tahu persis berapa. Mark up spontan kaya gini nggak berperikemanusiaan," sambungnya.

Unggahan Nana ini mendapat respons dari banyak netizen. Beberapa di antaranya setuju dengan pendapat Nana yang menyayangkan ulang penjual masker menaikkan harga di tengah bencana.

"Iya menyedihkan rasanya, dan ternyata memang pada akhirnya semua akan lebih memikirkan dirinya sendiri," tulis akun @in***.

"Ngambil untung saat jualan sih gapapa bgt, tapi janganlah sampe memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan begini mentang2 smua org lg butuh," ungkap @dw***.

"Benar Kak... Pesanan saya dibatalin berkali2 oleh beberapa seller di toko orens... Alasan kosong, tapi pas dicek balik ke tokonya, harganya naik," kata akun @ju***.

Kenaikan harga masker memang terjadi di sejumlah daerah terdampak abu vulkanik, Bunda. Apalagi setelah berbagai badan kesehatan menganjurkan penggunaan masker di luar ruangan di tengah bencana.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta harga masker tidak naik berlipat imbas abu vulkanik. Ia berharap para penjual masker tidak memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan.

"Saya minta pihak apotek dan toko penjual masker tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga masker berlipat-lipat. Harus ada rasa empati terhadap masyarakat yang hidupnya masih mengalami kesulitan," ungkapnya belum lama ini ke media, dilansir detikcom.

Kenapa harus pakai masker saat ada abu vulkanik?

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/26) menyebabkan abu vulkanik yang bisa membahayakan saluran pernapasan, Bunda. Sejak erupsi, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama paparan abu vulkanik masih tinggi. Namun, jika harus beraktivitas keluar, penggunaan masker dan kacamata menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan.

"Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap dalam rumah. Namun, jika harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata," kata Menkes Budi, melansir dari laman Kemenkes RI, Senin (7/9/26).

Perlu diketahui, debu vulkanik merupakan partikel halus dari batuan, mineral, dan kaca vukanik yang terlontar saat terjadi erupsi. Ukurannya yang sangat kecil, yakni PM10 dan PM2.5, sangat mudah terhirup dan masuk ke saluran napas dalam manusia.

Mengutip akun Instagram @pdpi.jakarta, Dokter Spesialis Paru, dr. Ibrahim Dharmawan, SpP, mengatakan bahwa paparan debu vulkanik bisa menyebabkan beberapa keluhan, seperti tenggorokan terasa tidak nyaman, batuk, sesak napas, serta iritasi mata dan hidung.

Meski tidak semua orang akan mengalami keluhan berat, Ibrahim mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi kelompok dengan risiko lebih tinggi, seperti orang dengan asma, PPOK, penyakit paru lainnya, anak-anak, lansia, dan mereka yang terpapar debu dalam jumlah besar.

Menurut Ibrahim, partikel debu vulkanik yang sangat kecil bisa lolos dari saringan alami saluran napas bagian atas dan mencapai bagian terdalam paru. Kemudian, makrofag (sel pertahanan paru) akan mencoba memfagositosis partikel tersebut.

Nah, partikel mineral yang tidak mudah larut dapat bertahan lebih lama dan memicu respons peradangan, terutama bila paparannya tinggi atau terjadi secara berulang kali.

Demikian curhatan Nana Mirdad tentang harga masker yang naik di tengah bencana dan pentingnya penggunaan masker imbas abu vulkanik. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda