Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Viral Sayur Berformalin, Pakar Jelaskan Cara Mendeteksinya

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Sabtu, 12 Sep 2026 07:55 WIB

Chinese cabbages on sale in the market. Vegetable.
Ilustrasi sayuran sawi putih/ Foto: Getty Images/iStockphoto/k_samurkas

Beberapa waktu yang lalu kasus sayur berformalin sempat viral di China. Kejadian ini bermula ketika seorang blogger merilis rekaman yang diambil di lokasi pembelian kubis di Kangbao, China. Ia menyatakan bahwa para pekerja melapisi sayuran tersebut dengan larutan formaldehida atau formalin agar tetap segar.

Kasus tersebut telah diselidiki oleh pemerintah setempat. Karena, kasus sayur berformalin ini juga dilaporkan ada di beberapa wilayah China. Bahkan, pasar grosir pertanian terbesar di Beijing, Xinfadi, turut melakukan penyelidikan terhadap seluruh rantai pasokan produknya.

Dilansir dari laman The Herald Business, ada tiga tersangka yang telah ditangkap karena kasus kubis berformalin. Sebelumnya para penyelidik sudah melacak distribusi kubis yang terkontaminasi ke provinsi Jiangsu dan Anhui. Tes sampel yang dilakukan oleh pemerintah daerah di berbagai pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meskipun isu sayur berformalin bukanlah perkara yang baru, namun ini kerapkali memicu kekhawatiran publik. Pasalnya, sayur berformalin berisiko buruk bagi kesehatan. 

The International Agency for Research on Cancer, sebuah organisasi di bawah naungan WHO, mengklasifikasikan formaldehida sebagai karsinogen Kelompok 1. Ini artinya zat kimia tersebut dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Agar terhindar dari paparan sayur berformalin, Dr. Yen Tsung-hai, direktur pusat toksikologi klinis Rumah Sakit Chang Gung Memorial di Taiwan, memberi beberapa cara mendeteksi sayur berformalin.

Dikutip dari laman VNExpress International, Dr. Yen menyampaikan bahwa saat membeli sayur, sebaiknya terlebih dahulu mencium aroma sayur tersebut. Umumnya sayur segar memiliki aroma khas yang alami. Sebaliknya, sayuran dengan aroma yang terlalu menyengat patut dicurigai.

Kemudian, penting untuk melihat permukaan sayur. Hal yang normal apabila permukaan sayuran sedikit menguning atau oksidasi. Namun, apabila sayuran terlihat sangat putih, apalagi tampak sempurna di luar namun lembek di dalamnya, ini sebaiknya dihindari.

Sebelumnya dimasak, sayuran harus dicuci bersih dengan air mengalir. Sela-sela sayuran dan daun juga tidak boleh terlewat dibersihkan. Hal ini untuk membersihkan kotoran yang menempel di permukaan.

Dr. Yen juga menyarankan untuk merendam sayuran selama 40 menit sebelum dimasak, serta membuang air rendamannya. Karena, banyak pengawet yang dapat larut dalam air.

Saat memasak, sebaiknya panci dibiarkan tidak tertutup. Ini dapat membuat beberapa zat mudah menguap. Dr. Yen juga berpesan bagi konsumen yang khawatir tentang residu kimia, sebaiknya menghindari meminum kaldu dari masakannya.

Itulah beberapa cara mendeteksi sayur berformalin menurut pakar. Aksi ini dapat membantu mengurangi paparan formalin pada sayuran yang dikonsumsi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda