Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang Pura-Pura Bahagia Padahal Sedang Sedih, Jangan Tertipu dari Senyumnya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 09 Sep 2026 06:30 WIB

Sad asian woman complaining hugging pillow at home
Ilustrasi Ciri Orang Pura-pura Bahagia Padahal sedang Sedih, Jangan Tertipu dari Senyumnya/Foto: Getty Images/AntonioGuillem
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, tidak semua orang yang terlihat ceria sedang benar-benar merasa bahagia. Ada kalanya seseorang tetap tersenyum, bercanda, dan menjalani aktivitas seperti biasa, meski sebenarnya menyimpan kesedihan yang tidak terlihat oleh orang lain.

Kondisi tersebut bisa membuat seseorang terbiasa menyembunyikan perasaan demi terlihat baik-baik saja. Padahal, emosi yang terus dipendam dapat memengaruhi keseharian dalam hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Untungnya, ada beberapa ciri orang pura-pura bahagia yang dapat Bunda kenali untuk membantu mereka merasa lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri orang yang pura-pura bahagia padahal sedih

Dilansir Your Tango, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa masalah kesehatan mental seperti depresi menghalangi orang untuk berprestasi maksimal di sekolah dan pekerjaan serta menghambat hubungan dengan teman dan keluarga.

Dengan mengetahui hal ini, setiap orang harus menyadari tanda-tanda halus bahwa seseorang hanya berpura-pura bahaia padahal sebenarnya mereka sedang sedih. Berikut beberapa ciri yang dapat Bunda kenali:

1. Menghindari percakapan yang bermakna

Orang yang pura-pura bahagia sering menghindari percakapan mendalam. Mereka sering mengelak atau mengabaikan pertanyaan yang mungkin memicu diskusi lebih jauh.

Mereka mungkin mentertawakannya, menghindari pertanyaan, mengalihkan topik, atau mengatakan, “Pokoknya”, untuk menghindari pembahasan detail rumit kehidupan mereka.

2. Mengisolasi diri dan beralasan sibuk

Ada banyak alasan mengapa seseorang mengisolasi diri. Namun, menurut Psikiatri Umum, isolasi cenderung merupakan akibat dari kecemasan dan depresi.

Selain itu, beberapa orang mungkin menggunakannya untuk mengurangi kekhawatiran yang berlebihan.

3. Terlalu ceria secara tidak wajar

Orang seperti ini jarang ditemukan dan harus dihargai. Namun, orang yang tetap optimis, bahkan dalam situasi sulit, layak mendapatkan dukungan.

Sering kali, mereka justru mungkin mengalami gejolak yang paling besar. Lagipula, menahan perasaan negatif dapat menimbulkan tantangan tersendiri.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa menekan emosi berdampak buruk bagi kesehatan seseorang. Para peneliti menemukan bahwa mengekspresikan emosi sangat penting untuk kesejahteraan fisik, mental, dan keseluruhan seseorang.

4. Bercanda dengan merendahkan diri sendiri

Tanda halus lainnya dari orang yang pura-pura bahagia adalah jika mereka merendahkan diri sendiri, tetapi kemudian mengaku hanya bercanda.

Orang yang bahagia tidak menginginkan masalah apa pun. Mereka tidak ingin ada konflik, dan tentu saja tidak ingin membahas masalah rasa tidak aman yang mungkin mereka rasakan.

Oleh karena itu, mereka selalu menepis setiap sindiran dengan mentertawakannya dan mengatakan itu hanya lelucon. Namun, jenis ‘bercanda’ ini dapat memiliki konsekuensi drastis jika mereka tidak mengatasi masalah rasa tidak aman mereka.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders, rasa tidak aman berdampak negatif pada kesejahteraan subjektif.

5. Terus-menerus menyibukkan diri

Wajar saja jika seseorang merasa bersemangat dengan pekerjaannya. Namun, menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi sangatlah penting.

Sebuah studi yang diterbitkan di Frontiers in Psychology menemukan bahwa orang-orang dengan work-life balance yang buruk mengalami penurunan kebahagiaan.

Para penulis menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelelahan emosional dan perilaku yang tidak sehat. Inilah mengapa orang yang bekerja 24/7 tanpa pernah mengambil cuti sehari pun merupakan pertanda buruk.

6. Sering mengeluh tidak enak badan

Petunjuk halus bahwa seseorang sedang pura-pura bahagia, padahal sedih, adalah mereka sering mengeluh tidak enak badan.

Sebuah studi pada 2004 menyebutkan bahwa gejala fisik seperti nyeri sendi, nyeri punggung, atau masalah pencernaan umum terjadi pada orang yang mengalami depresi.

7. Tidak makan tepat waktu

Kebanyakan orang yang tidak bahagia secara tidak sadar tidak makan karena perasaan mereka yang intens.

Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Psychiatry menyebutkan bahwa perubahan nafsu makan adalah hal normal pada orang yang mengalami depresi dan dapat meningkatkan atau mengurangi nafsu makannya.

Nah, itulah beberapa ciri orang yang pura-pura bahagia, padahal sedih. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda